Briptu C Sudah 30 Hari Tinggalkan Tugas, Polda Sulut Bentuk Tim Gabungan untuk Mencari Sang Polwan

Kompas.com - 06/02/2022, 11:00 WIB

KOMPAS.com - Briptu C, polisi wanita (polwan) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado sudah lebih dari 30 hari meninggalkan tugasnya.

Kini, sang polwan telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 31 Januari 2022.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, Polda Sulut akan mencari keberadaan Briptu C.

Oleh karena itu, Polda Sulut membentuk tim gabungan dari Profesi dan Pengamanan (Propam) yang bakal mencari keberadaan Briptu C.

Jules menuturkan, berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya, Briptu C diduga berada di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Polwan Polresta Manado Briptu C Jadi DPO, 30 Hari Meninggalkan Tugas, Ini Faktanya

Tepis kabar hilang

Sebelumnya, beredar kabar di media sosial bahwa Bpritu C hilang. Informasi itu sempat viral di media sosial.

Soal kabar tersebut, Jules meluruskannya.

"Terkait kabar di media sosial tersebut, bahwa faktanya yang bersangkutan itu desersi," ujarnya, Sabtu (5/2/2022).

Jules menerangkan, Briptu C desersi atau meninggalkan tugas di Polresta Manado lebih dari 30 hari berturut-turut.

Karena meninggalkan tugas sejak 15 November 2021, Briptu C dimasukkan DPO Polresta Manado yang dikeluarkan pada 31 Januari 2022.

Baca juga: Briptu C, Polwan di Manado yang Menghilang 30 Hari Terancam PTDH

 

Terancam PTDH

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham AbastDok. Humas Polda Sulut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast

Akibatnya, Briptu C terancam pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

"Kapolresta Manado selaku atasan hukum akan mengajukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap yang bersangkutan melalui Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri, karena yang bersangkutan telah meninggalkan tugas tanpa izin selama lebih dari 30 hari secara berturut-turut," ucapnya.

Baca juga: Mengaku Kenal Jenderal Polisi, Sekcam di Ngawi Tipu Calon Polwan Rp 300 Juta

Jules menambahkan, meski Briptu C tidak kembali ke kesatuannya, sidang terhadapnya tetap bisa dilakukan secara in absentia.

“Namun, kalau pun yang bersangkutan tidak kembali ke kesatuan, baik saat dicari maupun tidak dicari oleh tim gabungan Propam, tetap yang bersangkutan dapat dilakukan sidang secara in absentia. Dan dapat dijatuhkan putusan sidang sampai kepada hukuman PTDH dari dinas Kepolisian," ungkapnya.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Manado, Skivo Marcelino Mandey | Editor: Robertus Belarminus)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'One Way' Arah Bawah Berlaku, Arus Lalu Lintas dari Jakarta Menuju Puncak Bogor Ditutup

"One Way" Arah Bawah Berlaku, Arus Lalu Lintas dari Jakarta Menuju Puncak Bogor Ditutup

Regional
Buron 3 Pekan, Napi yang Kabur dari Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhirnya Tertangkap

Buron 3 Pekan, Napi yang Kabur dari Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhirnya Tertangkap

Regional
Dari 34 Orang yang Diamankan KPK Saat OTT di Pemalang, 6 Jadi Tersangka, Siapa Saja?

Dari 34 Orang yang Diamankan KPK Saat OTT di Pemalang, 6 Jadi Tersangka, Siapa Saja?

Regional
Sekdes dan Kepala Kampung di Nduga Jadi DPO, Setor Rp 200 Juta ke ASN untuk Beli Amunisi Bagi KKB

Sekdes dan Kepala Kampung di Nduga Jadi DPO, Setor Rp 200 Juta ke ASN untuk Beli Amunisi Bagi KKB

Regional
Motif Memendam Cinta ke Korban, Pria Asal Sampang Culik dan Sekap Istri Tetangga Selama 3 Bulan

Motif Memendam Cinta ke Korban, Pria Asal Sampang Culik dan Sekap Istri Tetangga Selama 3 Bulan

Regional
Bendera Merah Putih Berkibar di Pulau Sepatang, Pulau Terluar di Provinsi NTB

Bendera Merah Putih Berkibar di Pulau Sepatang, Pulau Terluar di Provinsi NTB

Regional
Pemerintah Bakal Kaji Biaya Haji, Akan Lebih Murah?

Pemerintah Bakal Kaji Biaya Haji, Akan Lebih Murah?

Regional
Terlibat Kasus Kawin Tangkap, 4 Warga Sumba Barat Jadi Tersangka

Terlibat Kasus Kawin Tangkap, 4 Warga Sumba Barat Jadi Tersangka

Regional
Mengapa Gembar-gembor Pilpres 2024 Sudah Dimulai Saat Ini? Begini Penjelasan Pengamat Politik Unpad

Mengapa Gembar-gembor Pilpres 2024 Sudah Dimulai Saat Ini? Begini Penjelasan Pengamat Politik Unpad

Regional
Jenazah Wanita di Mamuju Ditandu 13 Km Pakai Keranda karena Puskesmas Tolak Pinjamkan Ambulans

Jenazah Wanita di Mamuju Ditandu 13 Km Pakai Keranda karena Puskesmas Tolak Pinjamkan Ambulans

Regional
Pria di Madiun Bawa Kabur Motor Saat Pura-pura Beli Kambing, Mengaku Anggota TNI Saat Ditangkap

Pria di Madiun Bawa Kabur Motor Saat Pura-pura Beli Kambing, Mengaku Anggota TNI Saat Ditangkap

Regional
Terungkap, Paman yang Bunuh Keponakan di Kelas Pernah Dirawat di RSJ, Ini Kata Polisi

Terungkap, Paman yang Bunuh Keponakan di Kelas Pernah Dirawat di RSJ, Ini Kata Polisi

Regional
Penyebab Anak Pukuli Ibu Kandung di Riau yang Berujung Bui

Penyebab Anak Pukuli Ibu Kandung di Riau yang Berujung Bui

Regional
Warga Pulau Rinca Senang Sinyal Penuh, Berharap Akses Internet Stabil untuk Dukung Wisata

Warga Pulau Rinca Senang Sinyal Penuh, Berharap Akses Internet Stabil untuk Dukung Wisata

Regional
Gempa M 5,9 Guncang Halmahera Barat, Terasa hingga Manado

Gempa M 5,9 Guncang Halmahera Barat, Terasa hingga Manado

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.