Biografi Mohammad Natsir, Pahlawan Nasional Asal Solok yang Pernah Jadi Presiden Liga Muslim Dunia

Kompas.com - 06/02/2022, 11:39 WIB

KOMPAS.com - Indonesia pernah memiliki sejumlah sosok ulama yang berjuang demi bangsa, salah satunya Mohammad Natsir.

Mohammad Natsir dikenal sebagai seorang ulama yang gigih memperjuangkan hak-hak bangsa melalui pemikiran-pemikirannya.

Pada era kemerdekaan, Natsir pernah menduduki sejumlah jabatan mulai Menteri Penerangan hingga Perdana Menteri Indonesia.

Baca juga: Biografi Dokter Sutomo, Pahlawan Nasional Asal Nganjuk yang Menggagas Berdirinya Budi Utomo

Kiprah Pahlawan Nasional asal Solok, Sumatera Barat ini juga diakui di kancah internasional.

Hal itu terbukti dengan Natsir yang pernah menjadi presiden sejumlah organisasi internasional, seperti Liga Muslim Dunia.

Profil Mohammad Natsir

Mohammad Natsir lahir di Alahan Panjang, Lembah Gumanti, Solok, Sumatera Barat, pada tanggal 17 Juli 1908.

Natsir lahir dari keluarga Minangkabau yang taat dalam menjalankan ajaran agama Islam.

Ayahnya bernama Mohammad Idris Sutan Saripado dan ibunya bernama Khadijah.

Awalnya ayah Natsir bekerja sebagai juru tulis di kantor kontroler di Maninjau, namun tahun 1918 ke Ujung Pandang, Sulawesi Selatan sebagai sipir.

Natsir memulai pendidikan di Sekolah Rakyat Maninjau selama dua tahun.

Berikutnya dia pindah ke Hollandsche-Inlandsche School (HIS) atau sekolah Belanda untuk pribumi di Adabiyah, Padang.

Namun Natsir harus pindah lagi ke Solok, dan dititipkan kepada seorang saudagar bernama Haji Musa.

Layaknya anak-anak Minangkabau, Natsir bersekolah di HIS Solok pada pagi hari, dan malam harinya mengaji di Madrasah Diniyah.

Pada tahun 1923, Natsir melanjutkan studi di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Di sini dia mulai aktif dalam kegiatan organisasi.

Lulus dari MULO, Natsir merantau ke Bandung untuk belajar di Algemeene Middelbare School (AMS) dan lulus tahun 1930.

Kiprah Perjuangan Mohammad Natsir

Jiwa aktivis Mohammad Natsir sudah tumbuh sejak berusia remaja.

Saat sekolah di MULO Padang, Mohammad Natsir bergabung dalam Organisasi Pemuda Jong Islamieten Bond (JIB).

Ketika pindah ke Bandung, Natsir tetap melanjutkan kirprahnya di JIB Bandung, bahkan menjadi ketuanya pada periode 1928-1932.

Selama di Bandung ini Natsir juga mendirikan Lembaga Pendidikan Islam (Pendis).

Pendis merupakan bentuk pendidikan modern yang mengkombinasikan kurikulum pendidikan umum dengan pendidikan pesantren.

Dalam waktu 10 tahun, Pendis berkembang pesat, dan memiliki sekolah dari jenjang TK hingga Sekolah Dasar.

Baca juga: 12 Pahlawan Nasional Asal Sumut, Ada AH Nasution dan TB Simatupang

Pada tahun 1938, Natsir mulai aktif berpolitik dengan bergabung dalam Partai Islam Indonesia (PII).

Periode tahun 1940-1942, Natsir menjadi Ketua PII Bandung.

Pada masa pemerintahan Jepang, Natsir aktif di Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) yang dibentuk pada 5 September 1942.

MIAI ini dikemudian hari berganti nama menjadi Majelis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi).

Selain di Masyumi, Natsir juga menjadi Kepala Bagian Pendidikan Kotamadya Bandung pada periode 1942-1945.

Pada awal masa kemerdekaan, Natsir menjelma menjadi politikus dan negarawan yang penting di Indonesia.

Mohammad NatsirWikipedia Mohammad Natsir
Mulanya Natsir menjadi ketua Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat pada 25 November 1945.

Pada 3 Januari 1946, Natsir ditunjuk menjadi Menteri Penerangan Indonesia pertama, hingga tahun 1949.

Pada tahun 1950, Natsir mengumumkan Mosi Integral Natsir yang berhasil menyatukan kembali Republik Indonesia menjadi negara kesatuan, yang sebelumnya sempat berbentuk federal.

Atas jasanya itu, pada tahun 1950-1951, Presiden Soekarno menunjuk Natsir menjadi Perdana Menteri.

Ketika itu, Natsir juga sedang memimpin partai politik terbesar di Indonesia saat itu yaitu Partai Masyumi.

Baca juga: 8 Kiai Bergelar Pahlawan Nasional, Ada KH Hasyim Asyari hingga KH Ahmad Dahlan

Presiden Liga Muslim Dunia

Jabatan sebagai perdana menteri ditanggalkan Natsir karena adanya perbedaan pandangan yang tajam dengan Soekarno.

Natsir bahkan sempat dijebloskan ke dalam penjara karena dituding terlibat dalam pemberontakan PRRI.

Natsir baru dibebaskan dari penjara pada saat Orde Baru berkuasa, yaitu tahun 1966.

Meski demikian, Natsir tetap dipinggirkan oleh pemerintahan Orde Baru.

Padahal, kiprah Mohammad Natsir sangat diakui dunia internasional, terutama di negara-negara Islam.

Hal itu dibuktikan dengan keterlibatan Natsir memimpin sejumlah organisasi Islam Internasional.

Natsir pernah menjadi Presiden Liga Muslim Dunia, Ketua Dewan Masjid se-Dunia, hingga Preisden Oxford Center for Islamic Studies di London.

Meski berkiprah di internasional, namun Natsir sempat dicekal oleh pemerintahan Presiden Soeharto karena menandatangani Petisi 50 yang mengkritik pemerintah.

Mohammad Natsir meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 6 Februari 1993. Dia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 6 November 2008.

Sumber:
Radenintan.ac.id
Kemsos.go.id

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Nelayan di Aceh Tamiang Kena Tembakan TNI AL, Awalnya Dicurigai Bawa Sabu

Kronologi Nelayan di Aceh Tamiang Kena Tembakan TNI AL, Awalnya Dicurigai Bawa Sabu

Regional
3 Warga Alor Ditangkap gara-gara Judi Togel, Terancam 10 Tahun Penjara

3 Warga Alor Ditangkap gara-gara Judi Togel, Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
RSUD Poso Tidak Miliki Dokter Kandungan, Kaum Ibu Gelar Demo Tolak Hamil

RSUD Poso Tidak Miliki Dokter Kandungan, Kaum Ibu Gelar Demo Tolak Hamil

Regional
Kabur 10 Hari Usai Bunuh dan Kubur Jasad Istri di Hutan, Pria di Maluku Ditangkap

Kabur 10 Hari Usai Bunuh dan Kubur Jasad Istri di Hutan, Pria di Maluku Ditangkap

Regional
Santri di Rembang Bakar Temannya Sendiri, Begini Kronologinya

Santri di Rembang Bakar Temannya Sendiri, Begini Kronologinya

Regional
Remaja di Pangkalpinang Terluka, Diduga Ditembak Oknum Aparat

Remaja di Pangkalpinang Terluka, Diduga Ditembak Oknum Aparat

Regional
Dari Sopir Sampai Dosen Ikut Dipanggil KPK dalam Kasus Jual Beli Jabatan Bupati Pemalang

Dari Sopir Sampai Dosen Ikut Dipanggil KPK dalam Kasus Jual Beli Jabatan Bupati Pemalang

Regional
Lanudal Kupang Tanam Ratusan Pohon Cendana di Lahan Berbatu, Ini Tujuannya

Lanudal Kupang Tanam Ratusan Pohon Cendana di Lahan Berbatu, Ini Tujuannya

Regional
Cerita Lansia Rawat Dua Anak ODGJ, Dikurung di Pondok Sempit Sejak Puluhan Tahun

Cerita Lansia Rawat Dua Anak ODGJ, Dikurung di Pondok Sempit Sejak Puluhan Tahun

Regional
Truk Tangki Minyak Goreng Terguling di Muba, Tumpahannya Diperebutkan Warga

Truk Tangki Minyak Goreng Terguling di Muba, Tumpahannya Diperebutkan Warga

Regional
Polda Jateng Tangkap 28 Pelaku Judi dalam Sehari

Polda Jateng Tangkap 28 Pelaku Judi dalam Sehari

Regional
Fosil Gajah Purba Sepanjang 2,5 Meter Usia Jutaan Tahun Ditemukan di Kudus

Fosil Gajah Purba Sepanjang 2,5 Meter Usia Jutaan Tahun Ditemukan di Kudus

Regional
Gara-gara Tukar Guling Tak Sesuai Prosedural, Perangkat Desa di Sukoharjo Saling Lapor ke Polisi

Gara-gara Tukar Guling Tak Sesuai Prosedural, Perangkat Desa di Sukoharjo Saling Lapor ke Polisi

Regional
Remaja 14 Tahun di Kalbar Diperkosa 6 Pria, Pelaku Masih Diburu Polisi

Remaja 14 Tahun di Kalbar Diperkosa 6 Pria, Pelaku Masih Diburu Polisi

Regional
Istri Ferdy Sambo Tersangka, Pengamat Hukum Unila: Putri Candrawathi Terendus Terlibat sejak Lama

Istri Ferdy Sambo Tersangka, Pengamat Hukum Unila: Putri Candrawathi Terendus Terlibat sejak Lama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.