Pasutri Tewas Tenggelam Saat Naik Perahu ke Kebun karena Jalan Tergenang Banjir

Kompas.com - 06/02/2022, 09:09 WIB

LAMPUNG, KOMPAS.com - Pasangan suami istri (pasutri) petani di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, tewas tenggelam di area Bendungan Batu Tegi, Sabtu (5/2/2022).

Keduanya tenggelam saat menuju kebun dengan naik perahu lantaran jalan ke arah kebun tergenang banjir.

Kapolsek Pulau Panggung, Iptu Musakir mengatakan, korban tewas adalah Sarimun (65) dan Manisah (60), pasutri asal Desa Argomulyo.

"Kedua korban tenggelam baru ditemukan Sabtu sore setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR dan anggota kepolisian," kata Musakir saat dihubungi, Sabtu malam.

Baca juga: 5 Tahanan Kabur dari Rutan di Tanggamus, 3 Diserahkan oleh Keluarga

Peristiwa tersebut berawal ketika sang suami, Sarimun hendak pergi untuk menaruh pupuk di kebun mereka pada Sabtu pagi.

Lantaran jalan menuju kebun tergenang banjir, beberapa karung pupuk itu kemudian dibawa menggunakan perahu sampan.

"Jarak antara kebun dengan lokasi korban bermukim di Talang Ajir sekitar 150 meter. Jalan menuju kebun tergenang air, sehingga korban menggunakan perahu sampan," kata Musakir.

Setelah menaruh pupuk di kebun, Sarimun kembali untuk menjemput istrinya, Manisah. Keduanya lalu bersama-sama naik perahu sampan itu menuju kebun.

Namun, dalam perjalanan itu, perahu yang dinaiki keduanya oleng dan terbalik, sehingga pasutri itu jatuh ke dalam air.

Baca juga: Lima Tahanan yang Kabur di Tanggamus Lampung Ternyata Komplotan Spesialis Pencurian Warung

Kejadian itu dilihat oleh petani lain yang merupakan tetangga kebun korban. Petani itu berusaha menolong, namun kedua korban tenggelam dan tidak bisa ditemukan.

Petani tetangga kebun ini lalu menghubungi keluarga korban dan langsung meminta tolong ke Polsek Pulau Panggung dan Basarnas setempat.

Pencarian pun dilakukan dengan melibatkan polisi, TNI, Basarnas dan warga setempat.

Musakir mengatakan, korban Sarimun ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB atau lima jam setelah tenggelam.

Sarimun ditemukan sekitar tujuh meter dari lokasi tenggelam dalam keadaan meninggal dunia. Sedangkan sang istri, Manisah ditemukan sekitar pukul 17.05 WIB atau tujuh jam sejak korban tenggelam.

"Korban kedua juga ditemukan sudah meninggal dunia sekitar lima meter dari lokasi tenggelam," kata Musakir.

Musakir mengatakan, perahu yang digunakan korban bocor dan sudah tidak layak pakai.

"Dari hasil pemeriksaan, perahu itu sudah tidak layak pakai dan bocor," kata Musakir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat Bayi Ditemukan di Genangan Air di Cilacap, Ternyata Dibuang Ibunya karena Takut Hubungan Gelapnya Terbongkar

Mayat Bayi Ditemukan di Genangan Air di Cilacap, Ternyata Dibuang Ibunya karena Takut Hubungan Gelapnya Terbongkar

Regional
Meriahkan HUT Ke-77 RI, Bupati Luwu Utara Ikut Kibarkan Bendera Merah Putih di Laut

Meriahkan HUT Ke-77 RI, Bupati Luwu Utara Ikut Kibarkan Bendera Merah Putih di Laut

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gibran Copot Paksa Masker Anggota Paspampres yang Pukul Sopir | Kecelakaan Maut di Cianjur

[POPULER NUSANTARA] Gibran Copot Paksa Masker Anggota Paspampres yang Pukul Sopir | Kecelakaan Maut di Cianjur

Regional
Update Korban Kecelakaan Maut Cianjur yang Tewaskan 6 Orang

Update Korban Kecelakaan Maut Cianjur yang Tewaskan 6 Orang

Regional
Perjalanan Maksum, Lulusan Pesantren Berdayakan Puluhan Pemuda melalui Gim 'Online'

Perjalanan Maksum, Lulusan Pesantren Berdayakan Puluhan Pemuda melalui Gim "Online"

Regional
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 15 Agustus 2022: Hujan Ringan Sore hingga Malam

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 15 Agustus 2022: Hujan Ringan Sore hingga Malam

Regional
Prakiraan Cuaca di Palembang Hari Ini, 15 Agustus 2022: Hujan Ringan di Sore Hari

Prakiraan Cuaca di Palembang Hari Ini, 15 Agustus 2022: Hujan Ringan di Sore Hari

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 15 Agustus 2022: Pagi Cerah dan Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 15 Agustus 2022: Pagi Cerah dan Sore Hujan Ringan

Regional
Kesaksian Ayah dan Anak Selamat dari Kecelakaan Maut di Cianjur: Orang-orang Histeris

Kesaksian Ayah dan Anak Selamat dari Kecelakaan Maut di Cianjur: Orang-orang Histeris

Regional
Garut Berstatus Merah, Daerah dengan Angka Stunting Tertinggi di Jabar

Garut Berstatus Merah, Daerah dengan Angka Stunting Tertinggi di Jabar

Regional
6 Lokasi Api Abadi di Indonesia, dari Pulau Jawa hingga Kalimantan

6 Lokasi Api Abadi di Indonesia, dari Pulau Jawa hingga Kalimantan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 14 Agustus 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 14 Agustus 2022

Regional
Detik-detik Angin Kencang Porak-poranda 40 Rumah Warga di Bangkalan dalam Waktu 10 Menit

Detik-detik Angin Kencang Porak-poranda 40 Rumah Warga di Bangkalan dalam Waktu 10 Menit

Regional
Kecelakaan Truk di Tol Semarang-Solo, Dua Korban Dinyatakan Tewas

Kecelakaan Truk di Tol Semarang-Solo, Dua Korban Dinyatakan Tewas

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 14 Agustus 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 14 Agustus 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.