Kuasa Hukum Guru Pesantren Pemerkosa 12 Santriwati Buka Suara, Ini Katanya

Kompas.com - 09/12/2021, 12:02 WIB
Ilustrasi Pencabulan KOMPAS.COM/HANDOUTIlustrasi Pencabulan

BANDUNG, KOMPAS.com - Pimpinan dan guru pesantren di Bandung berinisial HW melakukan tindakan tak terpuji memerkosa 12 santriwati yang merupakan anak didiknya, beberapa korban diketahui ada yang tengah mengandung hingga telah melahirkan anak.

Kuasa Hukum HW, Ira Mambo angkat bicara terkait perkara ini. Menurutnya, selama persidangan terdakwa tak banyak membantah atau membenarkan peristiwa yang terjadi.

Baca juga: Atalia Ridwan Kamil: Pelaku Pelecehan Santriwati Bejat, Harus Dihukum Berat, Para Korban Dapat Trauma Healing

"Kalau selama persidangan sih terdakwa tidak banyak membantah atau banyak membenarkan bahwa peristiwanya seperti itu yang terjadi. Kami PH bukan melulu membabi buta membela terdakwa, namun memang sesuai dengan fakta persidangan," ucap Ira Mambo kuasa hukum dari HW kepada wartawan, Kamis (9/12/2021).

Baca juga: Guru Pesantren di Bandung Perkosa Belasan Santriwati, Dihukum Kebiri?

Pihaknya belum dapat memberikan keterangan terkait pokok perkara dalam kasus ini, lantaran kasus ini masih dalam proses persidangan.

"Mengenai pokok perkara yang didakwakan terjadinya perbuatan asusila itu tetap masih kita tidak bisa memberikan informasi karena kami penasihat hukumnya secara detailnya itu masih dalam praduga tak bersalah. Kami PH-nya tetap kami akan mengacu pada fakta persidangan dan nanti dari kesaksian pun nanti kalau perkara asusila ini lebih jelasnya itu nanti di putusan," tutur Ira.

Baca juga: Guru Pesantren di Bandung Berulang Kali Perkosa Santriwati hingga Ada yang 2 Kali Melahirkan

Kasus guru cabuli santriwati, 40 saksi diperiksa

Dikatakan, saat ini sudah ada 40 saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan yang terdiri korban hingga orangtua.

"Jadi kita sudah memeriksa 40 saksi itu termasuk korban, termasuk orangtua korban, didampingi juga lembaga sosial perlindungan anak dan ada juga dinas juga kemudian kita juga tetap memenuhi prosedural bahwa pada intinya memang ini kan masih pembuktian atau belum pada pokok perkaranya," kata dia.

Dalam persidangan nanti, Ira mengaku tengah mengkaji apakah kliennya itu akan mengajukan saksi yang meringankan hingga saksi ahli atau tidak. Namun hal tersebut tergantung dari jalannya persidangan.

"Jadi memang ada hak kami nanti di bagian terdakwa atau kami untuk memberikan saksi yang meringankan atau kita mau menghadirkan ahli. Tapi karena ini belum tuntas sehingga ketika ahli pun nanti dirasa sudah cukup nanti dari jaksa, tentu kami tidak akan menghadirkan ahli," ujarnya.

"Mengenai saksi yang meringankan, maka kita harus menanyakan dulu ke terdakwa dan kayaknya kalau sekarang ditanyakan juga masih belum efisien karena kita harus komperhensif," kata dia menambahkan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat Pria Ditemukan dalam Selokan, Diduga Korban Kecelakaan

Mayat Pria Ditemukan dalam Selokan, Diduga Korban Kecelakaan

Regional
Serda Miskel Gugur dalam Kontak Tembak di Maybrat, Pangdam: Selangkah Pun Kami Tak Mundur...

Serda Miskel Gugur dalam Kontak Tembak di Maybrat, Pangdam: Selangkah Pun Kami Tak Mundur...

Regional
Jadi Tahanan Lapas di Samarinda, Pria Ini Masih Bisa Kendalikan Peredaran Sabu

Jadi Tahanan Lapas di Samarinda, Pria Ini Masih Bisa Kendalikan Peredaran Sabu

Regional
Bunuh Istri, Pria Ini Mengaku Korban Meninggal karena Mag, Terungkap Saat Jenazah Dimandikan

Bunuh Istri, Pria Ini Mengaku Korban Meninggal karena Mag, Terungkap Saat Jenazah Dimandikan

Regional
Jumlah Warga Tewas akibat Pesta Miras di Blora Bertambah, Jadi 4 Orang

Jumlah Warga Tewas akibat Pesta Miras di Blora Bertambah, Jadi 4 Orang

Regional
Hunian WNA di Karimunjawa Ternyata Izinnya untuk Hotel, Bukan Rumah

Hunian WNA di Karimunjawa Ternyata Izinnya untuk Hotel, Bukan Rumah

Regional
Hendak Kabur ke Bali, Pencuri Kerbau Diringkus Polisi

Hendak Kabur ke Bali, Pencuri Kerbau Diringkus Polisi

Regional
Pelabuhan Adikarto Mangkrak 17 Tahun, Kemendagri Dorong Kelanjutan Pembangunan

Pelabuhan Adikarto Mangkrak 17 Tahun, Kemendagri Dorong Kelanjutan Pembangunan

Regional
Satgas BLBI Sita Tanah 691.204 Meter Persegi Milik Grup Texmaco di Kendal

Satgas BLBI Sita Tanah 691.204 Meter Persegi Milik Grup Texmaco di Kendal

Regional
Mulai Panasi Mesin Politik, PDI-P Ingin Pertahankan Kemenangan Pemilu 2024

Mulai Panasi Mesin Politik, PDI-P Ingin Pertahankan Kemenangan Pemilu 2024

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pandangan Sejarawan Kaltim soal Nama Ibu Kota Negara Nusantara | Seorang Mantan Pemain Timnas U-16 Menderita Penyakit Kronis

[POPULER NUSANTARA] Pandangan Sejarawan Kaltim soal Nama Ibu Kota Negara Nusantara | Seorang Mantan Pemain Timnas U-16 Menderita Penyakit Kronis

Regional
Gunakan Mikrofon Masjid, Pria di Aceh Umukan Dirinya Sebagai Imam Mahdi yang Diturunkan ke Bumi

Gunakan Mikrofon Masjid, Pria di Aceh Umukan Dirinya Sebagai Imam Mahdi yang Diturunkan ke Bumi

Regional
Sosok Iskandar, Kakak Kandung Bupati Langkat yang Ditangkap KPK, Bertugas Kutip Setoran Proyek

Sosok Iskandar, Kakak Kandung Bupati Langkat yang Ditangkap KPK, Bertugas Kutip Setoran Proyek

Regional
Mengaku Imam Mahdi, Pria di Aceh Bikin Heboh Warga, Berujung Diamankan Massa ke Kantor Polisi

Mengaku Imam Mahdi, Pria di Aceh Bikin Heboh Warga, Berujung Diamankan Massa ke Kantor Polisi

Regional
Polisi Gerebek Rumah di 'Kampung Narkoba' Samarinda, Disebut Beromzet Rp 1,8 Miliar

Polisi Gerebek Rumah di 'Kampung Narkoba' Samarinda, Disebut Beromzet Rp 1,8 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.