Kompas.com - 15/11/2021, 20:38 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merespons terkait viralnya video pernyataan Bupati Banyumas Achmad Husein yang memohon kepada KPK untuk memberi tahu lebih dulu kepada kepala daerah sebelum melakukan OTT.

Cuplikan video itu disampaikan Ahmad Husein pada saat pertemuan dengan Ganjar dan Ketua KPK Firli Bahuri dalam Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi bersama Kepala Daerah dan Ketua DPRD se-Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Kamis (11/11/2021).

Ganjar meminta bupati dan wali kota agar tidak takut dengan OTT KPK karena pencegahan terhadap tindak korupsi dimulai dari diri sendiri.

"Maksudnya itu bukan kalau OTT dikasih tahu, bukan. Bupati Banyumas kemarin klarifikasi ke saya, beliau menyampaikan bahwa maksudnya dikasih tahu pencegahannya dulu lah, jangan langsung di-OTT," kata Ganjar di kantornya, Senin (15/11/2021).

Baca juga: Soal OTT KPK, Bupati Banyumas: Sepanjang Saya Tidak Korupsi, Ngapain Takut

Ganjar sudah memberikan penjelasan kepada Bupati Banyumas terkait hal tersebut.

Maka permintaan Bupati Banyumas itu seandainya diketahui ada indikasi maka diperingatkan lebih dahulu.

"Maka kemarin saya sampaikan, ya tidak bisa, kita sendiri harus memperingatkan karena area rawan korupsi kita sudah tahu. Tapi bukan berarti kalau mau OTT dikasih tahu, kalau OTT dikasih tahu ya 'mlayu' (lari)," ungkap Ganjar.

Ganjar menegaskan, dalam pertemuan dengan Ketua KPK Firli Bahuri juga sudah memberikan rambu-rambu untuk area rawan itu.

Itu merupakan salah satu langkah memberikan informasi atau pencegahan agar kepala daerah tidak terlibat kasus korupsi bahkan kena OTT.

"Saya juga sampaikan ke bupati, dari penjelasan KPK itu, ya kita sendiri sebenarnya yang harus mencegah. Bukan kita minta untuk dikasih tahu. Tapi kita cegah diri kita jangan sampai masuk area itu. Kalau nekat ya buat saya itu harus ditangkap," katanya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai Hari Pegawai Pemkot Semarang Dilarang Menggunakan Kendaraan Pribadi, Ini Sebabnya

Mulai Hari Pegawai Pemkot Semarang Dilarang Menggunakan Kendaraan Pribadi, Ini Sebabnya

Regional
Senangnya Pedagang Pasar Banyumas Dikunjungi Puan, Belanja Rp 42.500 Dibayarnya Rp 300.000

Senangnya Pedagang Pasar Banyumas Dikunjungi Puan, Belanja Rp 42.500 Dibayarnya Rp 300.000

Regional
Jokowi Kurbankan Sapi Simmental 814 Kilogram untuk Warga Riau

Jokowi Kurbankan Sapi Simmental 814 Kilogram untuk Warga Riau

Regional
Tampung Warga Pasar Kliwon yang Tak Lolos PPDB, Kuota Kelas Virtual SMAN 2 Solo Terpenuhi

Tampung Warga Pasar Kliwon yang Tak Lolos PPDB, Kuota Kelas Virtual SMAN 2 Solo Terpenuhi

Regional
Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Bangka Belitung Temukan Masalah Data Kependudukan

Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Bangka Belitung Temukan Masalah Data Kependudukan

Regional
Resmikan Pasar Banyumas, Puan Disambut Emak-emak Bawa Spanduk '2024 Mbak Puan Presidenku'

Resmikan Pasar Banyumas, Puan Disambut Emak-emak Bawa Spanduk "2024 Mbak Puan Presidenku"

Regional
Kemendagri: Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki Bukan Anggota TNI Aktif

Kemendagri: Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki Bukan Anggota TNI Aktif

Regional
Gelar Latihan Perang di Selat Riau, TNI AL Ledakkan Ranjau Laut

Gelar Latihan Perang di Selat Riau, TNI AL Ledakkan Ranjau Laut

Regional
Granat Nanas Ditemukan Warga Boyolali Saat Mandi di Sungai, Ternyata Buatan Italia Tahun 1955

Granat Nanas Ditemukan Warga Boyolali Saat Mandi di Sungai, Ternyata Buatan Italia Tahun 1955

Regional
Asosiasi Pariwisata Labuan Bajo Minta Pemerintah Batalkan Kenaikan Harga Tiket Masuk TN Komodo

Asosiasi Pariwisata Labuan Bajo Minta Pemerintah Batalkan Kenaikan Harga Tiket Masuk TN Komodo

Regional
Kepala Desa yang Diprotes Warga lalu Dibawa ke Kantor Polisi Diduga Menjalin Hubungan dengan Perempuan Bersuami

Kepala Desa yang Diprotes Warga lalu Dibawa ke Kantor Polisi Diduga Menjalin Hubungan dengan Perempuan Bersuami

Regional
Jenazah Kepala RS LB Moerdani Merauke Dipulangkan ke Kampung Halaman

Jenazah Kepala RS LB Moerdani Merauke Dipulangkan ke Kampung Halaman

Regional
560 Polisi Diterjunkan untuk Amankan Pelantikan Pj Gubernur Aceh

560 Polisi Diterjunkan untuk Amankan Pelantikan Pj Gubernur Aceh

Regional
Soal Harga Tiket Masuk TN Komodo, Pemkab Manggarai Barat Belum Terima Informasi Resmi

Soal Harga Tiket Masuk TN Komodo, Pemkab Manggarai Barat Belum Terima Informasi Resmi

Regional
Miliki Populasi Sapi Terbesar di Jateng, Blora Genjot Vaksinasi PMK

Miliki Populasi Sapi Terbesar di Jateng, Blora Genjot Vaksinasi PMK

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.