Kompas.com - 09/11/2021, 16:37 WIB
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menduga banjir yang merendam kawasan Kavling Baru, Bida Kabil Blok I, RT 03/RW 021 Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam, disebabkan oleh dua hal. Salah satunya akibat proyek pembangunan kawasan pertokoan. Dok. Humas Pemkot BatamWakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menduga banjir yang merendam kawasan Kavling Baru, Bida Kabil Blok I, RT 03/RW 021 Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam, disebabkan oleh dua hal. Salah satunya akibat proyek pembangunan kawasan pertokoan.

BATAM, KOMPAS.com – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebutkan, banjir yang merendam kawasan Kavling Baru, Bida Kabil Blok I, RT 03/RW 021 Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, disebabkan oleh beberapa hal.

Pertama, akibat curah hujan yang tinggi.

Sementara penyebab lainnya, menurut Amsakar, adalah proyek pembangunan kawasan pertokoan yang dilakukan oleh PT Kaliban, tepat di depan kawasan kavling tersebut.

Baca juga: Kejari Batam Selidiki Dugaan Korupsi Dana BOS Salah Satu SMA Favorit

Dari hasil pengecekan yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga Kota Batam, ditemukan fakta bahwa proyek pembangunan mengakibatkan tertutupnya saluran drainase.

"Karena ada pembangunan, jadi terdampak terhadap parit yang terhalang. Saya sudah empat kali ketemu warga yang terdampak banjir,” kata Amsakar Achmad saat dihubungi, Selasa (9/11/2021).

Baca juga: Niat Gandakan Uang, Pria Asal Batam Malah Tertipu Rp 100 Juta

Penyebab lainnya juga karena kondisi gorong-gorong yang cukup kecil, sehingga tidak dapat menampung debit air yang besar.

Untuk sementara, Pemkot Batam telah menurunkan dua alat berat untuk melakukan normalisasi, serta membuat kolam penampungan.

“Normalisasi drainase cukup mengurai masalah banjir. Faktanya, hujan lebat pagi tadi sudah tidak ada laporan banjir,” kata Amsakar.

 

Selain itu, Pemkot Batam juga akan memanggil pihak pengembang dalam rapat bersama yang akan berlangsung bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam, dan PT Moya Indonesia.

Nantinya, Amsakar akan menanyakan kontribusi pihak Kaliban dalam mengurai persoalan banjir.

“Dan kedua, bagaimana pipa di bawah itu bisa ditekan ke bawah atau ditinggikan ke atas,” kata Amsakar.

Mengenai titik banjir lainnya, Amsakar menyebutkan bahwa Pemda telah memperlebar drainase.

Misalnya seperti di depan RSUD Embung Fatimah dan di dekat kawasan pertokoan Aviari.

“Pembangunan drainase itu sudah berjalan. Mudah-mudahan, ke depannya hal ini bisa teratasi,” kata Amsakar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arus Deras, Truk Pengangkut Bantuan Sembako Korban Banjir di Kukar Terguling

Arus Deras, Truk Pengangkut Bantuan Sembako Korban Banjir di Kukar Terguling

Regional
Antisipasi Kecelakaan, Sejumlah Pohon di Jalan Lintas Taba Penanjung-Kepahiang Akan Dipangkas

Antisipasi Kecelakaan, Sejumlah Pohon di Jalan Lintas Taba Penanjung-Kepahiang Akan Dipangkas

Regional
Gara-gara Penumpang Buang Puntung Rokok, Bus Tiara Mas Terguling di Sumbawa, 9 Orang Terluka

Gara-gara Penumpang Buang Puntung Rokok, Bus Tiara Mas Terguling di Sumbawa, 9 Orang Terluka

Regional
Ayah dan Anak di Bandung Barat Jadi Tersangka Pengeroyokan, Pisau Masih Menancap di Pundak Korban

Ayah dan Anak di Bandung Barat Jadi Tersangka Pengeroyokan, Pisau Masih Menancap di Pundak Korban

Regional
Hari Terakhir Jabat Bupati Lanny Jaya, Befa Jigibalom Minta Pemekaran Provinsi Pegunungan Tengah Segera Disahkan

Hari Terakhir Jabat Bupati Lanny Jaya, Befa Jigibalom Minta Pemekaran Provinsi Pegunungan Tengah Segera Disahkan

Regional
Rayu Pakai Uang Rp 10.000, Paman Cabuli Keponakan 4 Kali di Lampung Selatan

Rayu Pakai Uang Rp 10.000, Paman Cabuli Keponakan 4 Kali di Lampung Selatan

Regional
'Crazy Rich' Bangun Jalan Habis Miliaran Rupiah, Peneliti: Ini Lebih daripada 'Sindiran'...

"Crazy Rich" Bangun Jalan Habis Miliaran Rupiah, Peneliti: Ini Lebih daripada "Sindiran"...

Regional
Lebih Ringan dari Tuntutan JPU, Pemilik Sabu 133 Kg di Aceh Timur Divonis Seumur Hidup

Lebih Ringan dari Tuntutan JPU, Pemilik Sabu 133 Kg di Aceh Timur Divonis Seumur Hidup

Regional
2 Bocah di Magelang Tewas Tercebur Kubangan Galian Septik Tank

2 Bocah di Magelang Tewas Tercebur Kubangan Galian Septik Tank

Regional
Air Terjun Lembah Anai di Sumatera Barat, Harga Tiket dan Rute

Air Terjun Lembah Anai di Sumatera Barat, Harga Tiket dan Rute

Regional
Masuk Perairan Ambalat dan Berniat Mengebom Ikan, 3 Warga Malaysia Diamankan

Masuk Perairan Ambalat dan Berniat Mengebom Ikan, 3 Warga Malaysia Diamankan

Regional
Terlihat Kumuh, Gibran Akan Tertibkan PKL di Kawasan Benteng Vastenburg

Terlihat Kumuh, Gibran Akan Tertibkan PKL di Kawasan Benteng Vastenburg

Regional
Sudah 4 Hari Banjir Melanda 17 Desa di Kukar, Belum Ada Bantuan Masuk

Sudah 4 Hari Banjir Melanda 17 Desa di Kukar, Belum Ada Bantuan Masuk

Regional
80 UMKM Ramaikan Karya Kreatif Banten, BI: UMKM Banten Naik Kelas, Solusi Atasi Pengangguran

80 UMKM Ramaikan Karya Kreatif Banten, BI: UMKM Banten Naik Kelas, Solusi Atasi Pengangguran

Regional
Perkosa Keponakan yang Masih SD hingga Hamil, Pria di Kupang Ditangkap

Perkosa Keponakan yang Masih SD hingga Hamil, Pria di Kupang Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.