Dua Pekan Sintang Kalbar Terendam Banjir, Akses Kendaraan Dalam Kota Nyaris Lumpuh

Kompas.com - 04/11/2021, 13:52 WIB
Banjir telah merendam Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) selama dua pekan atau sejak Jumat 22 Oktober 2021.   Hingga kini, air belum menunjukan tanda-tanda akan surut. Bahkan, akses kendaraan, khususnya roda dua, di dalam kota nyaris lumpuh. IstimewaBanjir telah merendam Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) selama dua pekan atau sejak Jumat 22 Oktober 2021. Hingga kini, air belum menunjukan tanda-tanda akan surut. Bahkan, akses kendaraan, khususnya roda dua, di dalam kota nyaris lumpuh.

SINTANG, KOMPAS.com - Banjir telah merendam Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) selama dua pekan atau sejak Jumat 22 Oktober 2021.

Hingga kini, air belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Bahkan, akses kendaraan, khususnya roda dua, di dalam kota nyaris lumpuh.

"Kami sarankan tidak menggunakan roda dua melewati Jalan Lintas Melawi karena banjirnya cukup dalam. Untuk membantu masyarakat, anggota sudah di tempatkan di titik yang rawan," kata Kasat Lantas Polres Sintang AKP Refandri Meidika Putra dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/11/2021).

Baca juga: Terendam Banjir 1 Meter, Jalan Sintang-Melawi Kalbar Lumpuh

Lumpuhnya akses transportasi jalan utama di dalam kota lantaran ketinggian banjir meningkat.

Menurut Refandri, banyak warga yang mencoba untuk melintas menggunakan kendaraan roda dua dan berakhir dengan mogok.

"Ketinggian banjir di jalan raya sudah mencapai paha orang dewasa," sebut Refandri.

Baca juga: 12 Kecamatan di Sintang Terendam Banjir, PTM Terbatas Dihentikan

Sebagai informasi, banjir di Kalbar merendam 5 kabupaten, yakni Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Melawi, Kabupaten Sintang dan Kabupaten Kapuas Hulu.

Menteri Sosial Tri Rismaharini telah 4 hari di Kalimantan Barat (Kalbar) untuk memastikan penanganan bencana tersebut berjalan dengan baik.

Risma meminta warga agar waspada terhadap pengaruh dari La Nina yang berdampak pada curah hujan tinggi dan juga mengakibatkan bencana banjir.

“Kita menghadapi dampak La Nina yang menyebabkan curah hujan semakin tinggi setiap tahunnya, sehingga semua warga harus tetap siaga,” kata Risma dalam keterangan tertulis saat menyapa korban banjir dan memberikan bantuan atensi bagi lansia serta disabilitas di Kabupaten Sanggau, Rabu (3/11/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiba di Manokwari, Paulus Waterpauw Disambut Tarian Adat Papua Barat

Tiba di Manokwari, Paulus Waterpauw Disambut Tarian Adat Papua Barat

Regional
Kapolda Sulteng: Laporan Densus, DPO MIT Poso Tersisa 1 Orang

Kapolda Sulteng: Laporan Densus, DPO MIT Poso Tersisa 1 Orang

Regional
Polisi Tangkap Dokter Gadungan di Sumsel, Praktik 4 Bulan, Sempat Infus Pasien

Polisi Tangkap Dokter Gadungan di Sumsel, Praktik 4 Bulan, Sempat Infus Pasien

Regional
Belasan Siswa SD di Gowa Diduga Keracunan Usai Makan Jajanan Nasi Kuning di Depan Sekolah

Belasan Siswa SD di Gowa Diduga Keracunan Usai Makan Jajanan Nasi Kuning di Depan Sekolah

Regional
ABK KM Juneayo Maru V yang Hilang Tenggelam di Merauke Ditemukan Tewas

ABK KM Juneayo Maru V yang Hilang Tenggelam di Merauke Ditemukan Tewas

Regional
Polisi Sebut Terduga Pelaku Narkoba yang Tewas di Makassar Melawan Saat Ditangkap

Polisi Sebut Terduga Pelaku Narkoba yang Tewas di Makassar Melawan Saat Ditangkap

Regional
Cium Bau Tak Sedap, Pemancing Temukan Mayat Bayi Perempuan di Tumpukan Sampah Sungai Bengawan Solo

Cium Bau Tak Sedap, Pemancing Temukan Mayat Bayi Perempuan di Tumpukan Sampah Sungai Bengawan Solo

Regional
Seluas 138.661,42 Hektar Perairan di Bintan Ditetapkan Jadi Kawasan Konservasi

Seluas 138.661,42 Hektar Perairan di Bintan Ditetapkan Jadi Kawasan Konservasi

Regional
24.722 Ekor Sapi dan 75.042 Ekor Kambing di Kendal Diklaim Bebas PMK

24.722 Ekor Sapi dan 75.042 Ekor Kambing di Kendal Diklaim Bebas PMK

Regional
Kedapatan Bawa Penumpang, 7 Mobil Pikap Dipajang di Alun-alun Nunukan

Kedapatan Bawa Penumpang, 7 Mobil Pikap Dipajang di Alun-alun Nunukan

Regional
Bayi Tanpa Dinding Perut Lahir di Rejang Lebong Bengkulu, Butuh Dirujuk tetapi Tak Ada Biaya

Bayi Tanpa Dinding Perut Lahir di Rejang Lebong Bengkulu, Butuh Dirujuk tetapi Tak Ada Biaya

Regional
12 SMA Terbaik di Solo Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

12 SMA Terbaik di Solo Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

Regional
3 SMA Terbaik di Makassar Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

3 SMA Terbaik di Makassar Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

Regional
Umbul Pelem Waterpark: Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Umbul Pelem Waterpark: Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Regional
[POPULER NUSANTARA] Takut, Pemilik Rumah KKN di Desa Penari Pindah | Balita 1,5 Tahun yang Hilang Ditemukan Tewas

[POPULER NUSANTARA] Takut, Pemilik Rumah KKN di Desa Penari Pindah | Balita 1,5 Tahun yang Hilang Ditemukan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.