BKSDA Maluku Lepasliarkan 14 Satwa ke Habitatnya di Pulau Seram

Kompas.com - 02/11/2021, 18:54 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku kembali melepasliarkan sebanyak 14 hewan endemik ke habitatnya di Pulau Seram, Maluku.

Belasan  hewan endemik yang dilepasliarkan itu terdiri dari enam ekor burung Nuri Bayan (Eclectus roratus), enam ekor Kakatua Maluku (Cacactua moluccensis) dan dua ekor Ular Sanca Kembang (Python reticulatus).

Pelepasliaran berlangsung di kawasan konservasi suaka alam  Gunung Sahuwai di Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, pada Senin (1/11/2021).

Baca juga: Segera Mediasi, Bupati Maluku Tengah Minta Warga Tak Terprovokasi Bentrok Sengketa Tanah 2 Desa

Kegiatan pelepasliaran satwa liar ini merupakan salah satu program dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK yang bertema ”Living In Harmony With Nature; Melestarikan Satwa Liar Milik Negara”.

Kepala BKSDA Maluku, Danny Pattipeilohy  mengatakan, satwa liar yang dilepasliarkan tersebut merupakan satwa hasil kegiatan patroli dan penjagaan peredaran translokasi satwa dari BKSDA Sumatera Selatan serta penyerahan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon.

“Sebelum dilepasliarkan di habitat aslinya, satwa liar yang dilepasliarkan tersebut sudah terlebih dahulu menjalani proses karantina, rehabilitasi dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di kandang transit Passo Kota Ambon,” kata Danny kepada Kompas.com dalam keterangan tertulis, Selasa (2/11/2021).

Dia menjelaskan pemeriksaan kesehatan terhadap 12 ekor burung tersebut dilakukan oleh petugas dari Balai KSDA Maluku bersama-sama dengan dokter hewan dari Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon.

Baca juga: Luka Terkena Panah, Satu Korban Bentrok di Maluku Tengah Dievakuasi Lewat Jalur Laut

Dipilihnya kawasan konservasi  Suaka Alam Satwa Gunung Sahuwai di Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai lokasi pelepasliaran satwa karena kawasan konservasi tersebut merupakan salah satu habitat asli dari satwa-satwa yang dilepasliarkan.

“Diharapkan satwa-satwa yang dilepasliarkan ini dapat cepat beradaptasi dan berkembang biak di lingkungan barunya sehingga akan berdampak pada peningkatan populasi dan keragaman jenis satwa yang ada di kawasan konservasi Gunung Sahuwai,” ungkapnya.

Kegiatan pelepasliaran 14 satwa liar ini ikut disaksikan oleh Tenaga Ahli Menteri LHK, Sekda Kabupaten Seram Bagian Barat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kepala Balai Taman nasional  Manusela.

Selain itu hadir pula Duta Maritage Indonesia, perwakilan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Dirjen KSDAE, Kepala KPH Seram Bagian Barat, Camat Huamual, Koramil Piru, Polsek Huamual dan Staf Pemerintahan Desa Iha.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tongkang Muatan Peti Kemas Tujuan Singapura Nyaris Tenggelam di Karimun, Kepri

Tongkang Muatan Peti Kemas Tujuan Singapura Nyaris Tenggelam di Karimun, Kepri

Regional
Jokowi Berkunjung ke Taman Balekambang Solo, Ajak Seniman Wayang Orang Berbincang

Jokowi Berkunjung ke Taman Balekambang Solo, Ajak Seniman Wayang Orang Berbincang

Regional
Viral, Video Mahasiswa Sodorkan Kertas 'Unsrat Masih Banyak Pungli' pada Rektor Saat Wisuda, Pihak Kampus Lakukan Investigasi

Viral, Video Mahasiswa Sodorkan Kertas 'Unsrat Masih Banyak Pungli' pada Rektor Saat Wisuda, Pihak Kampus Lakukan Investigasi

Regional
Pembegal Serang Polisi Pakai Kayu Saat Ditangkap, Sudah 4 Tahun Buron

Pembegal Serang Polisi Pakai Kayu Saat Ditangkap, Sudah 4 Tahun Buron

Regional
Anak Idayati Tegaskan Tak Ada Kepentingan Politik di Balik Pernikahan Ibunya dan Ketua MK

Anak Idayati Tegaskan Tak Ada Kepentingan Politik di Balik Pernikahan Ibunya dan Ketua MK

Regional
Warga IKN: Mau Membangun Silakan, asal Warga Jangan Dimiskinkan dan Dibuang

Warga IKN: Mau Membangun Silakan, asal Warga Jangan Dimiskinkan dan Dibuang

Regional
Perempuan Mengaku Pria Cabuli Bocah 14 Tahun di Banyuasin, Kenal di Medsos, Ubah Jenis Kelamin di KTP

Perempuan Mengaku Pria Cabuli Bocah 14 Tahun di Banyuasin, Kenal di Medsos, Ubah Jenis Kelamin di KTP

Regional
Viral Video Mobil Ambulans di NTT Nekat Seberangi Sungai Saat Antar Jenazah

Viral Video Mobil Ambulans di NTT Nekat Seberangi Sungai Saat Antar Jenazah

Regional
Alex Noerdin Dituntut 20 Tahun Penjara, Ini Keterangan Jaksa

Alex Noerdin Dituntut 20 Tahun Penjara, Ini Keterangan Jaksa

Regional
Saat Panglima TNI dan Wapres Jadi Saksi Pernikahan Adik Jokowi dengan Ketua MK

Saat Panglima TNI dan Wapres Jadi Saksi Pernikahan Adik Jokowi dengan Ketua MK

Regional
Momen Presiden Jokowi Nikahkan Langsung Adiknya dengan Ketua MK di Solo

Momen Presiden Jokowi Nikahkan Langsung Adiknya dengan Ketua MK di Solo

Regional
Kapal Wisata Tujuan Labuan Bajo Kandas di Pulau Medang, Ini Kondisi Penumpang

Kapal Wisata Tujuan Labuan Bajo Kandas di Pulau Medang, Ini Kondisi Penumpang

Regional
Sah! Adik Presiden Jokowi dan Ketua MK Menikah

Sah! Adik Presiden Jokowi dan Ketua MK Menikah

Regional
3.834 Hewan Ternak di Kabupaten Lombok Timur Terjangkit PMK

3.834 Hewan Ternak di Kabupaten Lombok Timur Terjangkit PMK

Regional
Operator 'Forklift' di Manokwari Jadi Tersangka, Tak Sengaja Melindas Rekan Kerja hingga Tewas

Operator "Forklift" di Manokwari Jadi Tersangka, Tak Sengaja Melindas Rekan Kerja hingga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.