Bandara Hang Nadim Batam Wajibkan Penumpang Bawa Surat Hasil PCR Negatif

Kompas.com - 24/10/2021, 10:33 WIB
Bandara Hang Nadim, Kota Batam, Kepulauan Riau. Dok. Pemprov KepriBandara Hang Nadim, Kota Batam, Kepulauan Riau.

BATAM, KOMPAS.com – Bandara Hang Nadim di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) memberlakukan wajib melampirkan surat swab test PCR negatif untuk penumpang yang datang dan keluar melalui bandara tersebut.

Aturan ini berlaku mulai Minggu (24/10/2021).

General Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Bambang Soepriono mengatakan,  diberlakukannya aturan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) terbaru bersama Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 21 tahun 2021 yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan serta Kementerian Dalam Negeri.

Adapun pemerintah pusat menetapkan syarat penerbangan domestik wajib melampirkan surat keterangan negatif tes PCR.

Baca juga: Pariwisata Internasional Dibuka, Bandara Hang Nadim Batam Butuh Mesin PCR bagi Wisman

“Syarat itu juga berlaku untuk penerbangan di Bandara Hang Nadim di Batam dan mulai baru diberlakukan,” kata Bambang melalui telepon, Minggu (24/10/2021).

Ia mengatakan, surat keterangan negatif Covid-19 yang ditunjukkan penumpang merupakan hasil tes swab PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal dua hari sebelum keberangkatan.

Ketentuan ini berlaku baik bagi penumpang dengan vaksin dosis pertama maupun dosis kedua.

Baca juga: Pemprov Kepri Minta Bandara Hang Nadim dan Pelabuhan di Kepri Siapkan Fasilitas TCM

“Meski penumpang sudah melakukan vaksin dosis pertama dan kedua, akan tetap diminta untuk menunjukan hasil tes swab PCR negatif dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan,” jelas Bambang.

Bambang juga mengaku untuk pemberlakukan ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), sedangkan untuk tes tersebut, bisa dilakukan di rumah sakit atau klinik yang menyediakan alat tes swab PCR.

 

Selain itu, kata Bambang, Bandara Hang Nadim juga sudah mengizinkan dan memperbolehkan anak usia di bawah 12 tahun melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi pesawat udara.

Kendati demikian, anak-anak yang masih berusia di bawah 12 tahun juga tetap akan diminta untuk menunjukan tes swab PCR negatif maksimal 2X24 jam sebelum keberangkatan.

“Jadi mereka sudah bisa, asalkan dapat menunjukan tes negatif, menerapkan prokes (protokol kesehatan) dan dalam keadaan sehat, serta didampingi orangtua," terang Bambang.

Untuk prokes sendiri, Bambang menjelaskan, sesuai SE terbaru, para penumpang wajib minimal menggunakan masker kain tiga lapis atau masker medis dengan penggunaan sempurna menutupi hidung dan mulut.

Kemudian tidak diperkenankan untuk berbicara satu (via alat telekomunikasi) atau dua arah (berbicara langsung) mengingat terdapat potensi penularan yang erat akibat droplet yang dikeluarkan secara alami saat berbicara.

Selanjutnya, tidak diperkenankan makan atau minum sepanjang penerbangan kurang dari dua jam, kecuali bagi individu yang memiliki kewajiban konsumsi obat terjadwal.

“Terakhir setiap operator moda transportasi wajib mempersiapkan sarana dan prasarananya untuk mengintegrasikan implementasi skrining kesehatan elektronik dengan PeduliLindungi,” pungkas Bambang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa M 4,6 Terjadi di Lombok, Warga Kaget Rasakan Guncangan

Gempa M 4,6 Terjadi di Lombok, Warga Kaget Rasakan Guncangan

Regional
Kesaksian Mbak Jum, PRT Korban Maid Online di Malaysia, Berangkat Gunakan Visa Turis (2)

Kesaksian Mbak Jum, PRT Korban Maid Online di Malaysia, Berangkat Gunakan Visa Turis (2)

Regional
Cerita WNI Jadi Trainer Agen PRT Maid Online Malaysia, Ambil Foto Telanjang Pembantu hingga Sita Dokumen (1)

Cerita WNI Jadi Trainer Agen PRT Maid Online Malaysia, Ambil Foto Telanjang Pembantu hingga Sita Dokumen (1)

Regional
Kesal Tak Dimasakkan, Suami di Tomohon Aniaya Istrinya

Kesal Tak Dimasakkan, Suami di Tomohon Aniaya Istrinya

Regional
Warga Baubau Heboh Temukan 4 Granat Asap Aktif di Tempat Sampah

Warga Baubau Heboh Temukan 4 Granat Asap Aktif di Tempat Sampah

Regional
[POPULER REGIONAL] Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat | Tersesat gara-gara Google Maps

[POPULER REGIONAL] Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat | Tersesat gara-gara Google Maps

Regional
Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Capai 159 Orang, Dua Anak Meninggal Dunia

Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Capai 159 Orang, Dua Anak Meninggal Dunia

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 25 Januari 2022

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 25 Januari 2022

Regional
Pernyataannya Dianggap Menyinggung Warga Kalimantan, Organisasi di Kalsel Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

Pernyataannya Dianggap Menyinggung Warga Kalimantan, Organisasi di Kalsel Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

Regional
Kapolda NTB: Temuan Kasus Omicron di NTB Tak Ubah Jadwal MotoGP

Kapolda NTB: Temuan Kasus Omicron di NTB Tak Ubah Jadwal MotoGP

Regional
Soal Rencana Penghapusan Honorer, Bupati Kendal: Mengikuti Regulasi dari Pusat

Soal Rencana Penghapusan Honorer, Bupati Kendal: Mengikuti Regulasi dari Pusat

Regional
Gara-gara Ditegur Buang Sampah, Lansia Ini Ancam Tebas Tetangganya dengan Parang

Gara-gara Ditegur Buang Sampah, Lansia Ini Ancam Tebas Tetangganya dengan Parang

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2022

Regional
Seorang Pria di Manggarai Timur Diduga Aniaya Ibu Kandungnya

Seorang Pria di Manggarai Timur Diduga Aniaya Ibu Kandungnya

Regional
Wali Kota Bandar Lampung Diisukan Selingkuh, Suami Gelar Sayembara Hadiah Rp 1 Miliar Bagi yang Bisa Buktikan

Wali Kota Bandar Lampung Diisukan Selingkuh, Suami Gelar Sayembara Hadiah Rp 1 Miliar Bagi yang Bisa Buktikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.