Soal Akurasi Data Terpadu Kesejahteran Sosial, Mensos Risma: Tiap Bulan Selalu Diperbaiki

Kompas.com - 24/10/2021, 08:32 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengamati pegawai kementerian sosial yang sedang mengepel marmer Makam Bung Karno di Kota Blitar, Sabtu sore (23/10/2021) KOMPAS.COM/ASIP HASANIMenteri Sosial Tri Rismaharini mengamati pegawai kementerian sosial yang sedang mengepel marmer Makam Bung Karno di Kota Blitar, Sabtu sore (23/10/2021)

BLITAR, KOMPAS.com - Menteri Sosial Tri Rismaharini terus memperbaiki data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang memuat data warga penerima bantuan sosial dari pemerintah.

Berbicara kepada wartawan di kompleks Makam Presiden Soekarno di Kota Blitar pada Sabtu sore (23/10/2021), Risma meminta publik tidak terus menerus menyalahkan validitas dan akurasi DTKS.

Baca juga: Ajari Pekerja Membersihkan Area Makam Bung Karno, Risma: Harus Bersih, Sampai Bisa Dipakai Buat Ngaca

"Kan sudah saya sampaikan enggak bisa terus ngomong salah (data) terus, gak bisa lah kayak gitu. Ini makanya kita perbaiki terus, kita betulkan terus," ujarnya.

Menurutnya, Kementerian Sosial terus melakukan perubahan DTKS berdasarkan usulan pemerintah daerah.

Kata Risma, Kementerian Sosial bahkan melakukan perubahan DTKS sekali dalam setiap bulan.

"Tiap bulan itu selalu ada perubahan dari saya, gitu. Dari usulan daerah. Ada yang meninggal, ada yang bencana alam mengusulkan yang baru, yang dulunya gak miskin jadi miskin," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perbaikan DTKS, kata Risma, terus dilakukan hingga memiliki akurasi yang tinggi dan sinkron dengan data kependudukan.

"Tapi bahwa sekarang semua sudah padan dengan data kependudukan," ujarnya.

Risma mencontohkan, adanya laporan data penerima bantuan sosial ganda di sebuah keluarga dengan satu alamat, namun setelah dilakukan pengecekan ternyata data sudah benar.

"Kita ngomongnya bukan alamat. Kita ngomongnya KK (kartu keluarga). Kalau dia kaya ya dia mungkin beli rumah sendiri. Tapi karena masih miskin maka satu rumah bisa kumpul tiga KK," jelasnya.

Pada 2021, Kementerian Sosial menyalurkan setidaknya tiga jenis bantuan sosial yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bansos Tunai (BST).

Baca juga: Tak Serap Telur Pada Bansos Non Tunai, Risma: Nanti Kalau Pecah Kami Dimaki-maki Lagi

BPNT yang disalurkan mulai Januari hingga Desember tahun ini menjangkau sekitar 18,8 juta penerima dengan nilai Rp 200.000 per bulan untuk setiap penerima.

Sedangkan BST sebesar Rp 300.000 per penerima menjangkau sekitar 10 juta penerima, dan PKH sebesar Rp 300.000 per tiga bulan untuk setiap keluarga penerima menjangkau sekitar 10 juta penerima.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Tangerang Jual Pacar yang Hamil 6 Bulan Seharga Rp 700.000 via Aplikasi 'Online'

Pria Tangerang Jual Pacar yang Hamil 6 Bulan Seharga Rp 700.000 via Aplikasi "Online"

Regional
Eks Ketua DPC Gerindra Blora Sakit Hati Usai Dipecat Prabowo Subianto

Eks Ketua DPC Gerindra Blora Sakit Hati Usai Dipecat Prabowo Subianto

Regional
Jaket Bomber Tenun Ikat Jokowi Dibuat dalam 24 Jam, Harganya Rp 3,5 Juta

Jaket Bomber Tenun Ikat Jokowi Dibuat dalam 24 Jam, Harganya Rp 3,5 Juta

Regional
Janji Ridwan Kamil ke Pengungsi Erupsi Semeru: Jika Ada Apa-apa, Kontak Pemprov Jabar Saja, Kami Menyayangi Warga Lumajang

Janji Ridwan Kamil ke Pengungsi Erupsi Semeru: Jika Ada Apa-apa, Kontak Pemprov Jabar Saja, Kami Menyayangi Warga Lumajang

Regional
Hasil Uji Labfor, Kebakaran Kelenteng Poo An Kiong Blitar akibat Korsleting Listrik

Hasil Uji Labfor, Kebakaran Kelenteng Poo An Kiong Blitar akibat Korsleting Listrik

Regional
Cerita Satpam Nekat Pakai Seragam Polisi buat Konten di TikTok: Sempat Ngotot Dirinya Anggota Polri

Cerita Satpam Nekat Pakai Seragam Polisi buat Konten di TikTok: Sempat Ngotot Dirinya Anggota Polri

Regional
Update Korban Erupsi Semeru: 39 Warga Meninggal, 13 Masih Hilang

Update Korban Erupsi Semeru: 39 Warga Meninggal, 13 Masih Hilang

Regional
Gibran soal Makin Sering Bertemu Bima Arya: Hanya Ngobrol Kecil

Gibran soal Makin Sering Bertemu Bima Arya: Hanya Ngobrol Kecil

Regional
Selama 2021, Ada ASN Pemkot Salatiga Laporkan Terima Gratifikasi Mug hingga Ikat Pinggang

Selama 2021, Ada ASN Pemkot Salatiga Laporkan Terima Gratifikasi Mug hingga Ikat Pinggang

Regional
Kuasa Hukum Guru Pesantren Pemerkosa 12 Santriwati Buka Suara, Ini Katanya

Kuasa Hukum Guru Pesantren Pemerkosa 12 Santriwati Buka Suara, Ini Katanya

Regional
Ada Check Point di Perbatasan Jateng Selama Libur Nataru, Pelintas Bakal Diperiksa Dokumennya

Ada Check Point di Perbatasan Jateng Selama Libur Nataru, Pelintas Bakal Diperiksa Dokumennya

Regional
Bidan Disiram Air Panas sampai Wajah Melepuh gara-gara Tegur Pemilik Warung Kopi yang Setel Musik Keras

Bidan Disiram Air Panas sampai Wajah Melepuh gara-gara Tegur Pemilik Warung Kopi yang Setel Musik Keras

Regional
Polisi Marahi, Ancam, dan Paksa Ibu Muda Korban Pemerkosaan 4 Pria Berdamai, Kapolsek: Mana Mungkin...

Polisi Marahi, Ancam, dan Paksa Ibu Muda Korban Pemerkosaan 4 Pria Berdamai, Kapolsek: Mana Mungkin...

Regional
Potret Teman Perempuan Saat Tidur Telanjang, Seorang Pria di Pontianak Ditangkap

Potret Teman Perempuan Saat Tidur Telanjang, Seorang Pria di Pontianak Ditangkap

Regional
Fakta di Balik Video Ibu Muda Korban Pemerkosaan Dimarahi Polisi Saat Melapor, Bantah Paksa Berdamai

Fakta di Balik Video Ibu Muda Korban Pemerkosaan Dimarahi Polisi Saat Melapor, Bantah Paksa Berdamai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.