Kompas.com - 20/10/2021, 07:46 WIB
Ilustrasi sekolah MChe Lee/Unsplash.comIlustrasi sekolah

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Sleman berencana menambah jumlah sekolah dasar (SD) yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Penambahan ini akan dimulai pada pekan depan.

Baca juga: Kantor Pinjol Ilegal di Sleman Digerebek, Sultan HB X: Pinjam Cepat, Risiko Juga Cepat

"Kita sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Ery Widaryana dalam jumpa pers, Selasa (19/10/2021).

Ery menyampaikan pembelajaran tatap muka terbatas untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sleman mulai dilaksanakan pada 4 Oktober 2021.

Di Kabupaten Sleman, ada 119 SMP yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas. Pembelajaran tatap muka untuk SMP ini didahului dengan asesmen nasional.

Sedangkan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dimulai pada 11 Oktober 2021. Jumlah SD yang melaksanakan pembelajaran tatap muka ada 85 sekolah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Ery, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman telah melaksanakan evaluasi bersama para pengawas. Dari evaluasi, pembelajaran tatap muka terbatas di Kabupaten Sleman berjalan dengan baik.

"Sekolah prokes betul, juknis yang Kita sampaikan juga dilaksanakan. Pembelajaran juga taat dengan apa yang kita atur, sementara satu siswa dalam satu minggu berangkat selama dua hari. Untuk SD dua jam dan SMP tiga jam," bebernya.

Berdasarkan evaluasi, lanjut Ery telah disiapkan penambahan Sekolah Dasar (SD) yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas. Penambahan ini akan mulai PTM pada minggu depan.

"Yang SD kita sudah menyiapkan untuk penambahan sampling akan kita mulai minggu depan sejumlah 85 sekolah lagi. Jadi kita ambil lima sekolah lagi per kapanewon," jelasnya.

Baca juga: Tersangka Pinjol Ilegal Sleman Bertambah, Kini Jadi Tujuh Orang

Sehingga, mulai pekan depan, terdapat 170 sekolah dasar yang menggelar pembelajaran tatap muka. Sampai saat ini, terdapat 511 SD di Sleman.

"Ini akan kita evalusai terus. Seiring dengan menurunya level PPKM kita (Sleman PPKM level 2) ini ke depan akan kita tingkatkan kaitanya dengan kuantitas jumlah sekolah," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belasan Santriwati di Bandung Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ridwan Kamil: Pelaku Biadab dan Tidak Bermoral

Belasan Santriwati di Bandung Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ridwan Kamil: Pelaku Biadab dan Tidak Bermoral

Regional
Cerita Bambang, Selamat Saat Mobilnya Tertimpa Pohon Tumbang, Melompat ke Parit

Cerita Bambang, Selamat Saat Mobilnya Tertimpa Pohon Tumbang, Melompat ke Parit

Regional
Ini Pengakuan Pelaku Pembakar Pria Hidup-hidup di Sumut, Terancam Hukum Mati

Ini Pengakuan Pelaku Pembakar Pria Hidup-hidup di Sumut, Terancam Hukum Mati

Regional
Kontak Tembak dengan KKB, TNI Amankan Senjata Api Rampasan, Milik Prajurit TNI yang Dibunuh

Kontak Tembak dengan KKB, TNI Amankan Senjata Api Rampasan, Milik Prajurit TNI yang Dibunuh

Regional
Diduga Tersambar Petir, Pabrik Pengolahan Karet di Cilacap Terbakar, Karyawan Panik Berhamburan

Diduga Tersambar Petir, Pabrik Pengolahan Karet di Cilacap Terbakar, Karyawan Panik Berhamburan

Regional
Ibu Kandung yang Buang Bayinya di Kardus Bekas di Sukoharjo Jalani 23 Adegan Rekonstruksi

Ibu Kandung yang Buang Bayinya di Kardus Bekas di Sukoharjo Jalani 23 Adegan Rekonstruksi

Regional
Kabur Usai Cabuli Anaknya yang Berusia 10 Tahun, Pria Ini Ditangkap Anggota TNI Perbatasan

Kabur Usai Cabuli Anaknya yang Berusia 10 Tahun, Pria Ini Ditangkap Anggota TNI Perbatasan

Regional
Sulawesi Selatan Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk hingga Awal Tahun 2022

Sulawesi Selatan Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk hingga Awal Tahun 2022

Regional
Bocah 7 Tahun Luka-luka Diduga Didorong Bibinya ke Jurang, Ayahnya Lapor Polisi

Bocah 7 Tahun Luka-luka Diduga Didorong Bibinya ke Jurang, Ayahnya Lapor Polisi

Regional
Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Eks Sekda Sumsel Dituntut 10 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Eks Sekda Sumsel Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Regional
Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Regional
Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Regional
Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Regional
Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.