Kompas.com - 08/10/2021, 14:30 WIB
Ilustrasi pencabulan KOMPAS.COM/HANDOUTIlustrasi pencabulan

MAKASSAR, KOMPAS.com - Ketua Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH Apik) Makassar, Rosmaiti Sain meminta kepolisian dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Luwu Timur melakukan pemeriksaan ulang psikologis ketiga korban pencabulan oleh sang ayah.

Dikatakan Rosmaiti, ketiga korban saat pemeriksaan tidak diberikan pendampingan hukum maupun sosial oleh polisi dan P2TP2A Kabupaten Luwu. 

“Tidak berhak melakukan pemeriksaan psikologis karena korban tidak sertakan pendamping hukum dan pendamping sosial. Apalagi hasil pemeriksaan psikologinya menyatakan tidak ada tanda-tanda traumatik yang dialami para korban. Kenapa bisa seperti itu, jadi kami koalisi meragukan hasil psikologisnya,” tegas Rosmaiti saat dihubungi wartawan, Jumat (8/10/2021).

Baca juga: Mabes Polri Diminta Usut Kasus Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur

Membandingkan hasil pemeriksaan psikologi polisi dan P2TP2A Luwu Timur, ungkap Rosmaiti, LBH Apik juga membawa ketiga korban ini ke psikolog di Makassar.

Hasilnya, kata dia, berbeda dengan hasil pemeriksaan psikolog di Luwu Timur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ternyata hasil pemeriksaan psikolog di Makassar yang kita serahkan ke Polda Sulsel tidak menjadi pertimbangan penyidik,” tuturnya.

Rosmaiti juga membantah, jika ibu korban sebagai pelapor mengalami gangguan kejiwaan seperti yang dinyatakan oleh Polda Sulsel.

“Jika mengalami gangguan kejiwaan, berarti ibu itu harus dirawat dong ataupun punya rekam medis seperti itu. Tapi toh ini ibu korban ke mana-mana berkeliaran,” bantahnya. 

Dengan begitu, LBH Apik meminta kepada Polda Sulsel kembali melakukan pemeriksaan psikologis kepada ketiga korban.

Hal itu sebagai bukti baru penyelidikan polisi dalam penanganan kasus pencabulan tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Heboh Warga Bubarkan Acara Kontes Kecantikan Transgender di Polewali Mandar, Ini Faktanya

Heboh Warga Bubarkan Acara Kontes Kecantikan Transgender di Polewali Mandar, Ini Faktanya

Regional
Bertemu Khofifah, Pembalap Moto3 Mario Aji: Saya Berharap Pembalap Liar Difasilitasi Bakatnya...

Bertemu Khofifah, Pembalap Moto3 Mario Aji: Saya Berharap Pembalap Liar Difasilitasi Bakatnya...

Regional
Tinjau Program Pengembangan Sepak Bola Surabaya-Liverpool, Ini Kata Dubes Inggris

Tinjau Program Pengembangan Sepak Bola Surabaya-Liverpool, Ini Kata Dubes Inggris

Regional
24.563 Petani di Situbondo Dapat Pupuk Urea Gratis, Masing-masing Terima 50 Kilogram

24.563 Petani di Situbondo Dapat Pupuk Urea Gratis, Masing-masing Terima 50 Kilogram

Regional
Cerita Office Boy Dapat Hadiah BMW Seharga Rp 700 Jutaan, Gara-gara Jauh ke ATM

Cerita Office Boy Dapat Hadiah BMW Seharga Rp 700 Jutaan, Gara-gara Jauh ke ATM

Regional
Penderita HIV/AIDS di Jatim Capai 2.526 Orang, Surabaya Tertinggi dengan 323 Kasus

Penderita HIV/AIDS di Jatim Capai 2.526 Orang, Surabaya Tertinggi dengan 323 Kasus

Regional
Kronologi Pencuri Jambret Kalung Emas Warga dan Tinggalkan Motor karena Terjebak Gang Buntu

Kronologi Pencuri Jambret Kalung Emas Warga dan Tinggalkan Motor karena Terjebak Gang Buntu

Regional
Protes Buruh Perkebunan Jember: Penuhi Hak-hak Kami, Gaji Kami Sesuai UMK

Protes Buruh Perkebunan Jember: Penuhi Hak-hak Kami, Gaji Kami Sesuai UMK

Regional
Kecewa soal Pernyataan Dana Rp 12 Triliun Mengendap di Bank, Gubernur Papua Minta Menkeu Sri Mulyani Klarifikasi

Kecewa soal Pernyataan Dana Rp 12 Triliun Mengendap di Bank, Gubernur Papua Minta Menkeu Sri Mulyani Klarifikasi

Regional
Pelaku Bunuh Diri di Lapas, Ini Perjalanan Kasus Pembunuhan Ibu Mertua Bupati Lamongan

Pelaku Bunuh Diri di Lapas, Ini Perjalanan Kasus Pembunuhan Ibu Mertua Bupati Lamongan

Regional
[POPULER NUASNTARA] Panitia Pembangunan Musala Dapat Sumbangan Uang Mainan | Remaja 16 Tahun Bunuh Perempuan di Jalan

[POPULER NUASNTARA] Panitia Pembangunan Musala Dapat Sumbangan Uang Mainan | Remaja 16 Tahun Bunuh Perempuan di Jalan

Regional
Panti Pijat 'Plus-plus' di Tangerang Digerebek, Ternyata Jual Wanita ke Pria Hidung Belang

Panti Pijat "Plus-plus" di Tangerang Digerebek, Ternyata Jual Wanita ke Pria Hidung Belang

Regional
Serang Polisi Saat Ditangkap, Bandar Narkoba di Pinrang Sulsel Ditembak

Serang Polisi Saat Ditangkap, Bandar Narkoba di Pinrang Sulsel Ditembak

Regional
Anggota Dewan yang Tepergok Selingkuh Dilaporkan ke Badan Kehormatan DRPD Lembata

Anggota Dewan yang Tepergok Selingkuh Dilaporkan ke Badan Kehormatan DRPD Lembata

Regional
Komplotan Peretas Aplikasi Koperasi Ditangkap, Curi Identitas Anggota, Diduga Keruk Miliaran Rupiah

Komplotan Peretas Aplikasi Koperasi Ditangkap, Curi Identitas Anggota, Diduga Keruk Miliaran Rupiah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.