Pemkot Blitar Akan Lelang 12 Jabatan Eselon II yang Masih Kosong Usai Mutasi Besar-besaran

Kompas.com - 02/10/2021, 17:55 WIB
Pelantikan 248 pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemkot Blitar, Sabtu (2/10/2021) KOMPAS.COM/ASIP HASANIPelantikan 248 pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemkot Blitar, Sabtu (2/10/2021)

BLITAR, KOMPAS.com - Sebanyak 12 jabatan organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Blitar masih kosong usai mutasi besar-besaran terhadap 248 pejabat eselon II hingga IV.

Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, akan segera melakukan lelang jabatan untuk posisi kepala dari 12 OPD yang masih kosong tersebut.

Sebagian dari kekosongan itu terjadi akibat ditinggalkan pejabat eselon II yang terkena mutasi dan rotasi tersebut.

Baca juga: Mutasi 248 Pejabat, Wali Kota Blitar: Ada yang Senang, Ada yang Susah

"Lelang jabatan beberapa pos jabatan eselon II akan kita lakukan," ujar Santoso usai melantik 248 pejabat baru, Sabtu (2/10/2021).

Menurut Santoso, lelang jabatan akan segera dilaksanakan agar posisi kosong di Pemkot Blitar segera terisi.

Selama ini, dirinya tidak dapat melakukan proses mutasi dan rotasi jabatan karena terkendala peraturan Kemendagri tentang larangan kepala daerah melakukan mutasi pejabat dalam kurun 6 bulan setelah pelantikan sebagai kepala daerah.

"Setelah itu (lelang jabatan) tidak lama lagi akan kita isi sehingga tidak ada yang kosong agar roda pemerintahan berjalan maksimal," ujarnya.

Posisi jabatan kepala OPD yang kosong adalah Badan Kepegawaian Daerah, Dinas Sosial, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Selanjutnya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Lingkungan Hidup, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Baca juga: 7 Hal soal Bagi-bagi Telur Gratis di Blitar, Aksi Keprihatinan yang Berakhir Ricuh

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim meminta agar lelang jabatan untuk golongan pejabat eselon II kelak dapat berlangsung dengan baik sehingga tersaring pejabat yang kompeten.

Menurut Syahrul, terdapat kekurangan jumlah pejabat yang memenuhi kriteria untuk menduduki jabatan sebagai kepala OPD.

"Penyelenggara lelang nanti kan pihak ketiga. Tapi saya harap Pemkot jeli dalam andilnya menyeleksi," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pulang Dari Turki, Residivis Kasus Penipuan Berkedok Investasi Ditangkap

Pulang Dari Turki, Residivis Kasus Penipuan Berkedok Investasi Ditangkap

Regional
16 WNI dari Malaysia Masuk via Entikong Kalbar Positif Covid-19

16 WNI dari Malaysia Masuk via Entikong Kalbar Positif Covid-19

Regional
Bawa Puluhan Bom Ikan ke Raja Ampat, 5 Nelayan Ditangkap di Perairan Sorong

Bawa Puluhan Bom Ikan ke Raja Ampat, 5 Nelayan Ditangkap di Perairan Sorong

Regional
Kepala Inspektorat Seram Bagian Barat yang Aniaya 2 Pramuria Lapor Balik ke Polisi

Kepala Inspektorat Seram Bagian Barat yang Aniaya 2 Pramuria Lapor Balik ke Polisi

Regional
Tercatat 96 Kasus DBD di Manggarai Barat, Tertinggi di NTT

Tercatat 96 Kasus DBD di Manggarai Barat, Tertinggi di NTT

Regional
Detik-detik Bocah Diterkam dan Dibawa Buaya, Sempat Ditarik Kakaknya

Detik-detik Bocah Diterkam dan Dibawa Buaya, Sempat Ditarik Kakaknya

Regional
Seluk Beluk Penerapan Smart City di Indonesia, Tantangan dan Peluang

Seluk Beluk Penerapan Smart City di Indonesia, Tantangan dan Peluang

Regional
Istri Ketakutan Dikejar Suami Bawa Pisau Dapur, Sempat Dipukuli dengan Tabung Gas Melon

Istri Ketakutan Dikejar Suami Bawa Pisau Dapur, Sempat Dipukuli dengan Tabung Gas Melon

Regional
Tinggalkan Kampung Halaman untuk Bekerja, Kini Sukri Habiskan Harinya dalam Kondisi Terpasung

Tinggalkan Kampung Halaman untuk Bekerja, Kini Sukri Habiskan Harinya dalam Kondisi Terpasung

Regional
Sopir Mengantuk, Bus Tabrak Truk dan Terguling di Tol Jakarta - Cikampek

Sopir Mengantuk, Bus Tabrak Truk dan Terguling di Tol Jakarta - Cikampek

Regional
Bukan Arab, 3 Batu Nisan Kuno yang Ditemukan di Palembang Bertulis Aksara Jawi

Bukan Arab, 3 Batu Nisan Kuno yang Ditemukan di Palembang Bertulis Aksara Jawi

Regional
Motif Pria di Semarang Tusuk Istri 14 Kali hingga Tewas: Tersinggung Diminta Cari Kerja

Motif Pria di Semarang Tusuk Istri 14 Kali hingga Tewas: Tersinggung Diminta Cari Kerja

Regional
Cerita Pedagang Dikunjungi Presiden Jokowi: Enggak Boleh Ngomong Apa-apa, Cuma Boleh Jawab Kalau Ditanya

Cerita Pedagang Dikunjungi Presiden Jokowi: Enggak Boleh Ngomong Apa-apa, Cuma Boleh Jawab Kalau Ditanya

Regional
Pria di NTT Tendang dan Seret Ayahnya di Tempat Keramaian

Pria di NTT Tendang dan Seret Ayahnya di Tempat Keramaian

Regional
Usai Bertengkar dengan Suami, Seorang Perempuan Ditemukan Tewas Gantung Diri

Usai Bertengkar dengan Suami, Seorang Perempuan Ditemukan Tewas Gantung Diri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.