Soal Penganiayaan Napi di Lapas Tanjung Gusta Medan, Kakanwil Kemenkumham: Satu Oknum Pegawai Terbukti

Kompas.com - 30/09/2021, 14:39 WIB
Kakanwil Kemenkumham Sumut Imam Suyudi mengakui  seorang pegawai Lapas Kelas 1 Tanjung Gusta Medan terlibat dalam penganiayaan narapidana di lapas itu. KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALIKakanwil Kemenkumham Sumut Imam Suyudi mengakui seorang pegawai Lapas Kelas 1 Tanjung Gusta Medan terlibat dalam penganiayaan narapidana di lapas itu.

MEDAN, KOMPAS.com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia  Sumatera Utara (Kemenkumham Sumut), Imam Suyudi mengatakan, seorang oknum pegawai di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tanjung Gusta Medan terlibat dalam penganiayaan terhadap seorang narapidana di lapas tersebut.

"Satu (oknum pegawai) yang terbukti. Penganiayaan," ujar Imam usai dimintai keterangan oleh Ombudsman di Kantor Ombudsman Perwakilan Sumut di Medan, Kamis (30/9/2021).

Sejauh ini, Kanwil Kemenkumham Sumut baru memberi pembinaan kepada oknum pegawai yang diduga kuat sebagai pelaku penganiayaan itu.

Baca juga: Ombudsman Segera Investigasi Dugaan Penganiayaan Napi di Lapas Tanjung Gusta Medan

"Tentunya bagi (oknum) pegawai yang bersangkutan kita tarik ke kantor wilayah untuk kita lakukan pembinaan," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, sampai saat ini, sedikitnya sudah ada empat orang warga binaan dan dua orang pegawai lapas yang diperiksa untuk mencari titik terang dugaan kasus penganiayaan itu.

Selain itu, pihak Kemenkumham masih terus mendalami kasus ini secara internal.

Baca juga: Kalapas Tanjung Gusta Medan Masih Selidiki HP yang Dipakai Napi Terkait Beredarnya Video Dugaan Penganiayaan di Lapas

Sembari menjalani masa pembinaan, sanksi disiplin juga menanti oknum pegawai itu apabila sudah terbukti kuat melakukan penganiayaan.

Seluruh pegawai di lapas juga terus diberi penguatan untuk menjalankan tugas dengan baik.

Sementara warga binaan atau napi juga diberi pemahaman soal hak dan kewajiban mereka selama menjadi penghuni lapas.

Dia mengakui, sejauh ini upaya menekan tindakan penganiayaan terus dilakukan dengan dua hal tersebut.

CCTV juga sudah dipasang di sejumlah titik untuk memastikan pengawasan dan pengamanan di dalam lapas berjalan baik.

Soal telepon genggam napi

Pihaknya juga masih melakukan penelusuran terkait masih beredarnya telepon genggam di dalam lapas.

"Upaya pembersihan sudah dilakukan. Kami juga tidak mau rumah (lapas) kami jelek. Tentu nanti akan ada hukuman," tegasnya.


Dia mengungkapkan, sampai saat ini, penghuni lapas dan rutan di Sumut mencapai kurang lebih 35.000 orang.

Angka itu sudah melebihi kapasitas normal pada angka 12.500 orang.

Hal ini juga menjadi salah satu penyebab upaya pengawasan dan pengamanan di lapas dan rutan menjadi lebih berat.

Sejumlah pihak turut diperiksa

Kepala Ombudsman Perwakilan Sumut Abyadi Siregar mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya terus melakukan penelusuran kasus ini.

"Hari ini kita panggil Kakanwil soal kewenangan dia dalam kasus ini," kata Abyadi.

Sebelumnya, Ombudsman juga sudah memeriksa sejumlah pihak, antara lain Kepala Pengamanan Lapas Tanjung Gusta, Kalapas, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sumut dan dua orang narapidana yang ada dalam rekaman video dugaan penganiayaan itu.

Pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan di lapas itu.

Namun hasil dari rangkaian pemeriksaan dan klarifikasi itu belum bisa dibeberkan Abyadi dengan alasan pemeriksaan masih berlanjut.

 

Sempat viral di media sosial

Sebelumnya diberitakan, seorang napi di Lapas Kelas 1 Tanjung Gusta Medan mengaku dianiaya pegawai lapas.

Dalam video berdurasi 45 detik yang viral di media sosial, seorang napi menyebut rekannya dipukuli karena tidak memberikan uang kepada petugas.

Baca juga: Viral, Video Napi Lapas Tanjung Gusta Medan Ngaku Dianiaya, Dipukuli jika Tak Bayar Rp 40 Juta ke Petugas

Pria itu merekam dan memperlihatkan punggung rekannya yang memar karena diduga dianiaya.

"Ini tindakan pegawali Lapas Kelas 1 Medan. Kami bukan binatang, kami manusia, Pak. Kami dikereng sampai bertahun-tahun di sini karena kasus kecil aja. Dimintai uang Rp 30 juta-Rp 40 juta baru bisa keluar. Kalau enggak, kami dipukuli seperti ini kalau enggak kasih uang," ujar pria tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Gibran Main Bulu Tangkis Bareng Sigit Budiarto, Begini Hasil Akhirnya

Saat Gibran Main Bulu Tangkis Bareng Sigit Budiarto, Begini Hasil Akhirnya

Regional
Briptu BH Tertembak di Bagian Pipi Saat Amankan Bentrokan di Maluku Tengah

Briptu BH Tertembak di Bagian Pipi Saat Amankan Bentrokan di Maluku Tengah

Regional
KM Pantokrator Keluarkan Kepulan Asap Saat Berlabuh di Samarinda, Penumpang Panik

KM Pantokrator Keluarkan Kepulan Asap Saat Berlabuh di Samarinda, Penumpang Panik

Regional
Gubernur Riau Gandeng ICC untuk Kembangkan Komoditas Kelapa

Gubernur Riau Gandeng ICC untuk Kembangkan Komoditas Kelapa

Regional
Rugikan Negara Rp 11 Miliar, Mantan Ketua KONI Bengkulu Divonis 11 Tahun

Rugikan Negara Rp 11 Miliar, Mantan Ketua KONI Bengkulu Divonis 11 Tahun

Regional
Pegadaian : Barang yang Bisa Digadai, Syarat, dan Ciri Usaha Gadai Gelap

Pegadaian : Barang yang Bisa Digadai, Syarat, dan Ciri Usaha Gadai Gelap

Regional
Lima Tahanan yang Kabur di Tanggamus Lampung Ternyata Komplotan Spesialis Pencurian Warung

Lima Tahanan yang Kabur di Tanggamus Lampung Ternyata Komplotan Spesialis Pencurian Warung

Regional
Sengketa Lahan, Penyebab Bentrok di Maluku Tengah yang Menewaskan 2 Warga dan Lukai 1 Polisi

Sengketa Lahan, Penyebab Bentrok di Maluku Tengah yang Menewaskan 2 Warga dan Lukai 1 Polisi

Regional
'Kami Minta Masyarakat Tidak Menyebarkan Foto dan Video Situasi Bentrok dan Kondisi Korban'

"Kami Minta Masyarakat Tidak Menyebarkan Foto dan Video Situasi Bentrok dan Kondisi Korban"

Regional
Anggotanya Perkosa Mahasiswi, Kapolresta Banjarmasin Minta Maaf

Anggotanya Perkosa Mahasiswi, Kapolresta Banjarmasin Minta Maaf

Regional
Seorang Polisi Tertembak Saat Mengamankan Bentrokan Warga di Maluku Tengah, Begini Kondisinya

Seorang Polisi Tertembak Saat Mengamankan Bentrokan Warga di Maluku Tengah, Begini Kondisinya

Regional
Polisi Amankan 8 Truk Ekspedisi Berstiker Pertamina Bawa Barang Bekas Ilegal dari Malaysia

Polisi Amankan 8 Truk Ekspedisi Berstiker Pertamina Bawa Barang Bekas Ilegal dari Malaysia

Regional
Mendagri Malaysia Kunjungi Kampung Asalnya di Kampar Riau, Makan 'Bajambau' di Masjid Tanpa Paku

Mendagri Malaysia Kunjungi Kampung Asalnya di Kampar Riau, Makan "Bajambau" di Masjid Tanpa Paku

Regional
Bentrok 2 Desa di Maluku Tengah, Polisi Minta Warga Tahan Diri

Bentrok 2 Desa di Maluku Tengah, Polisi Minta Warga Tahan Diri

Regional
Profil Cipto Mangunkusumo dan Perjuangan Memberantas Wabah Pes di Malang

Profil Cipto Mangunkusumo dan Perjuangan Memberantas Wabah Pes di Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.