Kompas.com - 28/09/2021, 07:35 WIB
Joko Sutopo KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIJoko Sutopo

WONOGIRI, KOMPAS.com - Bupati Wonogiri, Joko Sutopo menyatakan pemerintah belum mengizinkan tempat wisata buka kendati saat ini bumi gaplek sudah berada di zona kuning.

Pasalnya, saat ini Pemkab Wonogiri masih fokus untuk percepatan vaksinasi agar segera terbentuk kekebalan komunitas.

Tempat wisata yang dikelola desa atau level kecamatan belum kami izinkan untuk dibuka. Saya kejar dulu vaksinasi,” ujar Jekek sapaan akrab Joko Sutopo kepada Kompas.com, Senin (27/9/2021).

Baca juga: PTM Jalan Terus meski Ada Klaster Covid-19 di Sekolah, Bupati Wonogiri: Tidak Sepakat

Ia khawatir bila tempat wisata diizinkan buka dapat menimbulkan klaster baru. Terlebih saat ini, capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Wonogiri baru mencapai 55 persen.

Untuk itu, kata Jekek, pembukaan tempat wisata dan izin hajatan akan dipertimbangkan setelah target vaksinasi sudah terselesaikan semuanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Total jumlah target sasaran vaksinasi di Kabupaten Wonogiri mencapai 855.663. Dari target itu jumlah warga yang sudah divaksin sebanyak 467.315 orang.

Perinciannya, nakes sebanyak 63.329 (170,13 persen), lansia sejumlah 64.273 (38,43 persen), petugas pelayanan publik sebesar 126.248 (203,92 persen), masyarakat rentan & umum 261.933 (48,99 persen), dan remaja (usia 12-17 tahun) sebanyak 8.532 (9,68 persen).

Jekek menargetkan, 45 persen warga yang belum tervaksin akan selesai menjalani vaksinasi dalam tiga pekan kedepan.

Baca juga: 855.663 Warga di Wonogiri Ditargetkan Terima Vaksinasi Dosis Pertama pada Oktober

Ia optimistis, sisa target itu dapat terselesaikan mengingat Pemkab Wonogiri memiliki stok vaksin hingga 336.000 dosis.

Stok vaksin yang dimiliki merupakan akumasi penambahan dari pemerintah pusat, TNI dan Polri.

Untuk menyelesaikan sisa target sasaran yang belum divaksin, Pemkab Wonogiri mengerahkan 399 vaksinator yang tersebar di 25 kecamatan.

Pemkab Wonogiri memilih lokasi vaksinasi tersebar di 25 kantor kecamatan.

Jekek tidak memilih puskesmas sebagai lokasi vaksinasi lantaran sarana dan prasarana yang kurang mumpuni sehingga dapat menimbulkan kerumunan.

Ia mencontohkan sempitnya lahan parkir dan dan terbatasnya daya tampung ruang antri menjadikan potensi terjadinya kerumunan warga yang hendak vaksin.

Padahal setiap hari, Jekek menginstruksikan setiap kecamatan dalam sehari minimal harus bisa memvaksin 600 warganya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Suami Istri yang Dianiaya Oknum Satpol PP Gowa Jadi Tersangka | Kecelakaan Beruntun di Salatiga

[POPULER NUSANTARA] Suami Istri yang Dianiaya Oknum Satpol PP Gowa Jadi Tersangka | Kecelakaan Beruntun di Salatiga

Regional
Konflik Bersenjata di Papua, 'Hujan Mortir' Buatan Serbia di Kiwirok (2)

Konflik Bersenjata di Papua, "Hujan Mortir" Buatan Serbia di Kiwirok (2)

Regional
Bertemu Petani Usai Resmikan Bendungan Tugu, Presiden Berharap Hasil Pertanian Meningkat

Bertemu Petani Usai Resmikan Bendungan Tugu, Presiden Berharap Hasil Pertanian Meningkat

Regional
Konflik Bersenjata di Papua, Ini Kisah Bocah yang Tewas Tertembak di Intan Jaya (1)

Konflik Bersenjata di Papua, Ini Kisah Bocah yang Tewas Tertembak di Intan Jaya (1)

Regional
Saat Presiden Jokowi Berdialog dengan Petani di Trenggalek

Saat Presiden Jokowi Berdialog dengan Petani di Trenggalek

Regional
Remaja 16 Tahun Bunuh Perempuan di Jalan Kaliurang, Awalnya Ingin Rampok dan Perkosa Korban

Remaja 16 Tahun Bunuh Perempuan di Jalan Kaliurang, Awalnya Ingin Rampok dan Perkosa Korban

Regional
Guru SD Diduga Perkosa Seorang Remaja, Berawal Pergoki Korban Berbuat Mesum

Guru SD Diduga Perkosa Seorang Remaja, Berawal Pergoki Korban Berbuat Mesum

Regional
Alami Kecelakaan, Umari Dilantik Jadi Lurah di Kulon Progo dengan Wajah Luka dan Pakaian Bernoda

Alami Kecelakaan, Umari Dilantik Jadi Lurah di Kulon Progo dengan Wajah Luka dan Pakaian Bernoda

Regional
DPD PDI-P NTT Sepakat Pecat Anggota DPRD Lembata yang Tepergok Selingkuh dengan Istri Orang

DPD PDI-P NTT Sepakat Pecat Anggota DPRD Lembata yang Tepergok Selingkuh dengan Istri Orang

Regional
Ditargetkan Rampung Akhir Tahun Depan, Bandara Kediri Akan Beroperasi Pertengahan 2023

Ditargetkan Rampung Akhir Tahun Depan, Bandara Kediri Akan Beroperasi Pertengahan 2023

Regional
Di Trenggalek, Jokowi Bujuk Menteri PUPR Beli Sepatu Warna Kuning untuk Naik Motor

Di Trenggalek, Jokowi Bujuk Menteri PUPR Beli Sepatu Warna Kuning untuk Naik Motor

Regional
Vaksinasi 'Door to Door' di Ambon, Wali Kota: Kalau Ada Masyarakat yang Tidak Mau, Jangan Paksa...

Vaksinasi "Door to Door" di Ambon, Wali Kota: Kalau Ada Masyarakat yang Tidak Mau, Jangan Paksa...

Regional
 Pasang Barcode Milik Orang Lain, Ini Kronologi 2 Warga NTT Palsukan Kartu Vaksin demi BLT

Pasang Barcode Milik Orang Lain, Ini Kronologi 2 Warga NTT Palsukan Kartu Vaksin demi BLT

Regional
4 Pamong Desa dan 8 Pegawai BUMN di Kabupaten Blitar Diduga Ikut Terima Bansos

4 Pamong Desa dan 8 Pegawai BUMN di Kabupaten Blitar Diduga Ikut Terima Bansos

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 30 November 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 30 November 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.