Kiat Pembudidaya Ulat Sutera Bertahan Saat Pandemi, Olah Murbei Jadi Teh hingga Jualan Batang Pohon

Kompas.com - 16/09/2021, 12:42 WIB
Pembudidaya Ulat sutera menunjukkan kepompong yang akan diolah menjadi benang sutra. Tiap satu kepompong menghasilkan benang sepanjang 1.400 meter. KOMPAS.COM/CANDRA NUGRAHAPembudidaya Ulat sutera menunjukkan kepompong yang akan diolah menjadi benang sutra. Tiap satu kepompong menghasilkan benang sepanjang 1.400 meter.

 

Dulu sampai tak bisa penuhi pesanan, saat pandemi pesanan sulit

Sebelum terjadi pandemi Covid-19, usaha kain tenun mereka terbilang lancar. Banyak pesanan yang datang. Bahkan mereka tak sanggup memenuhi pesanan itu.

"Awal dapat bantuan, pasar sangat bagus. Dari 11 perajin tak sanggup memenuhi pesanan," kata Kholib.

Saat itu, total para perajin memiliki 40 alat tenun. Rata-rata, setiap alat menghasilkan dua potong kain sutra per minggunya. "Jadi bisa 80 potong kain per minggu," jelasnya.

Saat terjadinya pandemi, usaha tenun sutra mulai terkena dampak. Pesanan yang mayoritas berasal dari Jakarta, berkurang.

"Juni-Juli kita di-nol (tak ada pesanan). Baru awal Agustus ada pesanan lagi," kata Kholib.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menambahkan, tahun 2020 dan awal 2021, pihaknya kembali mendapat bantuan berupa modal kerja, bahan baku benang, penanaman murbei hingga perbaikan kandang ulat sutera.

Saat ini, para perajin tetap memproduksi kain sutra. Hanya saja produksinya tidak maksimal mengingat berkurangnya pesanan.

"Kendalanya kita masa pandemi sejak 2020, jadi pasar ada tapi terbatas. Jadi sekarang, kita dalam kondisi bertahan," kata Kholib

Kain sutra dipesan desainer beken

Untuk memasarkan produk kain tenun sutra, Kholid dan anggota kelompoknya mengikuti sejumlah even yang digelar di Bandung maupun Jakarta. Dari mengikuti even tersebut, produk kain tenun mereka mulai dikenal desainer.

"(Dipesan) Itang Yunaz, Harry Ibrahim, karena kita sering ikut pameran," kata Kholib.

Harga kain sutra produksi warga Kampung Sutra Karanganyar bervariasi. Menurut Kholib, kain sutra sulam satu stel ada yang dibanderol Rp 1,6 juta.

Jenis kain sutra yang diproduksi baru empat jenis, yakni sulam, bulu, organdi dan bulu batang. "Rata-rata beli jenis bulu, karena harga enggak terlalu mahal. Di kisaran Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu per potong," kata Kholib.

Olah daun murbei menjadi teh

Di saat kondisi sulit, karena pesanan berkurang, Kholib dan kelompoknya tak tinggal diam. Mereka kemudian mengolah daun murbei menjadi teh.

"Daun kita pakai pakan ulat. Namun masih banyak sisa. Kita manfaatkan pucuknya untuk teh murbei," kata Kholib.

Selain teh, lanjut dia, ada juga konsumen yang mau beli daunnya saja. Mereka kemudian mengolah sendiri daun tersebut.

Selain daun, Kholib dan anggota kelompok juga menjual batang pohon murbei. Murbei ditanam dengan cara stek, sehingga batangnya bisa dijual dan ditanam kembali.

"Bulan April kemarin ada pesanan dari Bali, kemudian dari Lampung," kata Kholib.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjebak Macet akibat Tanah Longsor hingga Meninggal, Jenazah Ditandu Lewat Pinggir Sungai

Terjebak Macet akibat Tanah Longsor hingga Meninggal, Jenazah Ditandu Lewat Pinggir Sungai

Regional
Belasan Santriwati di Bandung Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ridwan Kamil: Pelaku Biadab dan Tidak Bermoral

Belasan Santriwati di Bandung Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ridwan Kamil: Pelaku Biadab dan Tidak Bermoral

Regional
Cerita Bambang, Selamat Saat Mobilnya Tertimpa Pohon Tumbang, Melompat ke Parit

Cerita Bambang, Selamat Saat Mobilnya Tertimpa Pohon Tumbang, Melompat ke Parit

Regional
Ini Pengakuan Pelaku Pembakar Pria Hidup-hidup di Sumut, Terancam Hukum Mati

Ini Pengakuan Pelaku Pembakar Pria Hidup-hidup di Sumut, Terancam Hukum Mati

Regional
Kontak Tembak dengan KKB, TNI Amankan Senjata Api Rampasan, Milik Prajurit TNI yang Dibunuh

Kontak Tembak dengan KKB, TNI Amankan Senjata Api Rampasan, Milik Prajurit TNI yang Dibunuh

Regional
Diduga Tersambar Petir, Pabrik Pengolahan Karet di Cilacap Terbakar, Karyawan Panik Berhamburan

Diduga Tersambar Petir, Pabrik Pengolahan Karet di Cilacap Terbakar, Karyawan Panik Berhamburan

Regional
Ibu Kandung yang Buang Bayinya di Kardus Bekas di Sukoharjo Jalani 23 Adegan Rekonstruksi

Ibu Kandung yang Buang Bayinya di Kardus Bekas di Sukoharjo Jalani 23 Adegan Rekonstruksi

Regional
Kabur Usai Cabuli Anaknya yang Berusia 10 Tahun, Pria Ini Ditangkap Anggota TNI Perbatasan

Kabur Usai Cabuli Anaknya yang Berusia 10 Tahun, Pria Ini Ditangkap Anggota TNI Perbatasan

Regional
Sulawesi Selatan Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk hingga Awal Tahun 2022

Sulawesi Selatan Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk hingga Awal Tahun 2022

Regional
Bocah 7 Tahun Luka-luka Diduga Didorong Bibinya ke Jurang, Ayahnya Lapor Polisi

Bocah 7 Tahun Luka-luka Diduga Didorong Bibinya ke Jurang, Ayahnya Lapor Polisi

Regional
Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Eks Sekda Sumsel Dituntut 10 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Eks Sekda Sumsel Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Regional
Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Regional
Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Regional
Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.