Angka Kematian Pasien Covid-19 di Bali Tinggi, Ini Penjelasan Gubernur Koster

Kompas.com - 08/09/2021, 11:33 WIB
Ilustrasi jenazah Kompas.comIlustrasi jenazah

BALI, KOMPAS.com - Kasus kematian pasien Covid-19 di Bali terus meningkat dalam hitungan hari.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, tingginya kasus kematian disebabkan karena warga terlambat melakukan tes dan menyebabkan kondisi memburuk saat masuk rumah sakit (RS).

"Banyak kasus kematian terjadi karena warga terlambat melakukan testing swab PCR dan masuk ke RS dalam kondisi sudah parah sehingga sangat membahayakan nyawanya, bahkan tidak bisa diselamatkan ketika mengalami perawatan di Rumah Sakit," kata Koster dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (8/9/2021)

Baca juga: Bali Masih PPKM Level 4, Mall dan Tempat Wisata Uji Coba Dibuka, Ini Syaratnya

Warga diminta cepat merespons kondisi

Koster meminta warga Bali yang mengalami gejala awal seperti demam, pilek, batuk, sesak nafas, hilang indra penciuman dan perasa, agar segera melakukan tes swab berbasis PCR yang disediakan oleh Satgas Covid-19.

Warga yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19 diminta berinisiatif dan bersedia untuk mengikuti tracing yang dilaksanakan oleh Aparat seperti TNI dan Polri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara untuk pasien yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan agar segera berinisiatif melakukan isolasi terpusat yang telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota.

"Dilarang melakukan isolasi mandiri di rumah, agar tidak menular kepada keluarga," kata dia.

Baca juga: Sepakat Berdamai dengan Warga, Dandim Buleleng Bali Segera Cabut Laporan Polisi

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ubah Strategi Vaksinasi, Gresik Siapkan Mobil Vaksin

Ubah Strategi Vaksinasi, Gresik Siapkan Mobil Vaksin

Regional
Ditanya Maju Pilpres 2024, Sandi: Biar Masyarakat yang Menentukan

Ditanya Maju Pilpres 2024, Sandi: Biar Masyarakat yang Menentukan

Regional
Satu 'Debt Collector' Pinjol Ilegal Sleman Ditetapkan sebagai Tersangka

Satu "Debt Collector" Pinjol Ilegal Sleman Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
Tak Mau Dinasehati, Anggota DPRD Sumba Tengah Aniaya Pendeta

Tak Mau Dinasehati, Anggota DPRD Sumba Tengah Aniaya Pendeta

Regional
4 Bus Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Tangerang-Merak, Sopir Tewas, Belasan Orang Luka-luka

4 Bus Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Tangerang-Merak, Sopir Tewas, Belasan Orang Luka-luka

Regional
Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Pontianak, 14 Orang Ditangkap

Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Pontianak, 14 Orang Ditangkap

Regional
Peneliti Temukan Puluhan Titik Fosil Hewan di Waduk Saguling

Peneliti Temukan Puluhan Titik Fosil Hewan di Waduk Saguling

Regional
PON XX 2021, Terimakasih Papua, Torang Bisa!

PON XX 2021, Terimakasih Papua, Torang Bisa!

Regional
79 Karyawan yang Diamankan dari Kantor Pinjol di Sleman Dipulangkan

79 Karyawan yang Diamankan dari Kantor Pinjol di Sleman Dipulangkan

Regional
Menunggu 1,5 Jam di Puskesmas, Korban Tenggelam Tak Tertolong karena Tak Ada Dokter Jaga

Menunggu 1,5 Jam di Puskesmas, Korban Tenggelam Tak Tertolong karena Tak Ada Dokter Jaga

Regional
Dianiaya Suami, Jasmi Embuskan Napas Terakhir di Pangkuan Anak, Ini Kisahnya

Dianiaya Suami, Jasmi Embuskan Napas Terakhir di Pangkuan Anak, Ini Kisahnya

Regional
Warga Bantul Terpapar Covid-19 dari Klaster Tilik Bertambah Jadi 11 Orang

Warga Bantul Terpapar Covid-19 dari Klaster Tilik Bertambah Jadi 11 Orang

Regional
Polisi Telusuri Pemilik Pinjol Ilegal yang Digerebek di Yogyakarta

Polisi Telusuri Pemilik Pinjol Ilegal yang Digerebek di Yogyakarta

Regional
Fakta Baru Polisi Banting Mahasiswa hingga Kejang-Kejang, Ditahan dan Terancam Pasal Berlapis

Fakta Baru Polisi Banting Mahasiswa hingga Kejang-Kejang, Ditahan dan Terancam Pasal Berlapis

Regional
“Beli Tomat ke Ujung Pandang, Jawa Barat Bukan Jago Kandang”

“Beli Tomat ke Ujung Pandang, Jawa Barat Bukan Jago Kandang”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.