Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kekurangan Tabung Oksigen, Pemprov Jambi akan Datangkan dari Malaysia

Kompas.com - 03/08/2021, 20:50 WIB
Suwandi,
I Kadek Wira Aditya

Tim Redaksi

JAMBI,KOMPAS.com – Kasus Covid-19 yang terus meningkat di Jambi menyebabkan kekurangan tabung oksigen medis.

Ada pun kekurangan tabung oksigen medis itu sekitar 500-600 tabung dari total kebutuhan sebanyak 1.700 tabung oksigen.

Baca juga: Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Agustus 2021

"Kita proyeksikan kebutuhan tabung oksigen itu 1.700 tabung," kata Sekda Provinsi Jambi, Sudirman melalui pesan singkat, Selasa (3/8/2021).

Ia mengatakan kebutuhan 1.700 tabung ini berdasarkan kebutuhan rumah sakit di Jambi dan sejumlah tempat Isoman.

Saat ini, stok tabung oksigen yang ada di Jambi hanya 1.200 tabung.

Baca juga: Kasus Perawat Puskesmas Dikeroyok, Pelaku Perebut Tabung Oksigen Ditetapkan Tersangka Penganiayaan

Sehingga apabila kasus terus meningkat, tentu penggunaan tabung oksigen akan melebihi proyeksi kebutuhan.

"Terkadang, ada masyarakat yang tak tertolong karena kekurangan oksigen di rumah sakit," kata Sudirman.

 

Cari ke Malaysia

Atas kekurangan tabung oksigen ini, Pemprov Jambi akan melakukan pembelian tabung oksigen, karena ini kebutuhan darurat.

Menurutnya, Jambi kekurangan 500 tabung oksigen. Untuk mengantisipasi itu, Pemprov Jambi akan mendatangkan sekitar 600 tabung, agar tak terjadi kekurangan.

Untuk memenuhi kebutuhan tabung oksigen, sambung Sudirman pihaknya tengah berusaha mendatangkan tabung oksigen dari luar negeri, yakni Malaysia.

Pengadaan tabung sampai ke Malaysia, kata Sudirman pasalnya di Indonesia tak ada yang jual tabung oksigen tersebut.

“Intinya nanti mana yang punya link-lah untuk membeli itu, bisa jadi nanti diarahkan ke PT Samator. Karena yang mau kita beli itu, harus dicek betul barangnya,” ungkapnya.

Tidak hanya membeli tabung oksigen, Pemprov Jambi juga akan membeli International Organization for Standardization (ISO) tank, sebagai sarana utama pendistribusian oksigen.

Untuk membeli tabung oksigen tersebut, Pemprov Jambi tengah menyiapkan anggaran sebesar Rp 700 juta.

“Sementara kalau ISO Tank ini masih sangat lama, karena kita usulkan, kemudian biasanya sekitar 12 bulan ke depan baru ada, ini jika ISO Tank yang masih baru,” terangnya.

Sudirman menyebutkan ISO Tank yang ada, bukanlah barang baru. Melainkan sudah pernah dipakai. Sehingga ini perlu dicek betul, apakah masih layak atau tidak.

 

Pemeriksaan pasokan tabung

Terpisah, Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo melakukan pemeriksaan pasokan tabung dan gas oksigen di RSUD Hamba Muara Bulian.

Kedatangan Kapolda karena mendapatkan informasi bahwa stok gas oksigen di RSUD Hamba Muaro Bulian sempat menipis, makanya dia datang untuk mengecek langsung.

"Ketersediaan Gas Oksigen di RSUD Hamba Muaro Bulian sempat menipis, kita memastikan ketersediaannya cukup untuk pasien Covid-19," pungkas Kapolda.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Provinsi Jambi, pada Senin (2/8/2021) jumlah kasus positif telah mencapai 20.730 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 15.196 pasien dinyatakan sembuh dan 439 orang meninggal dunia. Sementara 5.095 pasien sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri.

Baca juga: Mobil yang Disewa Kehabisan Bensin, Suami Istri Ini Malah Begal Taksi Online

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Sabtu 27 April 2024, dan Besok : Malam Ini Berawan

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Sabtu 27 April 2024, dan Besok : Malam Ini Berawan

Regional
Seorang Nenek Jatuh dan Diseret Jambret di Pekanbaru, 2 Pelaku Ditangkap

Seorang Nenek Jatuh dan Diseret Jambret di Pekanbaru, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Kronologi Operator Ekskavator di Tanah Datar Terseret Lahar Dingin Saat Bekerja

Kronologi Operator Ekskavator di Tanah Datar Terseret Lahar Dingin Saat Bekerja

Regional
Viral, Video Pedagang Duku Dipalak dan Tas Dirampas Preman di Lampung Tengah

Viral, Video Pedagang Duku Dipalak dan Tas Dirampas Preman di Lampung Tengah

Regional
Marinir Gadungan Tipu Mahasiswi di Lampung, Korban Diajak Menikah hingga Rugi Rp 2,8 Juta

Marinir Gadungan Tipu Mahasiswi di Lampung, Korban Diajak Menikah hingga Rugi Rp 2,8 Juta

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Sabtu 27 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Sabtu 27 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Sabtu 27 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Sabtu 27 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Sabtu 27 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Sabtu 27 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Regional
Buntut Pencemaran Laut, DKP Jateng Pastikan Tambak Udang di Karimunjawa Ditutup Tahun Ini

Buntut Pencemaran Laut, DKP Jateng Pastikan Tambak Udang di Karimunjawa Ditutup Tahun Ini

Regional
Kronologi 3 Pria di Demak Paksa Bocah 13 Tahun Berhubungan Badan dengan Pacar, Direkam lalu Diperkosa

Kronologi 3 Pria di Demak Paksa Bocah 13 Tahun Berhubungan Badan dengan Pacar, Direkam lalu Diperkosa

Regional
[POPULER REGIONAL] Polemik Jam Operasional Warung Madura | Cerita di Balik Doa Ibu Pratama Arhan

[POPULER REGIONAL] Polemik Jam Operasional Warung Madura | Cerita di Balik Doa Ibu Pratama Arhan

Regional
Sebelum Lawan Korsel, Arhan Pratama Sempat 'Video Call' Ibunda

Sebelum Lawan Korsel, Arhan Pratama Sempat "Video Call" Ibunda

Regional
Akhir Pelarian Renternir yang Balik Nama Sertifikat Tanah Peminjamnya untuk Agunan Bank

Akhir Pelarian Renternir yang Balik Nama Sertifikat Tanah Peminjamnya untuk Agunan Bank

Regional
Korsleting Genset, Kapal Nelayan di Bangka Terbakar dan Karam, 5 ABK Lompat ke Laut

Korsleting Genset, Kapal Nelayan di Bangka Terbakar dan Karam, 5 ABK Lompat ke Laut

Regional
Kenal di Facebook, Bocah SMP Dibawa Kabur Seorang Pemuda, Berkali-kali Dilecehkan dan Diajak Ngamen

Kenal di Facebook, Bocah SMP Dibawa Kabur Seorang Pemuda, Berkali-kali Dilecehkan dan Diajak Ngamen

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com