KILAS DAERAH

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Kompas.com - 24/07/2021, 09:33 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menyapa warga Bekasi yang sedang melaksanakan isolasi mandiri, Jumat (23/7/2021). DOK. PEMPROV JAWA BARATGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menyapa warga Bekasi yang sedang melaksanakan isolasi mandiri, Jumat (23/7/2021).

KOMPAS.com – Pemerintah pusat kembali mengingatkan pemerintah daerah untuk terus mengampanyekan protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun serta air mengalir (3M) di masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, 3M ampuh mencegah penularan Covid-19. Oleh karena itu, sosialisasi dan edukasi tidak boleh berhenti.

"Penting sekali melakukan kampanye 3M dalam konteks saling mendukung. Jadi, saya pikir, perlu ada edukasi (lebih) kepada masyarakat," kata Luhut dalam rapat koordinasi (rakor) virtual Kampanye 3M, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Salurkan Bantuan untuk Seniman, Ridwan Kamil Akui Pandemi Membuat Dilema

Terlebih, lanjut Luhut, saat ini terdapat varian baru Covid-19 bernama varian delta. Varian ini memiliki tingkat penyebaran yang lebih cepat. Efek varian delta juga membuat negara-negara maju, seperti Australia dan beberapa negara di Eropa serta Amerika kembali mengalami peningkatan kasus.

"Kalau kita lihat, negara maju dengan tingkat vaksinasi tertinggi kemarin kembali mengalami peningkatan kasus karena varian delta. (Itu) setelah relaksasi," kata Luhut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kampanye 5M

Mengenai imbauan Menko Marves, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil pun merespons dengan menjabarkan tiga hal.

Pertama, gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini mengusulkan agar ada keputusan final istilah protokol kesehatan (prokes) untuk disampaikan ke masyarakat.

Pasalnya, kampanye yang berjalan di Jabar adalah 5M, yakni 3M plus menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Jika ada perubahan istilah, Ridwan Kamil khawatir masyarakat bingung.

"(Kampanye) di Jabar sudah bukan 3M, tapi 5M. Jadi, spanduk di desa-desa itu bahasa publiknya sudah lama 5M, bukan 3M. Kalau sekarang harus balik lagi dari 5M ke 3M, tidak masalah juga. Cuma, nanti ada pertanyaan dari publik mengenai 2M sisanya bagaimana," kata Kang Emil dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (24/7/2021).

Baca juga: Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kedua, terkait penggunaan istilah adaptasi kebiasaan baru (AKB). Menurutnya, jika pemerintah kembali menggunakan istilah new normal, Indonesia akan kembali pada 2020 ketika pertama kali pemerintah melonggarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Mohon izin, kita hindari juga kata new normal lagi, pak. Sudah disepakati juga narasinya adaptasi kebiasaan baru (AKB)," kata Kang Emil.

Ketiga, Kang Emil mendorong penggunaan aplikasi dan teknologi yang sama dalam memantau mobilitas masyarakat. Hal ini dilakukan agar tidak ada perbedaan data antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda).

Baca juga: Ridwan Kamil: Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua di Jabar Mulai Agustus

Ia mencontohkan kasus disiplin memakai masker dan menjaga jarak. Jika mengacu pada data aplikasi pemantauan, tingkat kedisiplinan warga Jabar dalam memakai masker adalah 86 persen dan menjaga jarak 83 persen.

Namun, data tersebut berbeda dengan data berdasarkan aplikasi pemantauan yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Menurut aplikasi tersebut, tingkat kedisiplinan masyarakat jabar dalam mematuhi protokol kesehatan berada di bawah 75 persen.

Kang Emil mengaku, tidak mempermasalahkan penggunaan teknologi dari Google, Facebook, dan lain-lain. Namun, cara mengukurnya harus satu patokan agar tidak ada perbedaan data. Pasalnya, pejabat publik di daerah harus terus berkomunikasi dengan masyarakat sehingga datanya harus sinkron.

"Mohon izin kepada Kepala BNPB, (teknologinya) perlu disinkronisasi," kata Kang Emil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Regional
Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.