Stok Vaksin Menipis, Pemkab Blitar Sudah 4 Hari Tak Gelar Vaksinasi

Kompas.com - 23/07/2021, 17:15 WIB
Ilustrasi vaksin SHUTTERSTOCK/PalSandIlustrasi vaksin

BLITAR, KOMPAS.com -Selama empat hari terakhir Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar tidak menyelenggarakan vaksinasi karena jumlah vaksin sudah menipis.

Saat ini masih tersisa sekitar 100 dosis vaksin yang rencananya digunakan untuk warga yang akan mendapatkan vaksin dosis kedua.

"Hari ini tersisa 10 vial (100 dosis). Kita cadangkan untuk mereka yang harus segera mendapatkan vaksinasi dosis kedua," ujar Eko Wahyudi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Cerita Tahanan di Polres Blitar Menjerit dan Rangkul Lengan Polisi Saat Disuntik Vaksin Covid-19

Selama PPKM Darurat sejak 3 Juli lalu, Dinkes Kabupaten Blitar sudah tidak mampu mengimbangi tingginya animo masyarakat untuk mengikuti vaksinasi.

Jumlah stok vaksin yang dikirim oleh Dinkes Provinsi Jawa Timur terlalu sedikit, tidak seimbang dengan jumlah warga yang mendaftarkan diri untuk divaksin Covid-19.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Eko mengatakan, pihaknya tidak akan bisa membuka pelayanan vaksinasi untuk warga Kabupaten Blitar selama belum ada kiriman vaksin dari Dinkes Jawa Timur atau pun Kementerian Kesehatan.

"Informasinya akan ada kiriman vaksin hari Minggu atau Senin nanti," ujar Eko saat dikonfirmasi Kompas.com.

Baca juga: Warga Lempari Batu dan Banting Relawan Pemakaman Jenazah Covid-19 Jember di Depan Polisi dan Anggota DPRD

 

Ilustrasi vaksinasi.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Ilustrasi vaksinasi.
Animo masyarakat ikut vaksinasi tinggi

Animo warga Kabupaten Blitar untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 meningkat terutama sejak pemberlakuan PPKM Darurat mulai 3 Juli lalu, karena sertifikat vaksin dipersyaratkan bagi pelaku perjalanan antarwilayah.

Namun realisasi vaksinasi di Kabupaten Blitar justru merosot selama periode tersebut akibat keterbatasan jumlah stok vaksin yang ada di gudang dinkes.

Di hari pertama PPKM Darurat pada Sabtu (3/7/2021), realisasi vaksinasi masih cukup tinggi yaitu 7.808 dosis atau sasaran warga, dan menurun di angka 6 ribuan sasaran hingga Jumat (9/7/2021).

Baca juga: BIN Kepri Gelar Vaksinasi Anak, Diikuti 4.784 Pelajar Se-Batam

Selanjutnya, realisasi vaksinasi turun lagi di angka 3 ribuan dosis per hari hingga Senin (19/7/2021).

Bahkan angka realisasi terendah terjadi pada Rabu (14/7/2021) dengan 1.420 dosis.

Di hari terakhir PPKM Darurat pada Selasa (20/7/2021), pelayanan vaksinasi tidak lagi dapat dilakukan karena stok yang ada tinggal diperuntukkan bagi mereka yang harus segera mendapatkan dosis kedua vaksin Covid-19.

"Sekarang yang masih bisa berjalan tinggal vaksinasi yang diselenggarakan oleh TNI dan Polri," ujar Eko yang juga juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Blitar itu.

Capaian vaksinasi 31 persen

Berdasarkan pembaruan data per 20 Juli di Kabupaten Blitar, total capaian vaksinasi mencapai angka sekitar 31 persen atau 298.411 orang dari 962.297 orang yang ditargetkan. Sementara jumlah penduduk Blitar mencapai 1,3 juta jiwa.

Dari target itu, baru sekitar 4,1 persen yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau 39.476 orang.

Baca juga: Solo Minta Tambahan 50.000 Dosis Vaksin, Kejar Target 5.000 Per Hari

Pada kelompok lansia, vaksinasi telah menjangkau 52.312 orang atau sekitar 35 persen dari target 149.398 lansia.

Untuk kelompok rentan dan masyarakat umum, baru 24,2 persen atau 152.493 orang yang telah divaksin dari target 630.943 orang.

Capaian terendah adalah kelompok sasaran remaja yang baru terdapat 53 orang yang mendapatkan vaksinasi dari target 107.165 orang.

Kelompok sasaran tenaga medis dan petugas pelayanan publik di tahap satu program vaksinasi Covid-19 telah tercapai realisasi melebihi target sasaran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dituding Tolak Laporan Pemerkosaan karena Korban Belum Divaksin, Polisi: Tak Ada Itu, Jangan Dipelintir

Dituding Tolak Laporan Pemerkosaan karena Korban Belum Divaksin, Polisi: Tak Ada Itu, Jangan Dipelintir

Regional
Misteri Puluhan Spion Mobil Raib di Halaman Puskesmas, Awalnya Dikira Dicuri, Ternyata Ini Sebabnya

Misteri Puluhan Spion Mobil Raib di Halaman Puskesmas, Awalnya Dikira Dicuri, Ternyata Ini Sebabnya

Regional
Anggrek Asal Salatiga Juara Kontes Nasional, Terjual Rp 7 Juta

Anggrek Asal Salatiga Juara Kontes Nasional, Terjual Rp 7 Juta

Regional
Nani, Pengirim Sate Sianida: Mulut Manismu Beracun, Terima Kasih

Nani, Pengirim Sate Sianida: Mulut Manismu Beracun, Terima Kasih

Regional
Tidak Ada Tambahan Kasus Covid-19, BOR RS di Sumedang 0 Persen

Tidak Ada Tambahan Kasus Covid-19, BOR RS di Sumedang 0 Persen

Regional
Calon Bintara Polri Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri Usai 'Chat' Cekcok dengan Pacar

Calon Bintara Polri Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri Usai "Chat" Cekcok dengan Pacar

Regional
Kilas Balik Kasus Heather Mack, Bunuh Ibu Kandunngnya di Hotel Mewah di Bali lalu Simpan Mayatnya Dalam Koper

Kilas Balik Kasus Heather Mack, Bunuh Ibu Kandunngnya di Hotel Mewah di Bali lalu Simpan Mayatnya Dalam Koper

Regional
Mustakim, Atlet Asal Klaten Peraih Medali Emas PON Papua Dapat Bonus Rp 23 Juta

Mustakim, Atlet Asal Klaten Peraih Medali Emas PON Papua Dapat Bonus Rp 23 Juta

Regional
Kisah Guru Tinggal bersama Kambing di Tengah Hutan Jati, Sukses Entaskan Buta Huruf di Desanya

Kisah Guru Tinggal bersama Kambing di Tengah Hutan Jati, Sukses Entaskan Buta Huruf di Desanya

Regional
Pengungsi Asal Afghanistan Unjuk Rasa di Kantor Kemenkumham NTT, Ini Tuntutannya

Pengungsi Asal Afghanistan Unjuk Rasa di Kantor Kemenkumham NTT, Ini Tuntutannya

Regional
Edy Rahmayadi Peringatkan Pertamina soal Kelangkaan BBM di Sumut

Edy Rahmayadi Peringatkan Pertamina soal Kelangkaan BBM di Sumut

Regional
Cerita Juma, Sekali Jadi Nahkoda Kapalnya Dihantam Angin Kencang, Terseret Arus hingga Malaysia

Cerita Juma, Sekali Jadi Nahkoda Kapalnya Dihantam Angin Kencang, Terseret Arus hingga Malaysia

Regional
Oknum ASN Pemkab Madiun yang Diduga Telantarkan Istri Siri Masih Menjabat, Ini Penjelasan Sekda

Oknum ASN Pemkab Madiun yang Diduga Telantarkan Istri Siri Masih Menjabat, Ini Penjelasan Sekda

Regional
Jokowi Resmikan Jembatan Kabel Lengkung Pertama di Indonesia

Jokowi Resmikan Jembatan Kabel Lengkung Pertama di Indonesia

Regional
Demo 2 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Mahasiswa di Bali Serukan Cabut Revisi UU KPK dan Pecat Firli Bahuri

Demo 2 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Mahasiswa di Bali Serukan Cabut Revisi UU KPK dan Pecat Firli Bahuri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.