Kasus Covid-19 Mengganas, PPKM dan Jam Malam di Purbalingga Diperpanjang Sepekan

Kompas.com - 28/06/2021, 17:45 WIB
Ilustrasi Covid-19 KOMPAS.COM/(Shutterstock/Petovarga)Ilustrasi Covid-19

PURBALINGGA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, Jawa Tengah, memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro selama sepekan.

Kepala Bagian Humas Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Purbalingga, Suprayitno mengatakan, PPKM mikro akan diperketat dengan penjagaan Gugus Tugas Covid-19 mulai Selasa (29/6/2021) hingga Senin (5/7/2021).

Seluruh perkantoran kecuali fasilitas kesehatan maksimal hanya 25 persen karyawan melakukan work from office (WFO).

Jam malam diberlakukan mulai pukul 22.00 sampai 04.00 WIB, kecuali bagi kegiatan strategis seperti pasar, apotek, komunikasi, energi dan kelistrikan,” katanya melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (28/6/2021).

Baca juga: PPKM Dianggap Tak Optimal, dalam Sepekan 36 Warga Purbalingga Meninggal karena Covid-19

Restoran hingga Pedagang Kaki Lima (PKL), kata Imam, wajib tutup pada pukul 22.00 WIB dengan mengutamakan layanan pesan antar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan pelayanan makan di tempat maksimal sebanyak 25 persen dari kapasitas normal.

“Pusat perbelanjaan, toko modern dan swalayan diperbolehkan buka pukul 07.00 WIB dan wajib tutup pukul 21.00 WIB, serta wajib semprot disinfektan sekali seminggu,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Suprayitno, tempat wisata serta usaha rekreatif lain seperti karaoke, warung internet (warnet) game online juga tutup total selama sepekan.

“Untuk hotel dan tempat penginapan sejenisnya dapat menerima tamu dengan kewajiban melampirkan hasil negatif rapid antigen atau PCR yang berlaku maksimal 2x24 jam. Sementara untuk tamu yang berasal dari wilayah zona merah, hasil rapid atau PCR maksimal 1x24 jam,” terangnya.

Baca juga: Muncul Klaster Hajatan, 28 Warga Satu Desa di Purbalingga Positif Covid-19

Suprayitno berharap, masyarakat menunda semua acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Bahkan untuk proses ijab kabul dilaksanakan dengan protokol lebih ketat.

“Jika ada acara yang tidak bisa ditunda, seperti pesta pernikahan atau khitanan yang terlanjur tersebar, maka boleh dilaksanakan tapi secara drive thru,” terangnya.

Sebagai langkah pencegahan, kata dia, Satgas Covid-19 tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten dapat melakukan penertiban berupa pembubaran kerumunan, penghentian kegiatan maupun upaya penegakkan hukum lainnya terhadap kegiatan yang dinilai melanggar protokol kesehatan (prokes).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Meninggalnya Mahasiswa Peserta Diklasar, Rektorat UNS Bekukan Sementara Menwa

Buntut Meninggalnya Mahasiswa Peserta Diklasar, Rektorat UNS Bekukan Sementara Menwa

Regional
WN Ukraina Jadi Korban Pencurian di Bali, Uang 1.500 Dollar AS Digasak Maling

WN Ukraina Jadi Korban Pencurian di Bali, Uang 1.500 Dollar AS Digasak Maling

Regional
Polisi Ungkap Peredaran Narkoba di Surabaya, 3 Pelaku Ditangkap, 29 Gram Sabu Disita

Polisi Ungkap Peredaran Narkoba di Surabaya, 3 Pelaku Ditangkap, 29 Gram Sabu Disita

Regional
Satu Korban Meninggal Diduga Keracunan Makanan di Nganjuk Mengidap Penyakit Jantung

Satu Korban Meninggal Diduga Keracunan Makanan di Nganjuk Mengidap Penyakit Jantung

Regional
Mahasiswa UNS Solo Tewas Saat Diklatsar Menwa, Polisi: Ada Beberapa Pukulan di Kepala

Mahasiswa UNS Solo Tewas Saat Diklatsar Menwa, Polisi: Ada Beberapa Pukulan di Kepala

Regional
Identitas Korban Tewas Laka Maut Kereta Vs Avanza, 2 di Antaranya Bapak dan Anak

Identitas Korban Tewas Laka Maut Kereta Vs Avanza, 2 di Antaranya Bapak dan Anak

Regional
Libur Akhir Tahun, Pemprov Banten Tak Ingin Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Seperti Singapura

Libur Akhir Tahun, Pemprov Banten Tak Ingin Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Seperti Singapura

Regional
Kejar PTM Terbatas, 21.000 Pelajar di Kaltim Jalani Vaksinasi Covid-19

Kejar PTM Terbatas, 21.000 Pelajar di Kaltim Jalani Vaksinasi Covid-19

Regional
PPKM Level 2, PTM Jenjang PAUD di Banyumas Dibuka Secara Bertahap

PPKM Level 2, PTM Jenjang PAUD di Banyumas Dibuka Secara Bertahap

Regional
Kapal Kargo Tabrak Karang di Sorong Saat Hindari Tabrakan dengan KM Gunung Dempo

Kapal Kargo Tabrak Karang di Sorong Saat Hindari Tabrakan dengan KM Gunung Dempo

Regional
 Jokowi Minta Harga Tes PCR Jadi Rp 300.000, Ganjar: Lebih Baik jika Turun Lagi

Jokowi Minta Harga Tes PCR Jadi Rp 300.000, Ganjar: Lebih Baik jika Turun Lagi

Regional
Seorang Napi di Lapas Jember Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi

Seorang Napi di Lapas Jember Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi

Regional
Muncul Klaster Sekolah, Bakal Ada Tes Covid-19 Acak untuk Siswa dan Guru di DIY

Muncul Klaster Sekolah, Bakal Ada Tes Covid-19 Acak untuk Siswa dan Guru di DIY

Regional
Ganjar Siapkan Skenario Cegah Terjadinya Gelombang Ketiga Covid-19

Ganjar Siapkan Skenario Cegah Terjadinya Gelombang Ketiga Covid-19

Regional
Miras Oplosan Kembali Renggut Nyawa, 2 Tewas Usai Tenggak Alkohol 96 Persen Campur Minuman Energi

Miras Oplosan Kembali Renggut Nyawa, 2 Tewas Usai Tenggak Alkohol 96 Persen Campur Minuman Energi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.