Kompas.com - 23/06/2021, 19:07 WIB
Rumah makan milik Hadi Supeno yang diduga dirusak oleh sekelompok preman, di Lampung, Kamis (16/6/2021). KOMPAS.COM/TRI PURNA JAYARumah makan milik Hadi Supeno yang diduga dirusak oleh sekelompok preman, di Lampung, Kamis (16/6/2021).

KOMPAS.com - Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap sembilan orang yang merusak warung milik Hadi Supeno (59) yang berada di Jalan Ir Sutami, Kelurahan Way Gubak, Kecamatan Sukabumi, Lampung, dengan menggunakan senjata tajam, Kamis (17/6/2021).

"Kami masih cari dan kejar terduga para pelakunya. Sehingga jelas kenapa terjadi perusakan warung atau lapak tersebut," kata Yan Budi saat dihubungi, Selasa (22/6/2021) malam.

Terkait dengan pengerusakan warung itu, Yan Budi mengaku belum memastikan jika itu aksi premanisme.

"Kita belum bisa memastikan apakah itu dilakukan oleh preman, karena lapak korban itu juga berdiri di atas lahan orang lain," ujarnya.

Baca juga: Warung Milik Hadi yang Diobrak-abrik 9 Preman Bersenjata Tajam Ternyata Berdiri di Lahan Orang

Namun, pihaknya masih akan tetap mengusutnya dan melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Apapun itu, yang kasus perusakannya masih kita usut. Kita kejar dan amankan para pelaku, jadi jelas kenapa lapak itu dibongkar," tegasnya.

Baca juga: Kronologi Warung Milik Hadi Diobrak-abrik 9 Preman Bersenjata Tajam, Polisi Turun Tangan


Berdiri di atas lahan orang lain

Kata Yan Budi, berdasarakan keterangan yang sudah dihimpun oleh pihaknya, lapak korban berdiri di lahan milik orang lain.

Lanjutnya, pembangunan warung itu dilakukan setelah ada kesepakatan antara pemilik lahan dan Hadi.

Dalam kesepakatan itu, diperbolehkan membuka lapak namun apabila lahan hendak digunakan pemilik lahan, pemilik lapak harus membongkarnya dengan kesadaran sendiri.

"Nah, pelapor (korban) ini tidak bersedia (lapaknya dibongkar)," ungkapnya.

Baca juga: Warung Hadi Diobrak-abrik 9 Preman, Polisi: Lapak Korban Berdiri di Lahan Orang

Saat ini, lanjut Yan Budi, pihaknya masih mencari siapa pemilik lahan tersebut.

"Kami masih selidiki juga siapa pemilik lahan itu," ujarnya.

Baca juga: Detik-detik Polisi Tangkap Debt Collector yang Ambil Paksa Motor Nasabahnya

Sebelumnya diberitakan, warung milik Hadi Supeno (59), yang berada di Jalan Ir Sutami, Kelurahan Way Gubak, Kecamatan Sukabumi, Lampung, diobrak-abrik oleh sembilan preman bersenjata tajam, Kamis (17/6/2021).

Akibatnya, warung makan berukuran 5x6 meter itu kini luluh lantak. Dinding geribik warung tampak lepas di beberapa bagian. Atap asbes warung itu juga pecah dan berserakan.

Diceritakan Hadi, kejadian berawal saat sembilan orang diduga preman tersebut datang ke warung makannya dengan membawa senjata tajam.

Baca juga: Gerebek Kampung Narkoba, Polisi: Kampung Ini Sudah Tidak Bisa Disentuh, Banyak Oknum yang Membekingi Mereka

Saat datang, lanjut Hadi, mereka meminta dirinya untuk pindah dari lokasi berjualan.

"Mereka minta kami pergi dari lokasi ini," kata Hadi ditemui di lokasi, Senin (21/6/2021).

Setelah itu, kesembilan orang itu langsung merusak warung makan miliknya dengan menggunakan senjata tajam.

Baca juga: Pelaku Perempuan Mengaku Ketagihan Seks, Sepekan Bisa Berhubungan Badan dengan 5 Pria Berbeda

 

(Penulis : Kontributor Lampung, Tri Purna Jaya | Editor : Aprillia Ika)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Jember Beli 37 Lembar Uang Palsu di Facebook Seharga Rp 500.000, Rencana Akan Dijual Lagi

Warga Jember Beli 37 Lembar Uang Palsu di Facebook Seharga Rp 500.000, Rencana Akan Dijual Lagi

Regional
CFD di Alun-alun Purwokerto Batal Digelar, Ini Alasannya

CFD di Alun-alun Purwokerto Batal Digelar, Ini Alasannya

Regional
Pengedar Uang Palsu di Jember Ditangkap, Beli Rp 500.000 via Facebook, Dijual Lagi Rp 1 Juta

Pengedar Uang Palsu di Jember Ditangkap, Beli Rp 500.000 via Facebook, Dijual Lagi Rp 1 Juta

Regional
Kisah Siswa SD di Pulau Terluar Maumere, Menggigil Kedinginan Saat Seberangi Laut demi Ikut Ujian Online

Kisah Siswa SD di Pulau Terluar Maumere, Menggigil Kedinginan Saat Seberangi Laut demi Ikut Ujian Online

Regional
Kebakaran Rumah di OKI, Seorang Balita Jadi Korban

Kebakaran Rumah di OKI, Seorang Balita Jadi Korban

Regional
Jembatan Penghubung 2 Kecamatan di Riau Rusak, Warga: Semua Sudah Mengeluh dan Terlalu Sabar

Jembatan Penghubung 2 Kecamatan di Riau Rusak, Warga: Semua Sudah Mengeluh dan Terlalu Sabar

Regional
Dilimpahkan ke Kejari, 22 Tersangka Pembuat Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu di Bali Segera Disidang

Dilimpahkan ke Kejari, 22 Tersangka Pembuat Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu di Bali Segera Disidang

Regional
Kenal di Medsos 3 Bulan Lalu, Gadis 13 Tahun Ini Malah Disetubuhi Saat Bertemu

Kenal di Medsos 3 Bulan Lalu, Gadis 13 Tahun Ini Malah Disetubuhi Saat Bertemu

Regional
Setelah 39 Hari, Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Batanghari Akhirnya Padam

Setelah 39 Hari, Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Batanghari Akhirnya Padam

Regional
Menyoal Jual beli Plasma Konvalesen di Surabaya, Pegawai PMI Terlibat, 1 Kantong Dijual hingga Rp 5 juta

Menyoal Jual beli Plasma Konvalesen di Surabaya, Pegawai PMI Terlibat, 1 Kantong Dijual hingga Rp 5 juta

Regional
Mayat Wanita Ditemukan Membusuk di Apartemen Kosong Kawasan Pelita Batam, Ini Ciri-cirinya

Mayat Wanita Ditemukan Membusuk di Apartemen Kosong Kawasan Pelita Batam, Ini Ciri-cirinya

Regional
Terungkap, Gulai Ayam Pesanan Napi Berisi Sabu

Terungkap, Gulai Ayam Pesanan Napi Berisi Sabu

Regional
5 Siswa dan Seorang Guru Positif Covid-19, PTM SMK di Bantul Dihentikan Sementara

5 Siswa dan Seorang Guru Positif Covid-19, PTM SMK di Bantul Dihentikan Sementara

Regional
Beli 37 Lembar Uang Palsu via Facebook, Warga Jember Ditangkap Polisi

Beli 37 Lembar Uang Palsu via Facebook, Warga Jember Ditangkap Polisi

Regional
Menyoal Dugaan Korupsi Honor THL PDAM Madiun, Dilakukan sejak 2017, 21 Saksi Diperiksa

Menyoal Dugaan Korupsi Honor THL PDAM Madiun, Dilakukan sejak 2017, 21 Saksi Diperiksa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.