KILAS DAERAH

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Kompas.com - 09/06/2021, 20:16 WIB
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani (IDP) saat menyambut kedatangan tim verifikasi kabupaten ODF dalam rangka memastikan kategori Luwu Utara sebagai kabupaten bebas ODF atau bebas BAB sembarangan di ruang kerjanya, Senin (7/6/2021).
DOK. Humas Pemkab Luwu UtaraBupati Luwu Utara Indah Putri Indriani (IDP) saat menyambut kedatangan tim verifikasi kabupaten ODF dalam rangka memastikan kategori Luwu Utara sebagai kabupaten bebas ODF atau bebas BAB sembarangan di ruang kerjanya, Senin (7/6/2021).

 

KOMPAS.com – Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani (IDP) berharap, hasil verifikasi dari tim verifikasi kabupaten open defecation free (ODF) membuktikan bahwa masyarakat di wilayahnya terbebas dari kebiasaan buang air besar (BAB) di sembarang tempat.

“Perilaku BAB di sembarang tempat juga bisa memengaruhi kualitas air sekitar. Persoalan sanitasi memang menjadi faktor penyebab stunting. Alhamdulillah, masyarakat kami tidak lagi punya kebiasaan BAB sembarangan," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (9/6/2021).

Bupati IDP meyakini, dengan kebiasaan masyarakat tidak BAB sembarangan maka dapat menekan angka stunting di Kabupaten Luwu Utara.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menyambut kedatangan tim verifikasi kabupaten ODF dalam rangka memastikan kategori Luwu Utara sebagai kabupaten bebas ODF atau bebas BAB sembarangan di ruang kerjanya, Senin (7/6/2021).

Baca juga: 21 Desa Masih ODF, Trenggalek Targetkan 2020 Bebas Kawasan Kumuh

Ketua Tim Verifikasi Kabupaten ODF Kasri menyampaikan, dalam beberapa hari ke depan, pihaknya akan melakukan kunjungan ke beberapa wilayah untuk memastikan apakah Luwu Utara sudah masuk dalam kategori kabupaten ODF.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami akan melakukan kunjungan langsung dengan mengambil sampel tiga klaster, yaitu klaster daerah pinggir sungai, daerah pantai dan dataran tinggi. Hal ini untuk membuktikan bahwa masyarakat Luwu Utara tidak ada lagi BAB di sembarang tempat," katanya.

Kasri menjelaskan, tinja manusia mengandung puluhan miliar mikroba, termasuk bakteri koli-tinja.

Sebagian di antaranya, imbuh dia, tergolong sebagai mikroba patogen. Adapun jenisnya, seperti bakteri salmonella typhi penyebab demam tifus, bakteri vibrio cholerae penyebab kolera, virus penyebab hepatitis A, dan virus penyebab polio.

Baca juga: 3 Patogen Penyebab Meningtis yang Harus Kita Waspadai

"BAB sembarangan akan sangat berisiko pada pencemaran lingkungan, dan tentunya akan berdampak pada pola hidup sehat masyarakat,” ucap Kasri.

Maka dari itu, lanjut dia, perlu dilakukan verifikasi guna memastikan dan menyatakan status ODF suatu komunitas masyarakat secara kolektif terbebas dari perilaku BAB sembarangan. 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X