Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kronologi Bocah SD Diperkosa 2 Pemuda, dari Chat Facebook hingga Janjian Jalan-jalan

Kompas.com - 02/06/2021, 14:10 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - PP, siswi SD di Kecmatan Kange, Kabupaten Sikka, NTT diperkosa oleh dua pemuda pada Senin (31/5/2021) malam.

Pelaku, HNB dan AA memperkosa korban di kebun di Kloangaur, Desa Heopuat, Kecamatan, Hewokloang, pukul 20.00 Wita.

Korban dan salah satu pelaku saling mengenal di Facebook.

Baca juga: Berawal dari Chat Facebook, Dua Pemuda Ini Perkosa Bocah SD

Senin sore, pelaku kemudian mengirim pesan ke korban. Mereka kemudian janjian untuk bertemu di sebuah kios.

Kasubag Humas Polres Sikka, Iptu Margono mengatakan, setelah membaca pesan tersebut, korban datang ke lokasi yang sudah ditentukan.

Lalu ia diajak pelaku jalan-jalan menggunakan motor.

Baca juga: Menangis dan Nyaris Pingsan, Ibu Remaja Putri yang Dibunuh dan Diperkosa Sopir Truk: Apa Salah Anak Saya?

"Sekitar pukul 19.30 Wita korban di-chat lewat Facebook oleh HNB untuk bertemu di depan kios di Bolawolon. Korban pergi menemui pelaku di kios itu. Kemudian, pelaku mengajak korban, diajak jalan-jalan menggunakan sepeda motor menuju Kloangaur, Desa, Heopuat, Kecamatan Hewokloang," terang Margono, dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (2/6/2021).

Di tengah jalan, pelaku menghentikan sepeda motornya dan mengajak korban ke kebun. Lalu dia paksa berhubungan seksual dengan pelaku HNB.

Tak lama kemudian, datang pelaku AA dan ia juga memperkosa korban di lokasi yang sama. Pelaku didampingi keluarga kemudian membuat laporan ke Polsek Kewapante.

"Saat ini dua pelaku sudah ditahan untuk proses lebih lanjut," kata Margono.

Baca juga: Geram, Keluarga Remaja yang Dibunuh dan Diperkosa Sopir Truk: Biadab, Tak Punya Hati

Di Medan, oknum kepala sekolah diduga cabuli 6 siswi SD

Ilustrasi pencabulanSHUTTERSTOCK Ilustrasi pencabulan
Sementara itu di Medan, BS, seorang kepala sekolah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pencabulan kepada enam siswinya,

Kasus tersebut terkuak pada 12 Maret 2021. Saat itu, BS diduga telah mencabuli dua muridnya. Kabar itu didengar oleh wali murid.

Mereka kemudian menanyakan kepada putrinya dan ada beberapa korban yang mengaku juga dicabuli oleh kepala sekolah.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polda pada 1 April 2021.

Baca juga: Diduga Cabuli 6 Siswinya, Oknum Kepala SD Jadi Tersangka dan Ditahan, Modus Panggil Murid ke Ruangan

Selain melaporkan ke polisi, sejumlah orang tua murid juga menggelar demonstrasi di depan sekolah tersebut, Jumat (16/4/2021). Mereka meminta pihak sekolah turun tangan terkait dugaan pelecehan seksual itu.

Saat konfirmasi, Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, BS sudah berstatus tersangka dan ditahan.

Ia mengatakan penetapan tersangka setelah ada laporan nomor STTLP/640/IV/2021/SUMUT/SPKT I tertanggal 1 April 2021 terkait dugaan pencabulan.

Baca juga: Pergi Jajan Sendirian, Siswi SD di Lubuk Linggau Diperkosa Oknum Guru di Tengah Hutan, Ini Kronologinya

“Secara resmi yang buat laporan baru satu orang,” ujar Hadi, Sabtu (17/4/21).

Tersangka dijerat Pasal 82 Undang-Undang No 17 Perubahan ke-2 Undang Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

"Berkas perkaranya sedang dilengkapi, secepatnya kita limpahkan ke kejaksaan," pungkasnya.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Nansianus Taris, Dewantoro | Editor : Robertus Belarminus, Pythag Kurniati)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

3 Desa di Bangka Belitung Terendam Banjir, 225 Jiwa Terdampak

3 Desa di Bangka Belitung Terendam Banjir, 225 Jiwa Terdampak

Regional
Gara-gara Tak Dikasih Tembakau, ODGJ di NTT Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya

Gara-gara Tak Dikasih Tembakau, ODGJ di NTT Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya

Regional
Siswi SD di Padang Pariaman Tewas Terbakar Saat Gotong Royong di Sekolah, Luka Bakar 80 Persen

Siswi SD di Padang Pariaman Tewas Terbakar Saat Gotong Royong di Sekolah, Luka Bakar 80 Persen

Regional
Kapal Pengangkut Karam, 40 Ton Beras Bulog Basah

Kapal Pengangkut Karam, 40 Ton Beras Bulog Basah

Regional
Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah, Apa Penyebabnya?

Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah, Apa Penyebabnya?

Regional
Jalan Provinsi dan Negara di Rejang Lebong Terhantam Longsor

Jalan Provinsi dan Negara di Rejang Lebong Terhantam Longsor

Regional
Seorang Anak Hilang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap

Seorang Anak Hilang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap

Regional
Warung Seblak di Ciamis Diserbu Ratusan Pelamar Kerja, Pemilik Hanya Terima 20 Orang

Warung Seblak di Ciamis Diserbu Ratusan Pelamar Kerja, Pemilik Hanya Terima 20 Orang

Regional
Cerita Pengacara Vina Cirebon, Suami Dibunuh 6 Tahun Lalu di Lampung dan 7 Pelakunya Belum Ditangkap

Cerita Pengacara Vina Cirebon, Suami Dibunuh 6 Tahun Lalu di Lampung dan 7 Pelakunya Belum Ditangkap

Regional
Warga Lampung Barat Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Warga Lampung Barat Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Regional
Mandi di Laut, 4 Orang di Purworejo Terseret Ombak, 1 Belum Ditemukan

Mandi di Laut, 4 Orang di Purworejo Terseret Ombak, 1 Belum Ditemukan

Regional
Status Gunung Kelimutu Naik dari Level Normal ke Waspada

Status Gunung Kelimutu Naik dari Level Normal ke Waspada

Regional
Kawah Panas Bumi Erupsi, Aktivitas Pertanian dan Pariwisata Dihentikan Sementara

Kawah Panas Bumi Erupsi, Aktivitas Pertanian dan Pariwisata Dihentikan Sementara

Regional
Mobil Angkut BBM di Kupang Terbakar dan Tabrak Pagar Pos Polisi

Mobil Angkut BBM di Kupang Terbakar dan Tabrak Pagar Pos Polisi

Regional
Tim SAR Terus Cari 10 Warga Tanah Datar yang Terseret Banjir Lahar

Tim SAR Terus Cari 10 Warga Tanah Datar yang Terseret Banjir Lahar

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com