Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menangis dan Nyaris Pingsan, Ibu Remaja Putri yang Dibunuh dan Diperkosa Sopir Truk: Apa Salah Anak Saya?

Kompas.com - 29/05/2021, 05:20 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Keluarga YAW alias NW (19) ikut menyaksikan proses rekonstruksi yang digelar aparat Polres Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (28/5/2021).

YAW adalah seorang remaja putri yang tewas dibunuh dan diperkosa oleh sopir truk di Kupang.

Kedua orangtua almarhumah, Andreas Welkis dan Helena Kusnawati Lie Welkis-Baba, hadir saat proses rekonstruksi.

Mereka menyaksikan langsung adegan demi adegan saat pelaku Yustinus alias Tinus (42) menganiaya, memerkosa dan membunuh anak gadis kesayangannya.

Sang ibu, Helena terus menangis. Ia tak bisa membendung kesedihan karena kehilangan satu dari delapan orang anaknya.

Helena pun nyaris pingsan saat melihat pelaku melakukan ulang aksinya membanting dan menikam leher kemudian memerkosa, saat korban sudah menjadi mayat.

"Benar-benar kejam. Anak saya sudah mati (meninggal) tapi dia (Tinus) masih sempat memerkosa nya. Apa salah anak saya sehingga dia berbuat sekejam itu," kata Helena geram.

Baca juga: Tertunduk, Sopir Truk Pembunuh 2 Remaja Putri di Kupang: Saya Menyesal, Apa Pun Hukumannya Saya Terima

Helena juga menangis sesenggukan saat tersangka Tinus digiring dan diapit anggota kepolisian ke lokasi reka ulang.

Ia bahkan sempat meminta agar wajah Tinus diperlihatkan dengan membuka penutup wajah tersangka. Namun, permintaan itu tidak dikabulkan pihak kepolisian.

"Beri dia hukuman setimpal dengan perbuatannya. Hukum dia seberat-beratnya," ujar Helena sambil menangis.

Sementara itu, Andreas Welkis hanya bisa duduk termenung.

Walau sakit hati dan emosi melihat aksi tersangka saat reka ulang tersebut, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Andreas menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian.

"Biar polisi yang hukum dia. Kami pasrah dan sudah rela anak kami meninggal di tangan tersangka," kata dia.

Baca juga: Geram, Keluarga Remaja yang Dibunuh dan Diperkosa Sopir Truk: Biadab, Tak Punya Hati

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Mataram Diminta Waspadai Chikungunya

Warga Mataram Diminta Waspadai Chikungunya

Regional
Bantah Lakukan Pelecehan, Kades di Lombok Tengah Diminta Bersumpah oleh Warga

Bantah Lakukan Pelecehan, Kades di Lombok Tengah Diminta Bersumpah oleh Warga

Regional
Kronologi Kurir Paket Ditusuk Pelanggan Saat COD, Bermula Pelaku Tolak Bayar Pesanan hingga Marah Disebut Tak Punya Uang

Kronologi Kurir Paket Ditusuk Pelanggan Saat COD, Bermula Pelaku Tolak Bayar Pesanan hingga Marah Disebut Tak Punya Uang

Regional
Terganggu Tangisan Saat Main Game Online, Buruh Bangunan Aniaya Bayinya hingga Meninggal

Terganggu Tangisan Saat Main Game Online, Buruh Bangunan Aniaya Bayinya hingga Meninggal

Regional
Saat Kapolsek di Kediri Jadi Dalang di Hadapan Anak TK, Ceritakan 'Penculikan yang Digagalkan'

Saat Kapolsek di Kediri Jadi Dalang di Hadapan Anak TK, Ceritakan "Penculikan yang Digagalkan"

Regional
Gibran Pastikan PBB Solo Tak Jadi Naik, Kejar Pendapatan Daerah dari Sektor Lain

Gibran Pastikan PBB Solo Tak Jadi Naik, Kejar Pendapatan Daerah dari Sektor Lain

Regional
Ramai Pesan Berantai Kasus Penculikan Anak di Bali, Polisi Selidiki Penyebar Pertama

Ramai Pesan Berantai Kasus Penculikan Anak di Bali, Polisi Selidiki Penyebar Pertama

Regional
Terlibat Penipuan Berkedok Investasi, Pengusaha Asal Yogyakarta Ditangkap Saat Bawa Pistol Ilegal

Terlibat Penipuan Berkedok Investasi, Pengusaha Asal Yogyakarta Ditangkap Saat Bawa Pistol Ilegal

Regional
Longsor Sempat Tutup Jalur Penghubung Kota dan Kabupaten Semarang, Dikhawatirkan Ada Susulan

Longsor Sempat Tutup Jalur Penghubung Kota dan Kabupaten Semarang, Dikhawatirkan Ada Susulan

Regional
Didampingi Kuasa Hukum, Perawat Penggunting Jari Bayi di Palembang Temui Keluarga Korban

Didampingi Kuasa Hukum, Perawat Penggunting Jari Bayi di Palembang Temui Keluarga Korban

Regional
Rektor Untirta 'Titip' Anak Kerabat agar Masuk FK Unila, Istrinya Disebut Terima Rp 150 Juta

Rektor Untirta "Titip" Anak Kerabat agar Masuk FK Unila, Istrinya Disebut Terima Rp 150 Juta

Regional
Tangkap Ikan Pakai Bahan Peledak, Nelayan di Buton Tengah Ditangkap

Tangkap Ikan Pakai Bahan Peledak, Nelayan di Buton Tengah Ditangkap

Regional
Gibran Mengaku Diuntungkan karena Sudah 25 Menteri Kunjungan Kerja ke Solo, Ini Alasannya

Gibran Mengaku Diuntungkan karena Sudah 25 Menteri Kunjungan Kerja ke Solo, Ini Alasannya

Regional
Identitas Pilot dan Penumpang Pesawat Susi Air yang Dibakar di Nduga Papua, Ada Satu Korban Balita

Identitas Pilot dan Penumpang Pesawat Susi Air yang Dibakar di Nduga Papua, Ada Satu Korban Balita

Regional
Sopir Pikap yang Dikejar Polisi di Tol Krapyak-Jatingaleh Minta Maaf Ugal-ugalan dan Tak Pasang Plat Nomor

Sopir Pikap yang Dikejar Polisi di Tol Krapyak-Jatingaleh Minta Maaf Ugal-ugalan dan Tak Pasang Plat Nomor

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.