Diduga Cabuli 6 Siswinya, Oknum Kepala SD Jadi Tersangka dan Ditahan, Modus Panggil Murid ke Ruangan

Kompas.com - 19/05/2021, 14:27 WIB
Ilustrasi pencabulan SHUTTERSTOCKIlustrasi pencabulan

MEDAN, KOMPAS.com - Seorang oknum kepala sekolah dasar (SD) berinisial BS diperiksa dan ditahan oleh penyidik Sub Direktorat IV/Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara atas kasus pencabulan terhadap enam muridnya. 

Dikonfirmasi di kantornya pada Rabu (19/5/2021) siang, Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, BS sudah berstatus tersangka dan ditahan. 

Penetapan tersangka terhadap BS dilakukan setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan barang bukti serta melakukan gelar perkara.

"Sebelum penetapan tersangka, penyidik terlebih dahulu melakukan gelar perkara," kata Hadi. 

Baca juga: Cerita Ibu Senah Digugat Anak Kandungnya, Tak Dikunjungi Saat Lebaran, padahal Jarak Rumah Hanya 2 Meter

Cabuli 6 siswi

IlustrasiKOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO Ilustrasi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polda Sumut, lanjutnya, menerima laporan warga terkait Kepala Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Selayang berinisial BS yang diduga mencabuli 6 siswinya.

Hadi membenarkan adanya laporan nomor STTLP/640/IV/2021/SUMUT/SPKT I tertanggal 1 April 2021 terkait dugaan pencabulan.

“Secara resmi yang buat laporan baru satu orang,” ujar Hadi, Sabtu (17/4/21).

Diketahui, awal dugaan kasus terkuak bermula pada 12 Maret 2021. Mulanya, BS diduga telah mencabuli dua muridnya.

Modus pelaku saat beraksi yakni lebih dulu memanggil korban datang ke ruangannya. 

Kabar ini akhirnya didengar orang tua murid lainnya.

Dari sinilah beberapa orang tua mencoba menanyakan kepada putrinya masing-masing hingga beberapa korban ada yang mengaku menjadi korban BS. Kasus ini pun kemudian dilaporkan ke Polda pada tanggal 1 April 2021 lalu. 

Baca juga: Menyelam 20 Menit, Aksi Heroik Aipda Joel Selamatkan Siswa SD yang Tenggelam dan Hilang Sehari di Sungai

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Bangka Kembali PPKM Level 4, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Kabupaten Bangka Kembali PPKM Level 4, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Regional
Sosok Pembunuh Adik Ipar di Mataram, Pengasah Pisau Jagal, Sempat Dikira Mati karena Tak Pernah Keluar Rumah

Sosok Pembunuh Adik Ipar di Mataram, Pengasah Pisau Jagal, Sempat Dikira Mati karena Tak Pernah Keluar Rumah

Regional
Wakil Bupati Lombok Utara Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan IGD dan ICU RSUD KLU

Wakil Bupati Lombok Utara Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan IGD dan ICU RSUD KLU

Regional
Disindir Kaesang Soal Gaji Wali Kota Kecil, Gibran: Saya di Sini Bukan Cari Uang

Disindir Kaesang Soal Gaji Wali Kota Kecil, Gibran: Saya di Sini Bukan Cari Uang

Regional
6 Fakta Penting soal Munculnya Klaster PTM di Jateng, Instruksi Ganjar Pranowo dan Dugaan Pemicu

6 Fakta Penting soal Munculnya Klaster PTM di Jateng, Instruksi Ganjar Pranowo dan Dugaan Pemicu

Regional
Dilalap Api Selama 3 Jam, Kandang Ayam Berisi Ribuan Ekor Ludes Terbakar, Kerugian Rp 900 Juta

Dilalap Api Selama 3 Jam, Kandang Ayam Berisi Ribuan Ekor Ludes Terbakar, Kerugian Rp 900 Juta

Regional
Kronologi Pengasah Pisau Jagal Bunuh Adik Ipar di Mataram, Dipicu Sampah, Tikam Korban yang Tidur dengan Cucu

Kronologi Pengasah Pisau Jagal Bunuh Adik Ipar di Mataram, Dipicu Sampah, Tikam Korban yang Tidur dengan Cucu

Regional
3 Rute KA Lokal di Daop 7 Madiun Kembali Beroperasi, Penumpang Wajib Tunjukkan Bukti Vaksin

3 Rute KA Lokal di Daop 7 Madiun Kembali Beroperasi, Penumpang Wajib Tunjukkan Bukti Vaksin

Regional
5 Hal Soal Sekapuk, Desa Miliarder di Gresik yang Dulu Tertinggal, Kini Miliki 5 Mobil Mewah yang Dibeli Tunai

5 Hal Soal Sekapuk, Desa Miliarder di Gresik yang Dulu Tertinggal, Kini Miliki 5 Mobil Mewah yang Dibeli Tunai

Regional
Capaian Vaksinasi Rendah di Pandeglang, Ini Penjelasan Pemkab

Capaian Vaksinasi Rendah di Pandeglang, Ini Penjelasan Pemkab

Regional
Pratu Ida Bagus Putu Gugur Ditembak KKB di Papua, Sempat Bawa Ribuan Masker untuk Dibagikan

Pratu Ida Bagus Putu Gugur Ditembak KKB di Papua, Sempat Bawa Ribuan Masker untuk Dibagikan

Regional
'Saya Kira Pembunuh Saudara Saya Ini Sudah Mati, Tahu-tahunya Masih Hidup...'

"Saya Kira Pembunuh Saudara Saya Ini Sudah Mati, Tahu-tahunya Masih Hidup..."

Regional
Kades Nyentrik di Gresik Sulap Bekas Galian Tambang Batu Kapur Jadi Destinasi Wisata Setigi, Kini Jadi Desa Miliarder

Kades Nyentrik di Gresik Sulap Bekas Galian Tambang Batu Kapur Jadi Destinasi Wisata Setigi, Kini Jadi Desa Miliarder

Regional
Muncul Klaster Covid-19 di Sekolah di Jawa Tengah, Anggota DPRD Jateng: Stop Dulu PTM

Muncul Klaster Covid-19 di Sekolah di Jawa Tengah, Anggota DPRD Jateng: Stop Dulu PTM

Regional
Mengenal Nasi Boranan yang Sah Jadi Milik Kabupaten Lamongan

Mengenal Nasi Boranan yang Sah Jadi Milik Kabupaten Lamongan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.