Kronologi TKW Majalengka Terancam Hukuman Mati di Dubai, Dituduh Bunuh Sopir hingga Dipaksa Tanda Tangani Surat Berbahasa Arab

Kompas.com - 27/05/2021, 16:46 WIB
Ilustrasi perempuan berjilbab KOMPAS.comIlustrasi perempuan berjilbab
Editor Rachmawati

"Iya benar, katanya dituduh membunuh sopir dari majikannya," ujar Saeful Imam, saat dikonfirmasi media, Senin (24/5/2021), dikutip dari Tribun Jabar.id.

Sementara itu, Ketua Forum Pekerja Migran Indonesia (FPMI) DPD Majalengka Muhamad Fauzi mengatakan, Nenah tak menyadari dan memahami surat yang ia tanda tangani adalah surat yang menyatakan bahwa ia pelaku pembunuhan.

Baca juga: Curhat TKW yang Disiksa Majikan di Bahrain: Tolong, Mungkin Ini Status Terakhir Saya

"Melihat kejadian itu, majikan Nenah malah menjerumuskan Nenah ke penjara dengan meminta Nenah menandatangani kertas yang bertuliskan Arab gundul. Padahal, jika orang mengerti, itu kertas menyatakan bahwa yang menandatangani berarti mengaku telah membunuh," katanya.

Kondisi seperti itu membuat Nenah langsung dibawa oleh pihak kepolisian dan dituntut hukuman mati.

Namun, Fauzi menyatakan bahwa selama di penjara lebih kurang 7 tahun ini, bukti bahwa Nenah bersalah kurang lengkap sehingga ia hanya dibiarkan dipenjara tanpa ada kejelasan.

"Sehingga, kami akan mengupayakan bahwa Nenah bisa bebas. Kami sudah berkoordinasi dengan BP2MI, DPR RI, KBRI Dubai, Kemenlu, dan lainnya."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sudah ada jawaban juga bahwa akan ada negosiasi diyat dengan pihak sana. Terkait nominal diyatnya kami belum tahu. Yang jelas sudah ada titik terang sebesar 75 persen bahwa Nenah bisa bebas," ujarnya.

Baca juga: Menderita Disiksa Majikan di Bahrain, TKW Curhat di Facebook, Minta Tolong Dipulangkan ke Tanah Air

Dinas belum terima tembusan terkait hukuman mati

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan, Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (P3K2), Dinas Ketenagakerjaan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM), Kabupaten Majalengka, Momon Rukman mengaku akan membantu dengan mengupayakan penelusuran dokumen.

Namun, ia menjelaskan bahwa sampai saat ini Dinas Ketenagakerjaan Majalengka belum menerima laporan aduan ataupun tembusan dari keluarga korban mengenai ancaman hukum mati yang diterima Nenah di Dubai Uni Emirat Arab.

"Sampai saat ini informasi terbaru belum (laporan). Kami akan menelusurinya, tentunya apa yang terjadi pada warga kami. Nanti kita akan upayakan, akan kita telusuri apakah ke kementerian atau ke badan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), gitu," jelas Momon.

Baca juga: Cerita Holisa Mantan TKW Berdayakan 300 Orang di Kampungnya, Jual Kerajinan Aksesori ke 17 Negara

Menurutnya, keluarga meminta pemerintah pusat agar membantu membebaskan jeratan hukum yang dialami Nenah Arsinah di Dubai.

Keluarga juga melalui pemerintah desa setempat telah melayangkan surat permintaan bantuan hukum ke Kementerian Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, dengan nomor 140/pemdes-/V/2021 tanggal 03 Mei 2021.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Mohamad Umar Alwi | Editor : I Kadek Wira Aditya), TribunJabar.id

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Konflik karena Tambang di Bolaang Mongondow, 1 Orang Tewas dan 4 Luka-luka

Konflik karena Tambang di Bolaang Mongondow, 1 Orang Tewas dan 4 Luka-luka

Regional
Peringati 3 Tahun Tsunami Palu, Ratusan Warga Gelar Doa Bersama dan Tabur Bunga

Peringati 3 Tahun Tsunami Palu, Ratusan Warga Gelar Doa Bersama dan Tabur Bunga

Regional
Seorang Petani Temukan Mayat di Parit, Awalnya Dikira Pakaian yang Dibuang

Seorang Petani Temukan Mayat di Parit, Awalnya Dikira Pakaian yang Dibuang

Regional
Viral Video Bocah SD Seberangi Sungai Naik 'Styrofoam', Gubernur Sumsel Geram ke Perekam: Bukannya Diimbau Naik Sampan...

Viral Video Bocah SD Seberangi Sungai Naik "Styrofoam", Gubernur Sumsel Geram ke Perekam: Bukannya Diimbau Naik Sampan...

Regional
Datangi Gedung DPRD, Nelayan Brebes Protes PNBP Naik 4 Kali Lipat

Datangi Gedung DPRD, Nelayan Brebes Protes PNBP Naik 4 Kali Lipat

Regional
Pria Asal Jakarta Dibunuh Anak Sendiri di Lampung, Jasadnya Direkayasa agar Dikira Bunuh Diri

Pria Asal Jakarta Dibunuh Anak Sendiri di Lampung, Jasadnya Direkayasa agar Dikira Bunuh Diri

Regional
Tergiur Upah Rp 10 Juta, 2 Pemuda Asal Sampang Nekat Jadi Kurir Sabu Jaringan Internasional

Tergiur Upah Rp 10 Juta, 2 Pemuda Asal Sampang Nekat Jadi Kurir Sabu Jaringan Internasional

Regional
Hutan Banyak Ditanami Porang, Kota Madiun Terancam Bencana Banjir Kiriman

Hutan Banyak Ditanami Porang, Kota Madiun Terancam Bencana Banjir Kiriman

Regional
Karena Masalah Arisan Online Fiktif, Pria di Wonogiri Jadi Korban Penikaman

Karena Masalah Arisan Online Fiktif, Pria di Wonogiri Jadi Korban Penikaman

Regional
Kakak Beradik Pukuli Polisi gara-gara Saling Tatap di Jalan, Bilang ke Korban: Apa Mata Kau

Kakak Beradik Pukuli Polisi gara-gara Saling Tatap di Jalan, Bilang ke Korban: Apa Mata Kau

Regional
Diduga Depresi, Seorang Kakek Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya

Diduga Depresi, Seorang Kakek Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya

Regional
Puluhan Warga Aceh Hancurkan Lokasi Vaksinasi, Polda: Mereka Merasa Gerai Vaksin Membuat Pengunjung Sepi

Puluhan Warga Aceh Hancurkan Lokasi Vaksinasi, Polda: Mereka Merasa Gerai Vaksin Membuat Pengunjung Sepi

Regional
Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak Ricuh, Diduga Berawal dari Razia Handphone

Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak Ricuh, Diduga Berawal dari Razia Handphone

Regional
Harga Cabai di Jatim Mulai Merangkak Naik, Ini Penyebabnya

Harga Cabai di Jatim Mulai Merangkak Naik, Ini Penyebabnya

Regional
Anak Yatim Piatu Korban Covid-19 di Kota Magelang Bakal Dapat Bantuan Tunai dan Beasiswa

Anak Yatim Piatu Korban Covid-19 di Kota Magelang Bakal Dapat Bantuan Tunai dan Beasiswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.