Kompas.com - 21/05/2021, 08:49 WIB
Palestina Shutterstock/DIY13Palestina

BENGKULU, KOMPAS.com - Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Provinsi Bengkulu, Ainul Mardiati mengatakan, MS, siswi SMA yang menghina Palestina tetap ingin bersekolah di sekolahnya semula.

"Kami memberikan pendampingan pada anak dan keluarga. Banyak berdiskusi, hasilnya siswi tersebut masih ingin bersekolah di tempatnya semula," kata Ainul dalam penjelasannya kepada wartawan bersama orangtua siswi, Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Klarifikasi Pihak Sekolah, Bantah Berhentikan Siswi Penghina Palestina

Ia juga katakan, kasus MS menjadi perhatian Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang menegaskan siswi tersebut harus tetap bersekolah serta diberikan pendampingan psikologis.

Baca juga: Gubernur Bengkulu Buka Suara, Kritik Sekolah yang Keluarkan Siswi Penghina Palestina

Ainul menjelaskan, permintaan siswi agar tetap bisa sekolah di tempat semula akan dipenuhi oleh Pemprov Bengkulu dengan terlebih dahulu orangtua menarik surat permohonan memindahkan anak yang pernah dilayangkan ke pihak sekolah.

Baca juga: Siswi SMA Bengkulu yang Hina Palestina Dikeluarkan dari Sekolah meski Telah Minta Maaf

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Pihaknya akan terus memantau kondisi siswi yang tertekan secara mental usai viral. Perintah itu turun langsung dari Gubernur Rohidin.

"Atas saran gubernur, kami akan selalu melakukan pendampingan terhadap MS. Bahkan pihak keluarga MS juga mewakilkan kepada kami untuk menyampaikan informasi terkait masalah ini," ujar Ainul.

 

Meminta maaf

Ainul menjelaskan pihak keluarga telah meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas apa yang telah dilakukan MS.

Keluarga juga meminta agar kasus tersebut tidak usah diperpanjang.

"Keluarga meminta kasus ini jangan diperpanjang lagi agar anak mereka tidak terus tertekan atas sanksi sosial yang telah mereka terima," ucap Ainul.

Sebelumnya diberitakan MS, siswi SMA di Bengkulu mengunggah video di akun TikTok yang berisi hinaan terhadap Palestina.

 

Atas mediasi sekolah dan pihak terkait, MS sementara waktu dikembalikan kepada orangtuanya. Namun, orangtua MS meminta anaknya pindah ke sekolah lain.

Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu membantah telah melakukan drop out pada siswi tersebut.

MS telah minta maaf atas unggahannya yang viral dan mengaku siap menerima risiko atas perbuatannya.

"Saya memohon maaf kepada negara Palestina dan bangsa atas unggahan pernyataan saya di TikTok. Saya berjanji akan siap menerima semua risiko atas perbuatan saya. Sekali lagi saya mohon maaf," kata siswi tersebut setelah melakukan mediasi di Mapolres Bengkulu Tengah beberapa waktu lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengeroyokan Remaja di Malang, 4 Pelaku Ditangkap, 1 Orang Masih di Bawah Umur

Pengeroyokan Remaja di Malang, 4 Pelaku Ditangkap, 1 Orang Masih di Bawah Umur

Regional
Banjir di Kalsel Meluas, Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat

Banjir di Kalsel Meluas, Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat

Regional
Selebgram Timbulkan Kerumunan Saat PPKM, Divonis Denda Rp 12 Juta

Selebgram Timbulkan Kerumunan Saat PPKM, Divonis Denda Rp 12 Juta

Regional
Pembangunan Rumah Khusus Warga Terdampak Sirkuit Mandalika Ditargetkan Rampung 2022

Pembangunan Rumah Khusus Warga Terdampak Sirkuit Mandalika Ditargetkan Rampung 2022

Regional
Antisipasi Banjir karena La Nina, Pengisian Bendungan Randugunting di Blora Dipercepat

Antisipasi Banjir karena La Nina, Pengisian Bendungan Randugunting di Blora Dipercepat

Regional
Kantor PSS Sleman Dibakar OTK, Polisi Periksa 3 Orang dan Rekaman CCTV

Kantor PSS Sleman Dibakar OTK, Polisi Periksa 3 Orang dan Rekaman CCTV

Regional
Sempat Selamatkan Teman yang Tenggelam, Seorang Pemuda Hilang Terseret Arus

Sempat Selamatkan Teman yang Tenggelam, Seorang Pemuda Hilang Terseret Arus

Regional
Gelapkan Uang Bantuan Covid-19 untuk Biaya Kampanye, Mantan Kades di Lebak Ditangkap

Gelapkan Uang Bantuan Covid-19 untuk Biaya Kampanye, Mantan Kades di Lebak Ditangkap

Regional
Dalam Sepekan, Polisi Tangkap 23 Pelaku Klitih di Bantul, Sebagian Masih Pelajar

Dalam Sepekan, Polisi Tangkap 23 Pelaku Klitih di Bantul, Sebagian Masih Pelajar

Regional
Dinkes Kabupaten Blitar Usulkan Syarat Wajib Vaksin Covid-19 bagi Warga yang Akses Layanan Publik

Dinkes Kabupaten Blitar Usulkan Syarat Wajib Vaksin Covid-19 bagi Warga yang Akses Layanan Publik

Regional
Seorang Pemuda Hilang Terseret Arus Usai Selamatkan Teman yang Tenggelam di Bendungan

Seorang Pemuda Hilang Terseret Arus Usai Selamatkan Teman yang Tenggelam di Bendungan

Regional
Hasil 'Tracing' Disdik Solo, 30 Siswa Positif Covid-19, Tersebar di 3 SD dan 2 SMP

Hasil "Tracing" Disdik Solo, 30 Siswa Positif Covid-19, Tersebar di 3 SD dan 2 SMP

Regional
Belasan Remaja Terlibat Tawuran di Medan, Polisi: 1 Orang Bawa Senjata Tajam Diproses Hukum

Belasan Remaja Terlibat Tawuran di Medan, Polisi: 1 Orang Bawa Senjata Tajam Diproses Hukum

Regional
Kantongi Izin Satgas Covid-19 Jatim, Porkab Probolinggo Digelar Tanpa Penonton

Kantongi Izin Satgas Covid-19 Jatim, Porkab Probolinggo Digelar Tanpa Penonton

Regional
PKL di Jalan Malioboro Tolak Rencana Relokasi

PKL di Jalan Malioboro Tolak Rencana Relokasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.