Keluarga Ambil Paksa Jenazah Positif Covid-19 di RSUD dr Hardjono

Kompas.com - 06/05/2021, 20:43 WIB
BERIKAN PENJELASAN-- Direktur RSUD Dr Hardjono Ponorogo, dr. Made Jeren (kiri) memberikan penjelasan tentang pengambilan paksa jenazah seorang kakek yang terkonfirmasi positif covid-19. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIBERIKAN PENJELASAN-- Direktur RSUD Dr Hardjono Ponorogo, dr. Made Jeren (kiri) memberikan penjelasan tentang pengambilan paksa jenazah seorang kakek yang terkonfirmasi positif covid-19.

PONOROGO, KOMPAS.com - Satu keluarga nekat mengambil paksa jenazah seorang kakek yang meninggal positif Covid-19 di RSUD dr Hardjono Kabupaten Ponorogo, Rabu (5/5/2021).

Keluarga yang berasal dari Desa Lembah, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo memaksa mengambil jenazah kakek berumur 68 tahun lantaran menilai pihak rumah sakit lamban penanganannya.

Direktur RSUD Dr Hardjono Ponorogo, dr Made Jeren, Kamis (6/5/2021) membenarkan pengambilan paksa jenazah seorang kakek yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Ia pun menyayangkan aksi sejumlah warga yang mengambil jenazah pasien Covid-19, pada Rabu dini hari itu.

Baca juga: Varian Baru Covid-19 Muncul di Mojokerto, Dibawa WNI yang Pulang dari Afrika

Made mengatakan, pasien itu datang ke rumah sakit, Selasa (4/5/2021) malam dalam kondisi lemas dan sesak napas. Setelah dicek, pasien itu harus dilakukan rawat inap di rumah sakit.

“Sebelum dirawat inap salah satu prosedur yang harus diikuti yakni melakukan test rapid test antigen. Kebetulan hasilnya positif Covid-19. Selanjutnya pasien ditangani dengan SOP Covid-19,” kata Made.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah dirawat dua jam, kata Made, pasien itu meninggal dunia.

Mengetahui pasien meninggal, pihak rumah sakit berkomunikasi dengan keluarga pasien bahwa proses pemakamannya mengikuti protokol kesehatan Covid-19 sesuai aturan yang ada.

Saat berkomunikasi itulah terdapat perbedaan antara keluarga dan pihak rumah sakit.

Tak berapa lama kemudian, keluarga pasien mengambil paksa jenazah tersebut lalu diangkut mobil pribadi tanpa memperhatikan protokol kesehatan.

Made menceritakan riwayat pasien yang berasal dari Desa Lembah, Kecamatan Babadan sebelumnya pernah berobat di rumah sakit karena keluhan sakit jantung, Rabu (27/4/2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batuk dan Flu Setelah Jenguk Tetangga yang Sakit, Ini Kronologi 35 Warga di Satu RT Positif Covid-19

Batuk dan Flu Setelah Jenguk Tetangga yang Sakit, Ini Kronologi 35 Warga di Satu RT Positif Covid-19

Regional
Ditangkap di NTT, WNA Australia Mengaku Gunakan Narkoba untuk Ini

Ditangkap di NTT, WNA Australia Mengaku Gunakan Narkoba untuk Ini

Regional
Gubernur NTT Tegur Bupati Alor Usai Video Viral, Berpesan agar Minta Maaf kepada Risma

Gubernur NTT Tegur Bupati Alor Usai Video Viral, Berpesan agar Minta Maaf kepada Risma

Regional
Beredar Kabar Ada Temuan Covid-19 Varian Delta, Ini Kata Dinkes Salatiga

Beredar Kabar Ada Temuan Covid-19 Varian Delta, Ini Kata Dinkes Salatiga

Regional
Cegah Penyebaran Covid-19, Bupati Wonogiri Tolak Kunjungan Kerja dari Luar Daerah

Cegah Penyebaran Covid-19, Bupati Wonogiri Tolak Kunjungan Kerja dari Luar Daerah

Regional
Predator Seksual di Buton Selatan Ditangkap, 21 Anak Jadi Korban

Predator Seksual di Buton Selatan Ditangkap, 21 Anak Jadi Korban

Regional
Diduga Buang Janin, Sepasang Kekasih di Brebes Ditangkap Polisi

Diduga Buang Janin, Sepasang Kekasih di Brebes Ditangkap Polisi

Regional
4 Polisi Dilarikan ke RS Usai Santap Bakso, Pemilik Bantah Dagangannya Disebut Mengandung Bahan Berbahaya

4 Polisi Dilarikan ke RS Usai Santap Bakso, Pemilik Bantah Dagangannya Disebut Mengandung Bahan Berbahaya

Regional
Warga Kudus Terinfeksi Virus Corona Varian Delta Bertambah Jadi 62 Orang, Pemkab Masih Lacak Identitas

Warga Kudus Terinfeksi Virus Corona Varian Delta Bertambah Jadi 62 Orang, Pemkab Masih Lacak Identitas

Regional
Bupati Blora Perintahkan Direktur Rumah Sakit Buka Lowongan Nakes Covid-19

Bupati Blora Perintahkan Direktur Rumah Sakit Buka Lowongan Nakes Covid-19

Regional
Pasien Covid-19 Varian India di Jatim Bertambah 5 Orang, Terjaring di Pos Penyekatan Suramadu

Pasien Covid-19 Varian India di Jatim Bertambah 5 Orang, Terjaring di Pos Penyekatan Suramadu

Regional
60 Kg Sabu-sabu dan 2.000 Butir Ekstasi Gagal Diselundupkan, Seorang Nelayan dan IRT Diamankan Polisi

60 Kg Sabu-sabu dan 2.000 Butir Ekstasi Gagal Diselundupkan, Seorang Nelayan dan IRT Diamankan Polisi

Regional
Penggeledahan di Tasikmalaya, Densus 88 Temukan Ransel Bekas Latihan

Penggeledahan di Tasikmalaya, Densus 88 Temukan Ransel Bekas Latihan

Regional
Buntut Video Bupati Alor Marahi Risma, Gubernur NTT Beri Teguran Keras

Buntut Video Bupati Alor Marahi Risma, Gubernur NTT Beri Teguran Keras

Regional
6 Anggota TNI AL Aniaya Warga Sipil hingga Tewas, Danpuspomal: Maksimal 10 Tahun Penjara dan Dipecat

6 Anggota TNI AL Aniaya Warga Sipil hingga Tewas, Danpuspomal: Maksimal 10 Tahun Penjara dan Dipecat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X