KPU Gunungkidul Kembalikan Rp 4,29 Miliar Sisa Anggaran Pilkada 2020

Kompas.com - 29/04/2021, 11:20 WIB
Ilustrasi pilkada KOMPAS/DIDIE SWIlustrasi pilkada

YOGYAKARTA, KOMPAS.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembalikan sisa dana hibah penyelenggaraan Pilkada 2020 ke kas daerah.

Dana yang dikembalikan berjumlah Rp 4,29 miliar.

"Sudah mas, sudah dikembalikan tanggal 19 April 2021 lalu," kata Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani saat dihubungi melalui sambungan telepon Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Ponpes di Gunungkidul Disarankan Pulangkan Santri Awal Mei

Dijelaskannya, KPU Gunungkidul menerima anggaran hibah sebesar Rp 29,4 miliar.  Dari jumlah tersebut KPU memanfaatkannya dari awal sampai akhir tahapan.

Seusai menyusun laporan tahapan pilkada 2020, dilakukan penyerahan laporan bersamaan dengan pengembalian sisa anggaran.

Pengembalian dana hibah merujuk pada regulasi Permendagri Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pendanaan Pilkada dari APBD maupun Keputusan KPU RI Nomor 7 Tahun 2021 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan, Pertanggugjawaban Penggunaan Dana Hibah Pilkada.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun anggaran paling banyak terserap pada operasional badan adhoc PPK, PPS, dan KPPS.

Baca juga: Muncul Dua Klaster Positif Covid-19 di Gunungkidul, Kemenag Ingatkan Warga Taat Prokes

Kemudian, penyediaan logistik dalam pelaksanaan pemilihan umum serta bidang lain.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuatan Konten Komersil di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Dikenakan Tarif

Pembuatan Konten Komersil di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Dikenakan Tarif

Regional
Duduk Perkara 6 Anggota TNI AL Aniaya 2 Warga Purwakarta, 1 Tewas, Mayatnya Disembunyikan

Duduk Perkara 6 Anggota TNI AL Aniaya 2 Warga Purwakarta, 1 Tewas, Mayatnya Disembunyikan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 18 Juni 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 18 Juni 2021

Regional
Puluhan Warga Dusun di Magelang Positif Covid-19, Mayoritas Sakit Setelah Datang ke Hajatan

Puluhan Warga Dusun di Magelang Positif Covid-19, Mayoritas Sakit Setelah Datang ke Hajatan

Regional
Pandemi, Akses Menuju Bromo Ditutup Total Saat Ritual Kasada

Pandemi, Akses Menuju Bromo Ditutup Total Saat Ritual Kasada

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 18 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 18 Juni 2021

Regional
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 2 Kali ke Barat Daya

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 2 Kali ke Barat Daya

Regional
Kronologi Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 33,8 Miliar Digagalkan

Kronologi Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 33,8 Miliar Digagalkan

Regional
Ketua DPRD Bantul dan Istri Positif Covid-19

Ketua DPRD Bantul dan Istri Positif Covid-19

Regional
Derita Pengungsi Gempa Maluku Tengah: Kami Tak Bisa Kembali karena Rumah Rusak Berat

Derita Pengungsi Gempa Maluku Tengah: Kami Tak Bisa Kembali karena Rumah Rusak Berat

Regional
Puluhan Warga Positif Covid-19, Dua Wilayah di Magelang Ini Terapkan Mikro Lockdown

Puluhan Warga Positif Covid-19, Dua Wilayah di Magelang Ini Terapkan Mikro Lockdown

Regional
Puluhan Warga 2 Dusun di Sleman Positif Covid-19, Berawal dari Ziarah ke Magelang

Puluhan Warga 2 Dusun di Sleman Positif Covid-19, Berawal dari Ziarah ke Magelang

Regional
Kronologi Pemuda Bakar Rumah Orangtuanya hingga Tak Bersisa, Awalnya Mengamuk Bawa Golok, Serang Ayah, dan Rusak Mushala

Kronologi Pemuda Bakar Rumah Orangtuanya hingga Tak Bersisa, Awalnya Mengamuk Bawa Golok, Serang Ayah, dan Rusak Mushala

Regional
Cabuli Siswi SD di Dapur, Pria Ini Nyaris Dihakimi Massa, Kini Terancam 15 Tahun Penjara

Cabuli Siswi SD di Dapur, Pria Ini Nyaris Dihakimi Massa, Kini Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Di Balik Pernyataan Bupati Banjarnegara soal Polisi Bubarkan Kerumunan Kuda Lumping

Di Balik Pernyataan Bupati Banjarnegara soal Polisi Bubarkan Kerumunan Kuda Lumping

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X