Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Shinta Bantu Waria di Yogyakarta Berjuang Hapus Stigma Negatif, Program Pendampingan hingga Ubah Profesi

Kompas.com - 21/04/2021, 07:00 WIB

Mereka menyikapi dengan santai, seperti jika tidak memiliki KTP maka tidak boleh naik kereta atau pesawat untuk bepergian. Mereka memanfaatkan moda transportasi bus untuk bepergian.

"Untuk yang vaksin mungkin menunggu saja sampai vaksin sudah hampir selesai. Mungkin vaksin saat nanti melimpah ruah dan saat itulah kawan-kawan mendapatkan vaksin," kata Shinta sambil tersenyum.

Baca juga: PPKM Berbasis Mikro di Yogyakarta Diperpanjang, Pemudik Bandel Bisa Dipulangkan

Stigma negatif masih melekat erat kepada mereka. Selain keluarga, waria sering mendapatkan perlakuan kurang manusiawi dari warga sekitar.

Bahkan saat meninggal pun sering mendapatkan penolakan, selain dari pemerintah melalui Dinas Sosial, mereka juga mendapatkan bantuan dari beberapa yayasan, salah satunya dari Pondok Hafara di Bantul. Mereka membantu pemakaman waria yang meninggal dunia.

Shinta mengaku bersyukur jaringannya masih kuat hingga kini. Semakin banyak yang membuka pintunya untuk membantu mereka yang terpinggirkan.

Selain bantuan sembako, setiap bulannya mereka mendapatkan pelatihan ketahanan pangan seperti membuat home farming membuat tauge, dan memelihara ikan dalam ember.

Termasuk di dalamnya penderita gangguan mental, penyintas 65, dan warga termarginalkan yang lain.

Mengubah stigma negatif

Pesantren waria memiliki banyak program pendampingan bagi waria. Salah satunya mempersatukan kembali keluarga dengan program family support group, karena tak sedikit yang masih bermasalah dengan keluarga.

Uniknya keluarga yang sudah menerima kondisi anggota keluarganya, akan berkomunikasi dengan keluarga yang masih belum menerima. Awalnya yang begabung ada 10 keluarga, sekarang sudah bertambah 5 keluarga.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

16.000 Pekerja Konstruksi Akan Berdatangan ke IKN di Bulan Februari hingga Maret

16.000 Pekerja Konstruksi Akan Berdatangan ke IKN di Bulan Februari hingga Maret

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Januari 2023

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Januari 2023

Regional
Ternak Babi Mati Mendadak di NTT Terus Meluas, Tersebar di 8 Wilayah

Ternak Babi Mati Mendadak di NTT Terus Meluas, Tersebar di 8 Wilayah

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Januari 2023

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Januari 2023

Regional
Muncul Wacana Kaesang Berpasangan dengan Anak FX Rudy jika Maju Pemilihan Wali Kota Solo

Muncul Wacana Kaesang Berpasangan dengan Anak FX Rudy jika Maju Pemilihan Wali Kota Solo

Regional
Pengurus Masjid Meninggal dengan Luka Robek di Perut, Korban Sempat Gedor Pintu Warga Minta Tolong

Pengurus Masjid Meninggal dengan Luka Robek di Perut, Korban Sempat Gedor Pintu Warga Minta Tolong

Regional
Aksi Bocah di Jayapura Meloloskan Diri dari Penculik, Korban Sempat Dibawa ke Hutan

Aksi Bocah di Jayapura Meloloskan Diri dari Penculik, Korban Sempat Dibawa ke Hutan

Regional
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Baterai Tower Milik Telkomsel di Jayapura

Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Baterai Tower Milik Telkomsel di Jayapura

Regional
Sempat Dikira Hilang, Gadis 15 Tahun di Palembang Ternyata Diperkosa 6 Orang

Sempat Dikira Hilang, Gadis 15 Tahun di Palembang Ternyata Diperkosa 6 Orang

Regional
Video Viral Pria Buang Sayuran ke Sungai karena Harga Anjlok di Magelang

Video Viral Pria Buang Sayuran ke Sungai karena Harga Anjlok di Magelang

Regional
Pengunjung Solo Safari Membeludak di Hari Pertama Pembukaan, Manajemen: Luar biasa, di Luar Ekspektasi Kami

Pengunjung Solo Safari Membeludak di Hari Pertama Pembukaan, Manajemen: Luar biasa, di Luar Ekspektasi Kami

Regional
Gibran Kaget, Gadis SMP Dibunuh Teman Kencan Michat Bersekolah di Solo

Gibran Kaget, Gadis SMP Dibunuh Teman Kencan Michat Bersekolah di Solo

Regional
Kasus Tambang Emas Ilegal Manokwari, Polisi Buru Pemilik Modal yang Masih Buron

Kasus Tambang Emas Ilegal Manokwari, Polisi Buru Pemilik Modal yang Masih Buron

Regional
Diduga Depresi, Aipda JN Sering Ancam Warga Desa di Lampung dengan Sajam

Diduga Depresi, Aipda JN Sering Ancam Warga Desa di Lampung dengan Sajam

Regional
Seorang Pria Dilaporkan Hilang Saat Mencari Kerang di Pantai Mawun Lombok, Tim SAR Lakukan Pencarian

Seorang Pria Dilaporkan Hilang Saat Mencari Kerang di Pantai Mawun Lombok, Tim SAR Lakukan Pencarian

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.