Kasus Pemerkosaan Gadis di Nganjuk, Pelaku Ternyata Paman Korban, Polisi: Dia Mengaku Khilaf

Kompas.com - 09/04/2021, 15:57 WIB
Tersangka TP (berkopiah putih) KOMPAS.COM/USMAN HADITersangka TP (berkopiah putih)

NGANJUK, KOMPAS.com – Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan TP (26), pemuda asal Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, terhadap seorang gadis berinisial DN (14).

DN ternyata keponakan dari pria berinisial TP itu. Selama ini, DN tinggal bersama kedua orangtuanya di Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk.

“Ini (TP) kita amankan di wilayah Kecamatan Pace. Kejadian pada tanggal 1 April (2021) pada pukul 14.45 WIB, kebetulan masih ada hubungan keluarga,” jelas Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi Agung Pratama di Polres Nganjuk, Jumat (9/4/2021).

Kepada polisi, TP mengaku khilaf saat melihat keponakannya itu. Ia mencoba memerkosa korban yang sedang tidur pulas di kamar.

“Yang bersangkutan (TP) khilaf, akhirnya melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur,” ungkap Harvi, sapaan Harviadhi.

Baca juga: Kisah Istri Bupati Sumba Timur Memikul Bantuan Korban Banjir di Jalan Berlumpur Sejauh 1 Km

Sementara atas perbuatannya, TP telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 atas perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

TP juga terancam Pasal 81 Ayat 2 dan atau Pasal 82 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“(Dengan hukuman) maksimal 15 tahun penjara,” tutur Kasat Reskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan.

Sebelumnya, tersangka TP ditangkap warga Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Kamis (1/4/2021). Setelahnya ia digelandang ke Mapolsek Pace karena diduga memerkosa DN, keponakannya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa M 3,6 Guncang Buleleng Bali, Tak Berpotensi Tsunami, Warga Panik dan Berlarian

Gempa M 3,6 Guncang Buleleng Bali, Tak Berpotensi Tsunami, Warga Panik dan Berlarian

Regional
Ayah Apriyani Rahayu Ketiban Untung, Dapat Rp 100 Juta dan Rumah Usai Anaknya Sukses di Olimpiade

Ayah Apriyani Rahayu Ketiban Untung, Dapat Rp 100 Juta dan Rumah Usai Anaknya Sukses di Olimpiade

Regional
Kepsek dan Bendahara di Manggarai Ditahan, Korupsi Dana BOS Rp 839 Juta dengan Modus Kegiatan Fiktif

Kepsek dan Bendahara di Manggarai Ditahan, Korupsi Dana BOS Rp 839 Juta dengan Modus Kegiatan Fiktif

Regional
Kuota Vaksin Minim, Bupati Magetan: Begitu Datang Kami Segera Habiskan

Kuota Vaksin Minim, Bupati Magetan: Begitu Datang Kami Segera Habiskan

Regional
Penyekatan di Perbatasan Aceh dan Sumut Tetap Berlaku

Penyekatan di Perbatasan Aceh dan Sumut Tetap Berlaku

Regional
Sehari Sebelum Tewas, Remaja Ini Tulis Status 'RIP' di Medsos

Sehari Sebelum Tewas, Remaja Ini Tulis Status "RIP" di Medsos

Regional
Temukan Beras Bansos Berkutu Saat Sidak, Emil: Segera Ganti

Temukan Beras Bansos Berkutu Saat Sidak, Emil: Segera Ganti

Regional
150 Anak di DI Yogyakarta Kehilangan Orangtuanya karena Covid-19

150 Anak di DI Yogyakarta Kehilangan Orangtuanya karena Covid-19

Regional
Pelajar SMA di Madiun Divaksin, Wali Kota: Covid-19 Tak Kenal Umur, Vaksin Harus Segera, Termasuk Remaja

Pelajar SMA di Madiun Divaksin, Wali Kota: Covid-19 Tak Kenal Umur, Vaksin Harus Segera, Termasuk Remaja

Regional
Tutup Selama PPKM, Begini Strategi Pengelola Taman Satwa Bisa Bertahan

Tutup Selama PPKM, Begini Strategi Pengelola Taman Satwa Bisa Bertahan

Regional
Tangis Haru Pedagang Ayam Penyet, Dagangannya Diborong Anak-anak Muda, lalu Dibagikan Gratis ke Warga

Tangis Haru Pedagang Ayam Penyet, Dagangannya Diborong Anak-anak Muda, lalu Dibagikan Gratis ke Warga

Regional
Mengenang Digma Marchya, Mahasiswa Semester 6 yang Meninggal karena Covid-19, Jadi Relawan Swab 'Tracing' di Kediri

Mengenang Digma Marchya, Mahasiswa Semester 6 yang Meninggal karena Covid-19, Jadi Relawan Swab "Tracing" di Kediri

Regional
Ada Posko Rapid Test Antigen dan Vaksinasi di Tiap Pasar Tradisional Kota Gorontalo

Ada Posko Rapid Test Antigen dan Vaksinasi di Tiap Pasar Tradisional Kota Gorontalo

Regional
Ritual Pati Ka, Tradisi 'Memberi Makan Minum' Arwah Leluhur di Danau Kelimutu

Ritual Pati Ka, Tradisi "Memberi Makan Minum" Arwah Leluhur di Danau Kelimutu

Regional
Pencuri Kembalikan Lagi Sepeda Rp 45 Juta Milik Mantan Rektor: Sungguh Aneh Bin Ajaib

Pencuri Kembalikan Lagi Sepeda Rp 45 Juta Milik Mantan Rektor: Sungguh Aneh Bin Ajaib

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X