Pemkot Surabaya Serahkan Mekanisme Penilaian Ujian Kelulusan Siswa pada Sekolah

Kompas.com - 20/04/2021, 19:57 WIB
ilustrasi ujian sekolah, kuliah. (Shutterstock) ilustrasi ujian sekolah, kuliah. (Shutterstock)

SURABAYA, KOMPAS.com - Ujian akhir sekolah atau penentuan kelulusan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surabaya, Jawa Timur, berlangsung mulai, Senin (19/4/2021).

Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 1 Tahun 2021, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menyerahkan sepenuhnya mekanisme serta penilaian ujian kepada masing-masing lembaga pendidikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Sekolah Menengah (Sekmen) Dispendik Kota Surabaya, Tri Aji Nugroho mengatakan, bahwa mulai Senin (19/4/2021), beberapa SMP di Surabaya melaksanakan ujian sekolah.

Meski demikian, ujian di masing-masing sekolah ini mekanisme dan pelaksanaanya tidak sama.

Baca juga: Curi Laptop dan Rusak Rumah Pacar, WN Perancis Dipolisikan

"Tiap sekolah beda-beda ada yang running (mulai) kemarin. Ada pula sekolah yang belum mulai. Tapi, pelaksanaannya itu bisa dimulai kemarin sampai akhir April, sekitar dua mingguan," kata Aji, saat dikonfirmasi, Selasa (20/4/2021).

Ia menuturkan, berdasarkan SE Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021, ujian nasional (UN) dan ujian kesetaraan di tahun 2021 ditiadakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, sebagai penggantinya, ada tiga hal yang menjadi persyaratan kelulusan peserta didik dari satuan atau program pendidikan.

Pertama, peserta didik menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester.

Kedua, peserta didik memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik. Ketiga, peserta didik mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan atau sekolah.

"Kalau dulu kan ada UN untuk menentukan kelulusan siswa. Untuk soal ujian UN dulu juga dibuat dari dinas atau pusat. Nah, kalau sekarang ujian diserahkan ke masing-masing sekolah," ujar dia.

Bahkan, kata dia, untuk mekanisme ujian yang diselenggarakan saat ini juga disesuaikan dengan kondisi masing-masing murid di sekolah.

Pihak sekolah diberikan keleluasan menyelenggarakan ujian dalam berbagai bentuk, misalnya, penugasan berupa portofolio, daring, tertulis atau dalam bentuk project.

"Untuk soal ujiannya pun tiap anak bisa berbeda-beda. Jadi, diserahkan sepenuhnya ke sekolah. Sangat fleksibel sekali sekarang ini tergantung dari sekolah melihat masing-masing siswanya," terang dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Ruas Jalan Utama di Purwokerto Bakal Ditutup Mulai Kamis Malam

7 Ruas Jalan Utama di Purwokerto Bakal Ditutup Mulai Kamis Malam

Regional
UPDATE: Lokasi dan Aturan Baru Vaksinasi Massal Serentak di Kabupaten Tangerang 29 Juni

UPDATE: Lokasi dan Aturan Baru Vaksinasi Massal Serentak di Kabupaten Tangerang 29 Juni

Regional
Tes Antigen dan Screening di Pos Penyekatan Suramadu Resmi Ditiadakan, Bergeser ke 8 Desa Zona Merah Covid-19 Bangkalan

Tes Antigen dan Screening di Pos Penyekatan Suramadu Resmi Ditiadakan, Bergeser ke 8 Desa Zona Merah Covid-19 Bangkalan

Regional
Satu Anggota Dewan Positif Covid-19, Kantor DPRD Jember Lockdown

Satu Anggota Dewan Positif Covid-19, Kantor DPRD Jember Lockdown

Regional
Pengurus Sekolah yang Siswanya Rusak Makam di Solo: Kami Sudah Larang

Pengurus Sekolah yang Siswanya Rusak Makam di Solo: Kami Sudah Larang

Regional
Bupati Majalengka Positif Covid-19, 30 Orang Kontak Erat Jalani Isoman

Bupati Majalengka Positif Covid-19, 30 Orang Kontak Erat Jalani Isoman

Regional
Satgas Covid-19 Curiga Virus Varian Baru Menyebar di Pamekasan, Ini Penyebabnya

Satgas Covid-19 Curiga Virus Varian Baru Menyebar di Pamekasan, Ini Penyebabnya

Regional
Stok Oksigen di RSUD Yogyakarta Cukup untuk Tiga Hari ke Depan

Stok Oksigen di RSUD Yogyakarta Cukup untuk Tiga Hari ke Depan

Regional
Menyoal Pencurian Batu Akik Senilai Rp 11 Miliar, Dijual Rp 280 Juta, Habis untuk Judi hingga Beli Motor

Menyoal Pencurian Batu Akik Senilai Rp 11 Miliar, Dijual Rp 280 Juta, Habis untuk Judi hingga Beli Motor

Regional
Terdampak Klaster Hotel dan Pabrik, Dusun di Kabupaten Semarang 'Lockdown'

Terdampak Klaster Hotel dan Pabrik, Dusun di Kabupaten Semarang "Lockdown"

Regional
Sembuh dari Covid-19, 82 Warga Kudus di Donohudan Boyolali Dipulangkan

Sembuh dari Covid-19, 82 Warga Kudus di Donohudan Boyolali Dipulangkan

Regional
Pemprov Bantah Work From Bali Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Pemprov Bantah Work From Bali Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Regional
Bantah Work From Bali Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Penjelasan Pelaku Pariwisata

Bantah Work From Bali Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Penjelasan Pelaku Pariwisata

Regional
Kepri Masuk Delapan Provinsi Kasus Covid-19 Tertinggi Se-Indonesia

Kepri Masuk Delapan Provinsi Kasus Covid-19 Tertinggi Se-Indonesia

Regional
Happy Kaget, Uang Rp 6 Juta di Rekeningnya Raib padahal Tak Lakukan Penarikan, Ini Kata Polisi

Happy Kaget, Uang Rp 6 Juta di Rekeningnya Raib padahal Tak Lakukan Penarikan, Ini Kata Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X