Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 2 Kali Awan Panas dan 14 Guguran Lava

Kompas.com - 20/04/2021, 08:47 WIB
Wijaya Kusuma,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih terus mengeluarkan awan panas dan guguran lava.

Berdasarkan pemantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada Selasa (20/4/2021) mulai 00.00 WIB sampai 06.00 WIB, sudah terjadi dua kali luncuran awan panas dan 14 kali guguran lava pijar.

Awan panas pertama pada hari ini terjadi pada 04.11 WIB. Tercatat di seismogram, awan panas ini meluncur selama 113 detik.

Baca juga: Tebing di Lereng Gunung Merapi Longsor, 3 Penambang Pasir Tewas Tertimbun

Luncuran awan panas itu mengarah ke barat daya sejauh 1.300 meter.

Kemudian, fenomena yang sama kembali terjadi pada 04.50 WIB. Awan panas ini meluncur selama 114 detik ke arah barat daya sejauh 1.300 meter.

Selain itu, terjadi pula guguran lava pijar sebanyak 14 kali. Gugurannya juga mengarah ke barat daya dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter.

Selama periode pemantauan ini, terlihat asap putih dengan intensitas sedang hingga tebal setinggi 50 meter di kawah Gunung Merapi.

Sampai saat ini BPPTKG masih menetapkan tingkat aktivitas Gunung Merapi pada Level III (Siaga).

Baca juga: Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.300 Meter

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer dan pada sektor tenggara yaitu Sungai Gendol sejauh 3 kilometer.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com