Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.300 Meter

Kompas.com - 18/04/2021, 19:50 WIB
Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (4/3/2021). Menurut data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan Kamis (04/03/2021) pukul 18:00-24:00 WIB dan Jumat (05/03/2021) 00.00-06.00 WIB Gunung Merapi mengalami 81 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.200 m ke arah barat daya. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGGuguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (4/3/2021). Menurut data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan Kamis (04/03/2021) pukul 18:00-24:00 WIB dan Jumat (05/03/2021) 00.00-06.00 WIB Gunung Merapi mengalami 81 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.200 m ke arah barat daya.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada Minggu (18/4/2021).

Awan panas guguran meluncur sejauh 1.300 meter ke arah barat daya.

"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada 18 April 2021 pukul 18.02 WIB," ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida dalam laporan tertulis, Minggu.

Baca juga: Gunung Merapi Tiga Kali Luncurkan Awan Panas dan 15 Guguran Lava Pijar

Berdasarkan data BPPTKG, awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimal 23 mm. Durasi awan panas guguran maksimal 114 detik.

"Jarak luncur kurang lebih 1.300 m ke arah Barat Daya," tegasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 18 April 2021 pukul 12.00 WIB - 18.00 WIB asap kawah tidak teramati.

Data kegempaan di Gunung Merapi untuk guguran sebanyak 44 dengan amplitudo  3 mm-40 mm dan durasi 10 detik-124 detik.

Baca juga: Dalam Sepekan, Gunung Merapi Keluarkan 13 Awan Panas dan 119 Guguran Lava

Hembusan sebanyak 3 dengan amplitudo 2 mm-3 mm dan durasi 7 detik-21 detik.

Hybrid/Fase Banyak jumlah 18 dengan amplitudo 3 mm-22 mm, S-P 0.4 detik-0.6 detik dan durasi 6 detik-13 detik.

Vulkanik Dangkal sebanyak 5 dengan amplitudo 48 mm-75 mm dan durasi 20 detik-30 detik.

"Tingkat aktivitas Gunung Merapi ditetapkan Level III (Siaga)," tegasnya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

48.965 Warga Banyuwangi Terima BST Rp 600.00, Dibagikan di Tiap Dusun

48.965 Warga Banyuwangi Terima BST Rp 600.00, Dibagikan di Tiap Dusun

Regional
Kronologi Anggota DPRD Bangun Tembok Pintu Rumah Tahfiz Diduga karena Jemuran hingga Akhirnya Dibongkar

Kronologi Anggota DPRD Bangun Tembok Pintu Rumah Tahfiz Diduga karena Jemuran hingga Akhirnya Dibongkar

Regional
4 Wilayah di Sumsel Perpanjang PPKM Level 4 hingga 8 Agustus

4 Wilayah di Sumsel Perpanjang PPKM Level 4 hingga 8 Agustus

Regional
Terinfeksi Covid-19, Seorang Dokter Puskesmas di Bantul Meninggal Dunia

Terinfeksi Covid-19, Seorang Dokter Puskesmas di Bantul Meninggal Dunia

Regional
Hari Ketujuh Pencarian, Anak Perempuan yang Hilang Misterius di Bukit Jin Dumai Belum Ditemukan

Hari Ketujuh Pencarian, Anak Perempuan yang Hilang Misterius di Bukit Jin Dumai Belum Ditemukan

Regional
Vila Mewah di Belitung Digratiskan untuk Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Ini Persyaratannya

Vila Mewah di Belitung Digratiskan untuk Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Ini Persyaratannya

Regional
Unand Lockdown Usai Guru Besar, Dosen, dan 2 Tenaga Kependidikan Meninggal karena Covid-19

Unand Lockdown Usai Guru Besar, Dosen, dan 2 Tenaga Kependidikan Meninggal karena Covid-19

Regional
Ags Ditemukan Meninggal di Rumah Kosong, Positif Covid-19, Isolasi Mandiri Tanpa Lapor ke Rumah Sakit

Ags Ditemukan Meninggal di Rumah Kosong, Positif Covid-19, Isolasi Mandiri Tanpa Lapor ke Rumah Sakit

Regional
Bupati Wonogiri: Tak Milik Otoritas, Pemda Tak Mungkin Bisa Atasi Kelangkaan Oksigen Medis

Bupati Wonogiri: Tak Milik Otoritas, Pemda Tak Mungkin Bisa Atasi Kelangkaan Oksigen Medis

Regional
Keharuan Pak Untung Saat Dagangan Duriannya Diborong: Siang sampai Malam Baru Laku 2

Keharuan Pak Untung Saat Dagangan Duriannya Diborong: Siang sampai Malam Baru Laku 2

Regional
Stok Vaksin Menipis, Semua Layanan Bus Vaksinasi Keliling di Pekanbaru Dihentikan

Stok Vaksin Menipis, Semua Layanan Bus Vaksinasi Keliling di Pekanbaru Dihentikan

Regional
Pasien Covid-19 Dirawat di Tenda Darurat, RSUD M Zein Painan Tambah Kapasitas Bed

Pasien Covid-19 Dirawat di Tenda Darurat, RSUD M Zein Painan Tambah Kapasitas Bed

Regional
Nekat Bakar Lahan untuk Tanam Sawit dan Jagung, 2 Pelaku Karhutla di Rokan Hilir Ditangkap

Nekat Bakar Lahan untuk Tanam Sawit dan Jagung, 2 Pelaku Karhutla di Rokan Hilir Ditangkap

Regional
Mahasiswa Kebanggaan Karawang Itu Meninggal di Mesir, Akhirnya Jenazah Bisa Dipulangkan

Mahasiswa Kebanggaan Karawang Itu Meninggal di Mesir, Akhirnya Jenazah Bisa Dipulangkan

Regional
Cerita Nakes Penyintas Covid-19 Ramai-ramai Jadi Donor Plasma Konvalesen, Buat Grup hingga Donasikan Gratis

Cerita Nakes Penyintas Covid-19 Ramai-ramai Jadi Donor Plasma Konvalesen, Buat Grup hingga Donasikan Gratis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X