Terinspirasi Gibran, Mantan Wabup 42 Hari Bikin Pesantren Vokasi

Kompas.com - 13/04/2021, 16:52 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming saat melihat buku tentang perjalanan wakil bupati Tasikmalaya 42 hari Deni Ramdani Sagara, di sela kegiatannya di Solo, Jumat (9/4/2021) lalu. IstimewaWali Kota Solo Gibran Rakabuming saat melihat buku tentang perjalanan wakil bupati Tasikmalaya 42 hari Deni Ramdani Sagara, di sela kegiatannya di Solo, Jumat (9/4/2021) lalu.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Momen bulan Ramadhan ini, Mantan Wakil Bupati Tasikmalaya tersingkat di Indonesia, Deni Ramdhani Sagara, mendirikan pesantren vokasi.

Pesantren untuk peningkatan life skill santri ini terinspirasi oleh wali kota Solo yang juga putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming.

Deni mengatakan, pembentukan pesantren yang disebutnya "savoi" ini berangkat dari keprihatinannya melihat kondisi pengangguran di Kabupaten Tasikmalaya ketika ia menjabat wakil bupati selama 42 hari.

"Saya lihat potensi sumber daya alam manusia masyarakat di tempat saya dan juga saya melihat potret sosial pengangguran dan masalah ketenagakerjaan di sekeliling kita ada dan tentu harus ada solusi yang kita berikan," kata Deni kepada Kompas.com di kediamannya di Sukahening, Rabu (13/4/2021).

Baca juga: Cerita Deni Rhamdani Menjabat Wabup Tasikmalaya Hanya 42 Hari, Sering Temui Warga Miskin di Daerah Terpencil

Ia mengatakan, pendirian pesantren vokasi ini merupakan hasil belajar dari banyak pihak di berbagai tempat. Salah satunya adalah dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming.

"Yang menginspirasi saya adalah pemimpin muda Wali Kota Solo Mas Gibran sebagai wali kota milenial. Menurut hemat saya ini adalah calon pemimpin di masa depan. Menurut saya, Mas Gibran mempunyai kepedulian dalam pengembangan SMK untuk mengatasi permasalahan kualitas SDM menghadapi pasar global," Deni.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya pada Jumat, Deni bertemu Gibran di Solo. Dalam kesempatan itu, ia berbincang mengenai masalah SMK. Dari situ, Deni mengaku merasa mendapat inspirasi untuk menciptakan sesuatu untuk mengatasi pengangguran. 

Setelah mendapat inspirasi dari Gibran, Deni kemudian berdiskusi dengan gurunya di pesantren dan teman-teman alumni Gontor dan UGM. Lalu ia mencoba untuk merangkum hasil diskusi itu dengan mendirikan gerakan pesantren vokasi Indonesia dalam rangka memanfaatkan momentum bonus demografi yang dimiliki Indonsia.

"Pesantren vokasi Indonesia hadir untuk melengkapi SMK-SMK di tanah air, tentu dengan kondisi ekonomi yang terus berdinamika," ujar Deni.

Menurut Deni, ke depan Indonesia mesti menyiapkan tenaga muda anak milenial yang mempunyai semangat tinggi. Kalau Presiden Jokowi memiliki program revolusi mental, maka Deni akan mengolaborasikannya dengan pesantren vokasi.

"Kenapa saya kolaborasikan dengan pesantren vokasi, karena di pesantren ini punya nilai beda. Punya nilai lebih. Di sana ada nilai spiritual, nilai moralitas yang lebih ditingkatkan sehingga ke depan bangsa ini punya anak muda profesional yang memiliki mental spiritual yang tinggi," katanya.

Dengan demikian, lanjut Deni, di manapun ditempatkan bekerja, ia tetap nyaman dan memiliki tanggung jawab yang tinggi.

"Mungkin itu salah satu alternatif yang menginspirasi saya mendirikan pesantren vokasi Indonesia," katanya.

Baca juga: Wabup Tasikmalaya Kaget Dapati Warganya Hanya Makan Nasi dan Garam, Paling Mewah Tempe

Menurut Deni, pesantren vokasi ini adalah sebuah gerakan semacam Indonesia mengajar. Basisnya berada di Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya. Pihaknya bekerja sama dengan sejumlah pesantren untuk meralisasikan gerakan ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aparat Desa di Karawang Potong Dana BST Warga Rp 300.000, Alasannya untuk Pasien Covid-19

Aparat Desa di Karawang Potong Dana BST Warga Rp 300.000, Alasannya untuk Pasien Covid-19

Regional
Beredar Kabar Badai Australia Akan Melanda NTT, Ini Penjelasan BMKG Kupang

Beredar Kabar Badai Australia Akan Melanda NTT, Ini Penjelasan BMKG Kupang

Regional
Anak-anak hingga Pengasuh Panti Terkena Covid-19, Dievakuasi Langsung ke Lokasi Isoter di Medan

Anak-anak hingga Pengasuh Panti Terkena Covid-19, Dievakuasi Langsung ke Lokasi Isoter di Medan

Regional
Gelar Vaksinasi untuk Difabel, Polisi di Wonogiri Sediakan Penerjemah Bahasa Isyarat

Gelar Vaksinasi untuk Difabel, Polisi di Wonogiri Sediakan Penerjemah Bahasa Isyarat

Regional
Pedagang Malioboro Pasang 200 Bendera Merah Putih dan Bagikan 600 Bendera, Ajak Warga Tetap Semangat

Pedagang Malioboro Pasang 200 Bendera Merah Putih dan Bagikan 600 Bendera, Ajak Warga Tetap Semangat

Regional
Sertifikat Vaksin dan PCR Diusulkan Jadi Syarat Ikut SKD CPNS di Batam

Sertifikat Vaksin dan PCR Diusulkan Jadi Syarat Ikut SKD CPNS di Batam

Regional
Polisi Usut Dugaan Penganiayaan Terhadap 2 Anak Panti Asuhan di Gresik

Polisi Usut Dugaan Penganiayaan Terhadap 2 Anak Panti Asuhan di Gresik

Regional
Tetap Untung Kala Pandemi, Petani Buah Naga Raup Belasan Juta Rupiah Tiap Pekan

Tetap Untung Kala Pandemi, Petani Buah Naga Raup Belasan Juta Rupiah Tiap Pekan

Regional
Polisi di Makassar Jual Motor Antik Kesayangan untuk Bantu Biayai 10 Anak Putus Sekolah

Polisi di Makassar Jual Motor Antik Kesayangan untuk Bantu Biayai 10 Anak Putus Sekolah

Regional
Dilaporkan Gubernur NTT ke Polisi, Alfred Baun :Saya Hanya Mengingatkan

Dilaporkan Gubernur NTT ke Polisi, Alfred Baun :Saya Hanya Mengingatkan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 5 Agustus 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 5 Agustus 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 5 Agustus 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 5 Agustus 2021

Regional
Polisi Tembak Kawanan Perampok yang Bunuh Nakes Covid-19 di Kalsel

Polisi Tembak Kawanan Perampok yang Bunuh Nakes Covid-19 di Kalsel

Regional
BOR RS Covid-19 Sempat di Atas 90 Persen, Kadinkes Banyumas: Sudah Normal

BOR RS Covid-19 Sempat di Atas 90 Persen, Kadinkes Banyumas: Sudah Normal

Regional
Bantuan Beras PPKM Ditemukan Berjamur dan Berbau Tidak Sedap, Warga: Saya Kecewa

Bantuan Beras PPKM Ditemukan Berjamur dan Berbau Tidak Sedap, Warga: Saya Kecewa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X