Mengenal Jagung Titi, Camilan Khas Buka Puasa di Flores Timur yang Ingatkan Kampung Halaman

Kompas.com - 13/04/2021, 16:00 WIB
Pelaku usaha jagung titi, Zainab Abdullah (63) memasak jagung untuk diproduksi menjadi jagung titi di Desa Lamahala Jaya, Waiwerang Kota, Kabupaten Flores Timur, NTT, Senin (12/4/2021). (FOTO ANTARA/Andi Firdaus). AntaraPelaku usaha jagung titi, Zainab Abdullah (63) memasak jagung untuk diproduksi menjadi jagung titi di Desa Lamahala Jaya, Waiwerang Kota, Kabupaten Flores Timur, NTT, Senin (12/4/2021). (FOTO ANTARA/Andi Firdaus).

KOMPAS.com - Menjelang setiap bulan Ramadhan, warga di Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Waiwerang Kota, Kabupaten Flores Timur, disibukkan dengan membuat camilan khas, yaitu jagung titi.

Camilan khas Flores Timur itu memang selalu ada ketika waktu berbuka puasa bagi umat Islam di Adonara dan sekitarnya.

"Jagung titi makanan khas sini. Satu kampung ini, kami yang buat. Ditumbuk batu sampai gepeng, seperti emping melinjo kalau di Jawa, tapi ini bahannya jagung," kata Ketua RT 005 RW 02 Lamahala Jaya, Suleman Kasim (69), dilansir dari Antara.

Baca juga: Ratusan Warga Diduga Tertimbun Longsor di Flores Timur, 23 Jenazah Telah Dievakuasi, Ini Penjelasan BPBD

Hal senada juga diungkapkan Zainab Andullah, salah satu produsen jagung titi di Desa Lamahala Jaya.

"Kalau Ramadhan bisa tambah untung Rp 15.000. Kalau hari biasa untungnya Rp 30.000 sehari," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, menurut Zainab, bencana banjir bandang membuat dirinya harus menunda membuat jagung titi karena harus melayat dan membantu tetangganya yang menjadi korban.

Baca juga: Beri Uang Tebusan ke KKB, Bupati Puncak: Negara Tidak Pernah Kalah, demi Kemanusiaan

Mirip emping, tetapi...

Penduduk Lamahala, Flores Timur, NTT mengunyah jagung titi, Senin (12/4/2021). (FOTO ANTARA/Andi Firdaus)Antara Penduduk Lamahala, Flores Timur, NTT mengunyah jagung titi, Senin (12/4/2021). (FOTO ANTARA/Andi Firdaus)

Suleman menjelaskan, jagung titi bentuknya mirip kudapan emping di Jawa.

Namun, bahan dasar jagung titi adalah jenis jagung pulut. Sedangkan emping dibuat dari biji melinjo.

Jagung titi dibuat dari jagung pulut karena bertekstur empuk dan lengket. Selain itu, menurut Suleman, proses produksinya pun masih dengan peralatan tradisional.

Baca juga: Terkendala Cuaca, Rombongan Kepala BNPB Tempuh Jalur Darat dari Maumere ke Flores Timur, NTT

Biji direndam semalaman, kemudian dipanaskan dalam periuk menggunakan kayu bakar hingga setengah matang.

Lalu, saat proses adukan hingga mengangkat biji jagung dari periuk panas dilakukan tanpa menggunakan alat, melainkan dengan jari tangan si pembuat.

"Kira-kira satu jimpit jagung kita taruh di atas periuk (batu) lalu ditumbuk sampai gepeng," kata Suleman.

 

Membawa kenangan kampung halaman

Salah satu warga Lamahala lainnya, Adnan Sangaji, menyampaikan, jagung titi merupakan kesukaannya, terutama saat bulan puasa.

"Warga Adonara yang sedang pergi merantau dalam waktu lama, pasti dia menangis kalau menemukan jagung titi di sana. Ini makanan yang mengingatkan mereka untuk pulang," katanya.

Baca juga: Cerita Haru Bocah 2 Tahun Selamat Usai Terseret Banjir di Adonara, Ayah: Ini Mukjizat

Dirinya pun berharap, bencana alam dan situasi pandemi Covid-19 di NTT akan segera berlalu.

Sehingga, warga akan dapat berkumpul kembali dan menikmati jagung titi bersama keluarga saat Ramadhan.

"Kami tetap menjaga tradisi Ramadhan yang biasa dijalani karena bulan suci hanya datang sekali setiap tahunnya. Tapi, tentunya kami siap mengikuti anjuran pemerintah untuk beribadah sesuai protokol kesehatan," kata Adnan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berawal dari Shuttlecock Jerami, Kini Apriyani Rahayu Raih Medali Emas Olimpiade

Berawal dari Shuttlecock Jerami, Kini Apriyani Rahayu Raih Medali Emas Olimpiade

Regional
Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio Ternyata Penipuan, Gubernur Sumsel: Sudah Bikin Gaduh, Harus Ditindak Tegas

Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio Ternyata Penipuan, Gubernur Sumsel: Sudah Bikin Gaduh, Harus Ditindak Tegas

Regional
Anak Akidi Tio Jadi Tersangka Hoaks Sumbangan Rp 2 Triliun, Polisi: Ada Penipuan

Anak Akidi Tio Jadi Tersangka Hoaks Sumbangan Rp 2 Triliun, Polisi: Ada Penipuan

Regional
Sepekan Berjuang Melawan Covid-19, Satu Nakes RSUD Wonogiri Meninggal Dunia

Sepekan Berjuang Melawan Covid-19, Satu Nakes RSUD Wonogiri Meninggal Dunia

Regional
Mantan Calon Bupati Tasikmalaya Todongkan Pistol ke Wajah Tukang Galon, gara-gara Mobilnya Tersenggol

Mantan Calon Bupati Tasikmalaya Todongkan Pistol ke Wajah Tukang Galon, gara-gara Mobilnya Tersenggol

Regional
Keluarga Calon Paskibraka Gagal ke Jakarta Laporkan Kadispora Sulbar ke Ombudsman

Keluarga Calon Paskibraka Gagal ke Jakarta Laporkan Kadispora Sulbar ke Ombudsman

Regional
Anak Akidi Tio Ditangkap dan Jadi Tersangka Terkait Hoaks Sumbangan Rp 2 Triliun

Anak Akidi Tio Ditangkap dan Jadi Tersangka Terkait Hoaks Sumbangan Rp 2 Triliun

Regional
Begini Kondisi Pesepeda yang Jadi Korban Tabrak Lari oleh Mobil Rescue Dinsos Takalar

Begini Kondisi Pesepeda yang Jadi Korban Tabrak Lari oleh Mobil Rescue Dinsos Takalar

Regional
Kisah Zasa, Gadis Difabel Asal NTT yang Berprestasi di Kancah Internasional

Kisah Zasa, Gadis Difabel Asal NTT yang Berprestasi di Kancah Internasional

Regional
Gubernur Babel Prediksi PPKM Bakal Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Gubernur Babel Prediksi PPKM Bakal Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Regional
Suami Pergoki Istrinya Berhubungan Intim dengan Pria Lain di Kebun

Suami Pergoki Istrinya Berhubungan Intim dengan Pria Lain di Kebun

Regional
Kronologi Pasutri yang Selamat Setelah Mobilnya Terjebak di Tengah Rel dan Ditabrak Kereta

Kronologi Pasutri yang Selamat Setelah Mobilnya Terjebak di Tengah Rel dan Ditabrak Kereta

Regional
Dinkes Riau Ingin PPKM Diperpanjang, Ini Alasannya

Dinkes Riau Ingin PPKM Diperpanjang, Ini Alasannya

Regional
Dinkes Solo Sebut Penanganan Covid-19 Harus Terintegrasi dari Hulu sampai ke Hilir

Dinkes Solo Sebut Penanganan Covid-19 Harus Terintegrasi dari Hulu sampai ke Hilir

Regional
Batalkan Jual Beli Tanah, Kakek 63 Tahun Asal Semarang Dijebloskan Tetangga ke Penjara

Batalkan Jual Beli Tanah, Kakek 63 Tahun Asal Semarang Dijebloskan Tetangga ke Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X