PP Muhammadiyah Anggap Tidak Mudik sebagai Bentuk Kesalehan

Kompas.com - 13/04/2021, 15:36 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir di kantor Pusat Dewan Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Senin (16/12/2019). KOMPAS.com/TSARINA MAHARANI Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir di kantor Pusat Dewan Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Senin (16/12/2019).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendukung kebijakan pemerintah pusat soal pelarangan mudik selama libur Lebaran 2021 untuk memutus rantai penularan kasus Covid-19.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, tidak mudik merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kesalehan diri.

"Belum memungkinkan (mudik) sesuai kebijakan pemerintah sebaiknya warga tidak perlu mudik tahun ini. Kalau mudik itu menjadi tidak disiplin dan menambah rantai penularan Covid-19," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima, Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Soal Perbedaan Waktu Imsak, Muhammadiyah: Jangan Jadi Konflik di Negara Demokrasi

Haedar berpesan kepada warga agar berempati kepada tenaga kesehatan (nakes) karena telah berjuang menghadapi Covid-19 dengan memberikan pelayanan kepada pasien.

"Kita perlu berempati dan simpati kepada keluarga-keluarga, yang telah ditinggal oleh orang tercinta dan kepada para nakes yang telah berjuang langsung," katanya.

Ia menambahkan dengan tetap di rumah dan tidak mudik merupakan bentuk ikhtiar agar mempercepat pandemi Covid-219 segera berakhir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Karena itu, tidak perlu mudik dan jangan sampai kita merasa berat mudik yang justru nanti kita kalau mudik kemudian menambah rantai penularan,semuanya merupakan wujud dari ikthiar kita," katanya.

Baca juga: Ada Perbedaan Jadwal Imsakiyah antara Kemenag dan Muhammadiyah Jateng, Rapat Digelar, Ini Hasilnya

Selain mendoakan agar pandemi segera berakhir ikhtiar bersama juga dibutuhkan.

"Kita selalu berdoa agar pandemi ini segera berakhir, tetapi ikhtiar tetap kita lakukan secara kolektif dan penuh pertanggungjawaban," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang Malioboro Yogya Pasang Bendera Putih Tanda Menyerah: Kami Tak Bisa Apa-apa Lagi

Pedagang Malioboro Yogya Pasang Bendera Putih Tanda Menyerah: Kami Tak Bisa Apa-apa Lagi

Regional
Coba Aturan Makan di Tempat, Wali Kota Pontianak: Saya Hanya 13 Menit

Coba Aturan Makan di Tempat, Wali Kota Pontianak: Saya Hanya 13 Menit

Regional
Penumpang Kapal Ketapang-Gilimanuk Diduga Terjun ke Laut, Hilang Terseret Arus Kuat

Penumpang Kapal Ketapang-Gilimanuk Diduga Terjun ke Laut, Hilang Terseret Arus Kuat

Regional
Jalan Kaki Lintasi Rel Saat Hujan Lebat, Mahasiswi Kebidanan Tewas Tertabrak Kereta

Jalan Kaki Lintasi Rel Saat Hujan Lebat, Mahasiswi Kebidanan Tewas Tertabrak Kereta

Regional
Kakek yang Kayuh Sepeda 15 Km Demi Vaksin: Lama Menunggu, Saya Belum Makan dari Pagi

Kakek yang Kayuh Sepeda 15 Km Demi Vaksin: Lama Menunggu, Saya Belum Makan dari Pagi

Regional
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

Regional
Penderita TBC Ditolak 4 RS gara-gara Stok Oksigen Kosong, Wali Kota Bantah Ada Penolakan

Penderita TBC Ditolak 4 RS gara-gara Stok Oksigen Kosong, Wali Kota Bantah Ada Penolakan

Regional
Puncak Kemarau, Embun Upas Muncul di Kawasan Semeru dan Bromo

Puncak Kemarau, Embun Upas Muncul di Kawasan Semeru dan Bromo

Regional
Cegah Perampasan Jenazah Pasien Covid-19, Polisi Jaga Sejumlah Rumah Sakit di NTT

Cegah Perampasan Jenazah Pasien Covid-19, Polisi Jaga Sejumlah Rumah Sakit di NTT

Regional
Mantan Atlet Tinju Bone Ditemukan Tewas di Kolong Jembatan, Polisi: Tak Ditemukan Tanda Kekerasan

Mantan Atlet Tinju Bone Ditemukan Tewas di Kolong Jembatan, Polisi: Tak Ditemukan Tanda Kekerasan

Regional
Marak Penipuan Modus Tawarkan Plasma Konvalesen, Polisi Turun Tangan

Marak Penipuan Modus Tawarkan Plasma Konvalesen, Polisi Turun Tangan

Regional
Kota Blitar Mulai Pindahkan Warga Isoman di Rumah ke Pusat Isolasi

Kota Blitar Mulai Pindahkan Warga Isoman di Rumah ke Pusat Isolasi

Regional
Gubernur Edy: Kalau Banyak Kena Covid-19, Orang Sumut Tak Makan Nanti

Gubernur Edy: Kalau Banyak Kena Covid-19, Orang Sumut Tak Makan Nanti

Regional
31 Penumpang Kapal di Pelabuhan Baubau Gunakan Surat Vaksin dan Antigen Palsu

31 Penumpang Kapal di Pelabuhan Baubau Gunakan Surat Vaksin dan Antigen Palsu

Regional
Pasien Covid-19 Dikenakan Tarif oleh Puskesmas, Bupati Trenggalek Minta Maaf

Pasien Covid-19 Dikenakan Tarif oleh Puskesmas, Bupati Trenggalek Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X