Cegah Pemudik, Jalur Tikus hingga Perbatasan Banyumas Dijaga Ketat 24 Jam

Kompas.com - 13/04/2021, 11:02 WIB
Kapolresta Banyumas Kombes Firman Lukmanul Hakim. KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINKapolresta Banyumas Kombes Firman Lukmanul Hakim.

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Tim gabungan di Banyumas, Jawa Tengah, akan berjaga di wilayah perbatasan, bahkan hingga ke tingkat RT dan RW untuk mengantisipasi warga yang nekat mudik.

Penjagaan akan dimulai H-10 hingga H+5 lebaran selama 24 jam.

Kapolresta Banyumas Kombes Firman Lukmanul Hakim mengatakan, tim gabungan dari unsur polisi, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan akan berjaga di lima titik perbatasan.

"Saat mereka (pemudik) datang di posko pasti akan dirapid test antigen, itu nomor satu," kata Firman di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Pemudik yang Masuk Jateng Bakal Dites Antigen, Dikarantina jika Reaktif

Apabila yang bersangkutan dinyatakan positif, maka akan dikembalikan ke daerah asal atau dikarantina di Banyumas.

Sebaliknya, apabila hasilnya negatif maka diperbolehkan masuk wilayah Banyumas.

Pihaknya juga akan mengantisipasi potensi masuknya pemudik melalui jalur-jalur tikus.

"Lurah/Kades, bhabinsa, bhabinkamtibmas akan bertugas menjaga yang bocor-bocor, yang sudah masuk wilayah atau rumah-rumah, yang tidak lapor, kami lakukan operasi yustisi, kami lakukan testing," jelas Firman.

Baca juga: Cegah Pemudik, Dirlantas Polda Jateng Lakukan Penyekatan di 14 Titik

Lebih lanjut, Firman mengatakan, upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga penyebaran Covid-19 akibat arus mudik-balik.

"Kami fokus pencegahan gelombang ketiga, gelombang pertama kan waktu awal-awal dulu, gelombang kedua kemarin tahun baru, jangan sampai ini terjadi lagi gelombang ketiga," ujar Firman.

Upaya tersebut diharapkan juga dapat mempertahankan grafik penyebaran Covid-19 di Banyumas yang mulai menurun.

"Harapan kami tetap menjaga stabilitas Covid-19 di Banyumas, mudah-mudahan zona hijaunya bertambah," kata Firman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTAR] Nani Pengirim Sate Sianida Merantau Sejak Lulus SMP | Memburu Pria yang Bakar Perawat Eva

[POPULER NUSANTAR] Nani Pengirim Sate Sianida Merantau Sejak Lulus SMP | Memburu Pria yang Bakar Perawat Eva

Regional
Pesawat Perintis ke Krayan Tetap Terbang Meski Larangan Mudik, Sekda Nunukan: Orang Teriak Kalau Stop

Pesawat Perintis ke Krayan Tetap Terbang Meski Larangan Mudik, Sekda Nunukan: Orang Teriak Kalau Stop

Regional
Fakta Pengolah Sampah di Surabaya yang Diresmikan Jokowi, Tebesar di Indonesia, Ubah 1.000 Ton Sampah Jadi Energi Listrik

Fakta Pengolah Sampah di Surabaya yang Diresmikan Jokowi, Tebesar di Indonesia, Ubah 1.000 Ton Sampah Jadi Energi Listrik

Regional
Ini Titik-Titik Penyekatan Antarprovinsi dan Antarkabupaten di Jatim

Ini Titik-Titik Penyekatan Antarprovinsi dan Antarkabupaten di Jatim

Regional
Viral Foto Nani Pengirim Sate Sianida Berdaster Dalam Penjara, Diambil Anggota Polsek Bantul, Jadi Status WA Isteri Polisi

Viral Foto Nani Pengirim Sate Sianida Berdaster Dalam Penjara, Diambil Anggota Polsek Bantul, Jadi Status WA Isteri Polisi

Regional
Polisi Bongkar Penjualan Rapid Test Antigen Ilegal di Semarang, Beromzet Miliaran Rupiah

Polisi Bongkar Penjualan Rapid Test Antigen Ilegal di Semarang, Beromzet Miliaran Rupiah

Regional
Kisah Asmara Nani Pengirim Sate Sianida, Menikah Siri dengan Tomy, Anggota Polisi yang Jadi Targetnya hingga Kapolresta Perlu Bukti

Kisah Asmara Nani Pengirim Sate Sianida, Menikah Siri dengan Tomy, Anggota Polisi yang Jadi Targetnya hingga Kapolresta Perlu Bukti

Regional
Loncat Setinggi 7 Meter dari Atap Lantai 2 ke Kebun Salak, Pria Ini Hilang Misterius

Loncat Setinggi 7 Meter dari Atap Lantai 2 ke Kebun Salak, Pria Ini Hilang Misterius

Regional
Kronologi Bocah 10 Tahun Dianiaya hingga Babak Belur, Berawal Antar Makanan untuk Keluarga Ayah Tiri

Kronologi Bocah 10 Tahun Dianiaya hingga Babak Belur, Berawal Antar Makanan untuk Keluarga Ayah Tiri

Regional
Varian Baru Covid-19 dari Kongo Ditemukan di Mojokerto, Pasien Pulang dari Luar Negeri

Varian Baru Covid-19 dari Kongo Ditemukan di Mojokerto, Pasien Pulang dari Luar Negeri

Regional
Wanita Ini Dijual Keperawanannya, Dipaksa Jadi PSK Pakai Ancaman Video Syur

Wanita Ini Dijual Keperawanannya, Dipaksa Jadi PSK Pakai Ancaman Video Syur

Regional
Gempa Mentawai, Ini Penjelasan BPBD soal Sirene Tsunami di Agam Berbunyi

Gempa Mentawai, Ini Penjelasan BPBD soal Sirene Tsunami di Agam Berbunyi

Regional
WNA Italia Ditangkap Saat Tidur di Teras Rumah Warga, Ternyata Mengemis, Mengaku Seniman dan Bisnisnya Bangkrut

WNA Italia Ditangkap Saat Tidur di Teras Rumah Warga, Ternyata Mengemis, Mengaku Seniman dan Bisnisnya Bangkrut

Regional
Cerita Kakek Cireng Bangun Rumah Bawah Tanah Seorang Diri

Cerita Kakek Cireng Bangun Rumah Bawah Tanah Seorang Diri

Regional
Dugaan yang Muncul di Kasus Pembakaran Perawat Eva Sofiana dan Korban sebagai Saksi Kunci

Dugaan yang Muncul di Kasus Pembakaran Perawat Eva Sofiana dan Korban sebagai Saksi Kunci

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X