Derita Korban Puting Beliung, Rumah Buruh Bangunan Ini Dibangun 2 Tahun, Hancur dalam 15 Menit

Kompas.com - 08/04/2021, 17:37 WIB
Kondisi rumah keluarga Irawan dan Sri Hardiyanti di Desa Amplas/Tambak Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang tinggal tersisa dinding yang rusak parah akibat angin puting beliung pada Rabu (7/4/2021) sore KOMPAS.COM/DEWANTOROKondisi rumah keluarga Irawan dan Sri Hardiyanti di Desa Amplas/Tambak Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang tinggal tersisa dinding yang rusak parah akibat angin puting beliung pada Rabu (7/4/2021) sore

Dijelaskannya, akibat puting beliung itu, ia mengalami kerugian materi yang besar. Rumah dan seisinya seperti televisi, kulkas, kipas angin, dan alat masak rusak akibat tertimpa batu.

Hanya tersisa satu ponsel yang saat kejadian sedang dicas dan tetap hidup meskipun sudah kena hujan dan tertimpa batu. 

Kronologi kejadian

Istri Irawan, Sri Hadiyanti mengatakan, saat itu dia sedang tidur siang bersama ketiga anaknya yang masih kecil di kamar. Cuaca saat itu sedang hujan deras.

Dia terbangun ketika mendengar suara retak. Dia lalu keluar dari kamar sambil menggendong satu balita serta menggandeng dua anaknya. 

"Saya keluar sambil bawa anak ke belakang, ini sudah hancur. Jalan ke depan, di dekat kamar ini ada batu-batu bata sudah jatuh nimpa kami. Sudah kayak di film-film lah," katanya.

Sri kemudian berjalan ke depan dan hendak membuka pintu depan namun tak berhasil. Dia kemudian berlindung di tembok samping karena melihat bagian depan rumahnya sudah mau ambrol.

"Kondisi hujan deras, angin kencang, sambil bawa 3 anak ini, kayu, seng, terbang. Batu-batu terangkat. Udah tak tahu lagi mau ke mana. Sekitar 15 menit lah itu, rumah ini hancur," katanya. 

Saat itu, Sri bingung harus menghubungi siapa. Sri mengaku yang ada di pikirkannya adalah bagaimana cara menyelamatkan diri dan ketiga anaknya dengan keluar dari rumah itu dan berlindung ke rumah tetangganya.

Setelah angin mereda, baru dia menyadari bahwa angin puting beliung itu sudah merusak sebagian besar rumahnya. 

"Tak ada lagi yang kami punya, kecuali HP ini. Kirain sudah tak ada lagi. Rupanya ada yang datang ngasih HP ini. Padahal udah kena hujan, batu, rupanya masih hidup. Untung pas lagi dicas ini semalam. Nempel di dinding," katanya. 

Baca juga: Cerita Korban Puting Beliung di Deli Serdang, Batu Beterbangan Terkena Dahi, Seisi Rumah Rusak

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Amplas, Edy Purwanto mengatakan, ada 45 rumah yang terdampak angin puting beliung di desanya pada Rabu (7/4/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

Bencana itu terjadi pada saat hujan deras. Dari 45 rumah yang terdampak, 1 rumah milik Sri Hardiyanti mengalami kerusakan paling parah dan 1 orang anak terluka, namun sudah diobati bidan setempat. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aktivis Pembela Korban Kekerasan Seksual di Jombang Jadi Korban Intimidasi

Aktivis Pembela Korban Kekerasan Seksual di Jombang Jadi Korban Intimidasi

Regional
Kasus Kredit Fiktif Rp 8,7 Miliar, Mantan Kepala Cabang BJB Tangerang Dituntut 6 Tahun Penjara

Kasus Kredit Fiktif Rp 8,7 Miliar, Mantan Kepala Cabang BJB Tangerang Dituntut 6 Tahun Penjara

Regional
Menangis, Pelaku Pembakaran Kekasih di Cianjur Mengaku Tak Tega Melihat Korban Kepanasan: Saya Peluk Dia

Menangis, Pelaku Pembakaran Kekasih di Cianjur Mengaku Tak Tega Melihat Korban Kepanasan: Saya Peluk Dia

Regional
Tentara Malaysia Bebaskan 8 Nelayan Indonesia yang Ditangkap

Tentara Malaysia Bebaskan 8 Nelayan Indonesia yang Ditangkap

Regional
Kronologi Pria Bakar Kekasihnya Hidup-hidup karena Cemburu, Pelaku Sempat Peluk Tubuh Korban yang Terbakar

Kronologi Pria Bakar Kekasihnya Hidup-hidup karena Cemburu, Pelaku Sempat Peluk Tubuh Korban yang Terbakar

Regional
Ditemukan di Rumah Kosong, Dua Bocah Ini Diduga Ditelantarkan, Ada Luka Lebam di Tubuh Si Kakak

Ditemukan di Rumah Kosong, Dua Bocah Ini Diduga Ditelantarkan, Ada Luka Lebam di Tubuh Si Kakak

Regional
Aktivitas Wisata di Wilayah Taman Nasional Bunaken Ditutup Sementara

Aktivitas Wisata di Wilayah Taman Nasional Bunaken Ditutup Sementara

Regional
Kasus Covid-19 di Aceh Bertambah 100 Orang

Kasus Covid-19 di Aceh Bertambah 100 Orang

Regional
[POPULER NUSANTARA] Aksi Polisi Peluk Pemudik Emosi | Lebih Baik Dipenjara jika Tak Bertemu Anak

[POPULER NUSANTARA] Aksi Polisi Peluk Pemudik Emosi | Lebih Baik Dipenjara jika Tak Bertemu Anak

Regional
Ayo Bantu Arif, Bocah yang Alami Hidrosefalus dan Ditinggalkan Kedua Orangtuanya

Ayo Bantu Arif, Bocah yang Alami Hidrosefalus dan Ditinggalkan Kedua Orangtuanya

Regional
Bupati Jombang Minta Khotbah Shalat Id Tidak Lama, Maksimal 10 Menit

Bupati Jombang Minta Khotbah Shalat Id Tidak Lama, Maksimal 10 Menit

Regional
Kisah Pilu Dua Bocah Ditemukan Warga di Rumah Kosong, Diduga Ditinggal Ibu dan Ada Luka Lebam

Kisah Pilu Dua Bocah Ditemukan Warga di Rumah Kosong, Diduga Ditinggal Ibu dan Ada Luka Lebam

Regional
Bupati Nganjuk Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan, Plt Bupati : Mohon Maaf, Ada Sedikit Ujian di Nganjuk

Bupati Nganjuk Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan, Plt Bupati : Mohon Maaf, Ada Sedikit Ujian di Nganjuk

Regional
'Enam Tahun Tak Kumpul Keluarga. Saya Harus Pulang Demi Anak-anak'

"Enam Tahun Tak Kumpul Keluarga. Saya Harus Pulang Demi Anak-anak"

Regional
Terbongkar, Jaringan Pembuat Hasil Tes Swab Palsu, Per Lembar Rp 200.000, 10 Menit Jadi

Terbongkar, Jaringan Pembuat Hasil Tes Swab Palsu, Per Lembar Rp 200.000, 10 Menit Jadi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X