Kapolda NTT: Jika Ada yang Jual Bahan Bangunan dengan Harga Tidak Wajar, Saya Perintahkan Tangkap

Kompas.com - 07/04/2021, 08:37 WIB
Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif saat turun dari pesawat Polri di Larantuka, Flores Timur, Selasa (6/4/2021). ANTARA/KORNELIS KAHAKapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif saat turun dari pesawat Polri di Larantuka, Flores Timur, Selasa (6/4/2021).

KOMPAS.com - Badai siklon tropis seroja yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan sejumlah rumah dan bangunan rusak parah. Setelah badai mulai reda, warga mulai memperbaiki rumah mereka.

Namun, kondisi itu justru dimanfaatkan sejumlah oknum untuk menjual bahan bangunan dengan harga yang lebih mahal dari biasanya.

Baca juga: Pegawai Rutan dan Lapas Ditangkap BNN, Kakanwil: Kalau Terlibat Langsung Harus Dipecat

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif pun memerintahkan personelnya untuk menindak tegas para spekulan yang memainkan harga bahan bangunan setelah bencana yang melanda wilayah itu.

"Saya sudah perintahkan personel untuk menyisir semua toko bangunan di Kota Kupang. Jika ada pemilik toko yang menjual bahan bangunan dengan harga tidak wajar saya perintahkan ditangkap," kata Latif di Larantuka, Flores Timur, seperti dikutip dari Antara, Selasa (7/4/2021) malam.

Tindakan itu diambil setelah polisi menerima laporan dari warga terkait harga sejumlah bahan bangunan yang meningkat drastis.

Seperti harga seng untuk atap rumah yang semula Rp 50.000 per lembar naik menjadi Rp 70.000 sampai Rp 75.000 per lembar.

Baca juga: Buntut Aksi Pesawat Kertas di Rumah Dinas Wali Kota Malang, Pengamanan Diperketat

Jenderal bintang dua itu menilai hal tersebut tidak wajar. Penjual, kata dia, sengaja menaikkan harga dengan memanfaatkan kesempatan di tengah bencana.

Ia juga memerintahkan Dikrimsus Polda NTT memantau kenaikan harga bahan bangunan yang meresahkan warga.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tahanan BNN Sumut Kabur, Ombudsman: Ada Kelalaian dan SDM Kurang

5 Tahanan BNN Sumut Kabur, Ombudsman: Ada Kelalaian dan SDM Kurang

Regional
Sederet Fakta 2 Prajurit TNI Gugur Diserang OTK, Pelaku Berjumlah 20 Orang dan Senjata Korban Dirampas

Sederet Fakta 2 Prajurit TNI Gugur Diserang OTK, Pelaku Berjumlah 20 Orang dan Senjata Korban Dirampas

Regional
Atas Saran Dukun, Bocah Ini Jalani Ritual Agar Tidak Nakal, Ditenggelamkan Orangtua di Bak Mandi hingga Tewas

Atas Saran Dukun, Bocah Ini Jalani Ritual Agar Tidak Nakal, Ditenggelamkan Orangtua di Bak Mandi hingga Tewas

Regional
Berkaca dari Kasus Telur Asli Dikira Palsu, Ini Tips Memilih Telur yang Baik...

Berkaca dari Kasus Telur Asli Dikira Palsu, Ini Tips Memilih Telur yang Baik...

Regional
Putra Sulung Risma Pertanyakan Janji Eri Cahyadi di Pilkada Surabaya 2020

Putra Sulung Risma Pertanyakan Janji Eri Cahyadi di Pilkada Surabaya 2020

Regional
Komplotan Pencuri Modus Pijat Beraksi di Dalam Angkot, 3 Cincin Korban Raib

Komplotan Pencuri Modus Pijat Beraksi di Dalam Angkot, 3 Cincin Korban Raib

Regional
Mudik Dilarang, Omzet Penjual Ketupat di Madiun Turun 50 Persen

Mudik Dilarang, Omzet Penjual Ketupat di Madiun Turun 50 Persen

Regional
Eri Cahyadi Minta Lurah dan Camat di Surabaya Antisipasi Lonjakan Covid-19 Usai Libur Lebaran

Eri Cahyadi Minta Lurah dan Camat di Surabaya Antisipasi Lonjakan Covid-19 Usai Libur Lebaran

Regional
Permohonan Kasasi Jaksa Ditolak MA, Jerinx Segera Bebas

Permohonan Kasasi Jaksa Ditolak MA, Jerinx Segera Bebas

Regional
Seorang Tahanan Ditemukan Meninggal, Ternyata Positif Covid-19 Berdasarkan Tes Antigen

Seorang Tahanan Ditemukan Meninggal, Ternyata Positif Covid-19 Berdasarkan Tes Antigen

Regional
Satgas Nemangkawi Kontak Senjata dengan KKB Lekagak Telenggen, Seorang Personel Tertembak

Satgas Nemangkawi Kontak Senjata dengan KKB Lekagak Telenggen, Seorang Personel Tertembak

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 18 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 18 Mei 2021

Regional
Puskesmas di Deli Serdang Tetap Buka meski 21 Nakesnya Positif Covid-19

Puskesmas di Deli Serdang Tetap Buka meski 21 Nakesnya Positif Covid-19

Regional
2 Prajurit TNI Gugur Dianiaya 20 OTK, Senjata Juga Dirampas, Kapolda Papua: Kita Kejar Pelaku

2 Prajurit TNI Gugur Dianiaya 20 OTK, Senjata Juga Dirampas, Kapolda Papua: Kita Kejar Pelaku

Regional
Sejumlah Perusahaan di Jatim Mencicil Bayar THR Karyawan, Alasannya Biar Tak Mudik

Sejumlah Perusahaan di Jatim Mencicil Bayar THR Karyawan, Alasannya Biar Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X