Pesawat Kertas dan Flare di Rumah Dinas Wali Kota Malang, Polisi: Itu Bukan Teror...

Kompas.com - 06/04/2021, 08:29 WIB
Salah satu anggota Satpol PP Kota Malang yang berjaga di rumah dinas wali kota saat memungut salah satu dari pesawat kertas yang dilempatkan ke halaman rumah dinas wali kota. (Foto: Tangkapan Layar dari Video yang Beredar). KOMPAS.COM/Tangkapan Layar dari Video yang BeredarSalah satu anggota Satpol PP Kota Malang yang berjaga di rumah dinas wali kota saat memungut salah satu dari pesawat kertas yang dilempatkan ke halaman rumah dinas wali kota. (Foto: Tangkapan Layar dari Video yang Beredar).

MALANG, KOMPAS.com - Rumah Dinas Wali Kota Malang Sutiaji dilempari pesawat kertas atau kertas yang dilipat menyerupai pesawat terbang pada Senin (5/4/2021).

Selain itu, ada flare yang menyala di luar pagar rumah dinas di Jalan Ijen, Kota Malang.

Berdasarkan video yang beredar di aplikasi pesan instan, pesawat kertas itu jatuh di halaman rumah dinas. Terlihat flare menyala di luar pagar rumah dalam video berdurasi delapan detik itu.

Anggota Satpol PP Kota Malang terlihat memungut salah satu pesawat kertas tersebut.

Kapolsek Klojen Kompol Nadzir Syah Basri mengatakan, aksi itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Sekitar 10 orang terlibat dalam aksi tersebut.

Baca juga: Hikmah Terbesar KLB Demokrat bagi AHY: Kami Semakin Solid, Mesin Partai Selalu Menghangat

Nadzir menjelaskan, aksi pelemparan itu bukan teror terhadap wali kota. Di dalam pesawat kertas itu tertulis aspirasi yang ditulis para pelemparnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini bukan teror, hanya sekedar menyampaikan aspirasi dari mereka terkait masalah Yayasan Arema (klub sepakbola)," katanya di lokasi, Senin.

Pesan dalam pesawat kertas itu berisi tentang tuntutan untuk menyelamatkan Yayasan Arema.

"Intinya adalah pesan selamatkan Arema. Intinya itu saja," katanya.

 

Kepala Satpol PP Kota Malang, Priyadi mengatakan, akibat adanya pelemparan pesawat kertas tersebut, pihaknya memperketat penjagaan rumah dinas wali kota.

Biasanya, hanya empat orang yang berjaga di rumah dinas itu dan terbagi dalam tiga sif.

Saat ini, terdapat 14 personel Satpol PP yang bertugas menjaga rumah dinas.

Baca juga: Bertemu Mendagri di Jayapura, Ini yang Disampaikan Gubernur Papua Lukas Enembe...

 

"Sekarang ditambah satu regu (berisi) 10 orang untuk pengamanan," kata Priyadi saat dihubungi, Senin.

Diketahui, klub sepak bola Arema yang merupakan kebanggaan masyarakat Malang saat ini terpecah menjadi dua, Arema FC dan Arema Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

37 Daerah di Jatim Beralih ke Zona Kuning, Khofifah: Positivity Rate Terendah Selama Pandemi

37 Daerah di Jatim Beralih ke Zona Kuning, Khofifah: Positivity Rate Terendah Selama Pandemi

Regional
Alex Noerdin Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi PDPDE Sumsel, Begini Respons Gubernur Herman Deru

Alex Noerdin Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi PDPDE Sumsel, Begini Respons Gubernur Herman Deru

Regional
243 Warga di Kota Tegal Pilih Tak Dapat Bansos Beras ketimbang Divaksin

243 Warga di Kota Tegal Pilih Tak Dapat Bansos Beras ketimbang Divaksin

Regional
9 Peserta SKD CPNS di Yogyakarta Terkonfirmasi Positif Covid-19, Dijadwalkan Tes Ulang

9 Peserta SKD CPNS di Yogyakarta Terkonfirmasi Positif Covid-19, Dijadwalkan Tes Ulang

Regional
Sempat Jalani Rehabilitasi 10 Tahun Lalu, Seorang Oknum PNS di Pangkalpinang Kembali Terlibat Kasus Narkoba

Sempat Jalani Rehabilitasi 10 Tahun Lalu, Seorang Oknum PNS di Pangkalpinang Kembali Terlibat Kasus Narkoba

Regional
Soal MC Perempuan Dilarang Tampil, LBH Desak Ombudsman Panggil Gubernur Bali

Soal MC Perempuan Dilarang Tampil, LBH Desak Ombudsman Panggil Gubernur Bali

Regional
Mobil Terguling di Jalan Tol Lampung, 3 Penumpang Tewas

Mobil Terguling di Jalan Tol Lampung, 3 Penumpang Tewas

Regional
Kembali Konsumsi Sabu-sabu Usai Bebas dari Penjara, 2 Pria di Lamongan Dibekuk Polisi

Kembali Konsumsi Sabu-sabu Usai Bebas dari Penjara, 2 Pria di Lamongan Dibekuk Polisi

Regional
Tangis Iringi Pemakaman Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Tangis Iringi Pemakaman Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Regional
Destinasi Wisata Dibuka Bertahap, Sandiaga Uno: Sabar

Destinasi Wisata Dibuka Bertahap, Sandiaga Uno: Sabar

Regional
Persiapan Gelar PTM, 8.000 Guru di Magetan Jalani Rapid Test Antigen

Persiapan Gelar PTM, 8.000 Guru di Magetan Jalani Rapid Test Antigen

Regional
Ini Daerah dengan Tingkat BOR Tertinggi di Jabar

Ini Daerah dengan Tingkat BOR Tertinggi di Jabar

Regional
2 Pembobol Balai Kota Makassar Ditangkap, Pelaku merupakan Pegawai Kontrak

2 Pembobol Balai Kota Makassar Ditangkap, Pelaku merupakan Pegawai Kontrak

Regional
Pelajar SMK di Jember Dicabuli Kenalan di Facebook, Pelaku Ancam Sebar Video Korban

Pelajar SMK di Jember Dicabuli Kenalan di Facebook, Pelaku Ancam Sebar Video Korban

Regional
Jeritan Peternak Ayam di Kendal: Ibaratnya Ayam Sekarang Makannya BPKB dan Sertifikat

Jeritan Peternak Ayam di Kendal: Ibaratnya Ayam Sekarang Makannya BPKB dan Sertifikat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.