Beredar Surat Wasiat Pelaku Bom Bunuh Diri di Secarik Kertas, Ini Kata Polisi

Kompas.com - 30/03/2021, 12:50 WIB
Foto surat wasiat L (26), pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar yang disita polisi, Selasa (30/3/2021). Dok IstimewaFoto surat wasiat L (26), pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar yang disita polisi, Selasa (30/3/2021).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Sebuah foto yang memperlihatkan surat wasiat L (26), pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar beredar luas di media sosial, Selasa (30/3/2021).

Di foto tersebut isi surat wasiat ditulis tangan di secarik kertas dengan menggunakan pulpen

Di akhir isi surat, L menuliskan nama lengkapnya disertai dengan tanda tangannya.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam membenarkan surat wasiat tersebut dibuat oleh L.

Surat itu menjadi salah satu barang bukti yang disita tim Densus 88 Mabes Polri bersama tim gabungan Polda Sulsel saat menggeledah rumah pelaku di Jalan Tinumbu Lorong 1, Kecamatan Bontoala, Makassar, Senin (29/3/2021).

"Ya itu salah satu yang didapat saat penggeledahan," kata Merdisyam saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat, Selasa siang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Tinggalkan Surat Wasiat

Surat itu sendiri berisikan permohonan maaf L kepada ibunya dan adiknya.

Dia berpesan kepada ibunya untuk tidak meninggalkan shalat dan tidak meminjam uang di bank karena hal itu merupakan riba.

L juga lalu memberikan uang tabungannya Rp 2.350.000 untuk membayar utang ibunya di bank.

Masih di surat wasiat itu, L mengaku menempuh jalan itu (bom bunuh diri) untuk menyelematkan keluarganya.

"Istiqamah ki semua di jalan ini nah ummy, pitto (adik) dan keluarga ku yang saya cintai karena Allah, semoga Allah kumpul ki di surga dan semua sodarahnya dan keluargannya Bapak ku," tulis L.

Baca juga: Jasad Suami Istri Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Dimakamkan di Maros

Sebelumnya, salah satu pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar berinisial L meninggalkan surat wasiat sebelum melancarkan aksinya, Minggu (28/3/2021).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, aksi pengeboman di Gereja Katedral Makassar sudah lama direncanakan oleh L.

"Saudara L ini sempat meninggalkan surat wasiat kepada orangtuanya yang isinya mengatakan yang bersangkutan berpamitan dan siap untuk mati syahid," kata Listyo Sigit di Mapolda Sulsel, Senin (29/3/2021) siang. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

35 Warga Terpapar Corona, 1 Kampung di Grobogan Lockdown, Akses Jalan Diportal

35 Warga Terpapar Corona, 1 Kampung di Grobogan Lockdown, Akses Jalan Diportal

Regional
Banyuwangi Jadi Penyumbang Kasus Harian Covid-19 Tertinggi di Jatim, Ini Penyebabnya...

Banyuwangi Jadi Penyumbang Kasus Harian Covid-19 Tertinggi di Jatim, Ini Penyebabnya...

Regional
RSUD Dr Moewardi Solo Tambah 80 Tempat Tidur Pasien Covid-19

RSUD Dr Moewardi Solo Tambah 80 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Anak Tolak Bawa ke RS, Lansia Penderita Covid-19 di Kota Tegal Meninggal Saat Isolasi Mandiri

Anak Tolak Bawa ke RS, Lansia Penderita Covid-19 di Kota Tegal Meninggal Saat Isolasi Mandiri

Regional
Foto Pasien Covid-19 Berjejer di Lobi IGD RSHS Bandung, Ini Klarifikasinya

Foto Pasien Covid-19 Berjejer di Lobi IGD RSHS Bandung, Ini Klarifikasinya

Regional
Diperpanjang hingga 28 Juni, Ini Jadwal Terbaru PPDB SMA di Banten

Diperpanjang hingga 28 Juni, Ini Jadwal Terbaru PPDB SMA di Banten

Regional
Pemprov Jatim Izinkan SMA/SMK di Zona Hijau dan Kuning Gelar Sekolah Tatap Muka

Pemprov Jatim Izinkan SMA/SMK di Zona Hijau dan Kuning Gelar Sekolah Tatap Muka

Regional
Kisah Tragis Bocah 5 Tahun, Tewas Tertembak Senapan Angin Saat Bercanda dengan Temannya

Kisah Tragis Bocah 5 Tahun, Tewas Tertembak Senapan Angin Saat Bercanda dengan Temannya

Regional
Tak Stres Pikirkan Penyakit, 170 ODGJ di Makassar Sembuh dari Covid-19, Ini Penjelasannya

Tak Stres Pikirkan Penyakit, 170 ODGJ di Makassar Sembuh dari Covid-19, Ini Penjelasannya

Regional
Tenaga Kesehatan Ini Gugur Terpapar Covid-19, Tinggalkan 3 Anak

Tenaga Kesehatan Ini Gugur Terpapar Covid-19, Tinggalkan 3 Anak

Regional
Masuk Zona Merah Covid-19, Pemkab Ponorogo Terapkan Jam Malam

Masuk Zona Merah Covid-19, Pemkab Ponorogo Terapkan Jam Malam

Regional
Abdurrahman Wahid Diusulkan Jadi Nama Bandara di Blora, Ganjar: Bikinkan Patung Gus Dur di Depan

Abdurrahman Wahid Diusulkan Jadi Nama Bandara di Blora, Ganjar: Bikinkan Patung Gus Dur di Depan

Regional
Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Banyumas 88 Persen, Tersisa 84

Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Banyumas 88 Persen, Tersisa 84

Regional
Sempat Gigit Tangan Polisi, Residivis Penjambret WNA di Bali Ditangkap

Sempat Gigit Tangan Polisi, Residivis Penjambret WNA di Bali Ditangkap

Regional
Ikut Vaksinasi Covid-19 Massal di Trenggalek, Warga Bisa Dapat Hadiah Ayam hingga Kambing

Ikut Vaksinasi Covid-19 Massal di Trenggalek, Warga Bisa Dapat Hadiah Ayam hingga Kambing

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X