Dana Pembangunan Kampus Swasta di Rohul Riau Rp 6,5 Miliar Diduga Dikorupsi, Ketua Yayasan dan Bendahara Diselidiki

Kompas.com - 25/03/2021, 12:00 WIB
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Teddy Ristiawan dan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto saat menggelar konferensi pers di Pekanbaru, terkait penyelidikan kasus dugaan penggelapan dana kampus swasta di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Rabu (24/3/2021) malam. KOMPAS.COM/IDONDirektur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Teddy Ristiawan dan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto saat menggelar konferensi pers di Pekanbaru, terkait penyelidikan kasus dugaan penggelapan dana kampus swasta di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Rabu (24/3/2021) malam.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau menyelidiki kasus dugaan penggelapan dana yang terjadi di Universitas Pasir Pengaraian milik

Yayasan Pembangunan Rokan Hulu (YPRH) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Teddy Ristiawan mengungkapkan, ada dua orang terduga pelaku penggelapan di kampus swasta itu.

Keduanya adalah, Ketua Yayasan Hafith Syukri dan Bendahara Afrizal Anwar.

"Kedua terduga pelaku menggelapkan dana pembangunan kampus yayasan sejak 2017 sampai 2020. Kerugian Rp 6,5 miliar menurut pelapor," ungkap Teddy kepada wartawan saat konferensi pers di Pekanbaru, Rabu (24/3/2021) malam.

Baca juga: Kasus Motif Batik Riau Diklaim Pengusaha Bandung, Mantan Guru Malah Jadi Tersangka dan Diperas Ratusan Juta Rupiah

Dia menjelaskan, penyelidikan kasus ini berdasarkan laporan dari Aliansi Mahasiswa dan Alumni Universitas Pasir Pengaraian (UPP).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam laporan itu, ketua yayasan Hafith Syukri dan bendaharanya, Afrizal Anwar diduga menggelapkan uang pembangunan kampus yang berasal dari uang semester para mahasiswa.

Teddy menyatakan, sejauh ini penyidik telah mengambil langkah penyelidikan, yakni dengan memeriksa saksi-saksi.

"Saksi yang kita periksa ada enam orang. Ada saksi pelapor, aliansi mahasiswa, mantan rektor, wakil rektor satu dan dua, termasuk bendaharanya. Sedangkan untuk ketua yayasan minggu depan kita lakukan pemanggilan," kata Teddy.

Baca juga: Motif Batik Riau Diklaim Pengusaha Bandung, LAM Riau: Kita Tidak Mau Hak Komunal Diakui Pribadi



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Efek PPKM Level 4, BOR RS Covid-19 di Kota Magelang Turun 68 Persen

Efek PPKM Level 4, BOR RS Covid-19 di Kota Magelang Turun 68 Persen

Regional
Tolak Ajakan Bisnis Dekorasi Pernikahan, Nakes Dibunuh Kenalannya

Tolak Ajakan Bisnis Dekorasi Pernikahan, Nakes Dibunuh Kenalannya

Regional
Aksi Kades Bagi Bansos Door-to-door, Pastikan Tepat Sasaran dan Tak Dipotong

Aksi Kades Bagi Bansos Door-to-door, Pastikan Tepat Sasaran dan Tak Dipotong

Regional
Cerita Ibu Hamil di Banyumas Jalani Isolasi di Hotel: Di Sini Kasurnya Empuk, di Rumah Tidur Lesehan

Cerita Ibu Hamil di Banyumas Jalani Isolasi di Hotel: Di Sini Kasurnya Empuk, di Rumah Tidur Lesehan

Regional
Ditolak 3 Rumah Sakit, Pasien Batuk dan Demam Ini Meninggal di Jalan

Ditolak 3 Rumah Sakit, Pasien Batuk dan Demam Ini Meninggal di Jalan

Regional
Soal Bantuan Rp 2 Triliun, Kapolda Sumsel Memaafkan Keluarga Akidi Tio

Soal Bantuan Rp 2 Triliun, Kapolda Sumsel Memaafkan Keluarga Akidi Tio

Regional
Seorang Remaja Tewas Tertimbun Tanah Longsor di Tarakan Kaltara

Seorang Remaja Tewas Tertimbun Tanah Longsor di Tarakan Kaltara

Regional
Gunung Merapi Keluarkan 5 Awan Panas, Meluncur hingga 2.000 Meter

Gunung Merapi Keluarkan 5 Awan Panas, Meluncur hingga 2.000 Meter

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,6 Guncang NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi Magnitudo 5,6 Guncang NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pemkab Banyumas Sediakan Tempat Isolasi Gratis untuk Ibu Hamil di Hotel, Kapasitas 125 Orang

Pemkab Banyumas Sediakan Tempat Isolasi Gratis untuk Ibu Hamil di Hotel, Kapasitas 125 Orang

Regional
Gempa M 3,6 Guncang Buleleng Bali, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa M 3,6 Guncang Buleleng Bali, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Ibu dan Ayahnya Meninggal karena Covid-19, Bocah 8 Tahun Ini Ajak Sang Paman Kunjungi Makam Orangtuanya

Ibu dan Ayahnya Meninggal karena Covid-19, Bocah 8 Tahun Ini Ajak Sang Paman Kunjungi Makam Orangtuanya

Regional
2 Pembunuh Nakes di Kalsel Ditangkap, Pelaku Ingin Kuasai Harta Korban

2 Pembunuh Nakes di Kalsel Ditangkap, Pelaku Ingin Kuasai Harta Korban

Regional
Polemik Bantuan Rp 2 Triliun Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel: Mohon Maaf atas Kegaduhan Ini

Polemik Bantuan Rp 2 Triliun Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel: Mohon Maaf atas Kegaduhan Ini

Regional
Belum Laporkan Pelanggaran Prokes Pemakaman Bupati Yasin Payapo, Satgas: Masih Dipikirkan

Belum Laporkan Pelanggaran Prokes Pemakaman Bupati Yasin Payapo, Satgas: Masih Dipikirkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X