Setelah 4 Hari, Tubuh Salah Satu Anak Kembar yang Hanyut ke Dalam Parit Ditemukan

Kompas.com - 24/03/2021, 18:42 WIB
Evakuasi jasad bocah tiga tahun yang hanyut di parit di Jalan Datuok Tabano, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (23/3/2021). Dok. Koramil 01/BangkinangEvakuasi jasad bocah tiga tahun yang hanyut di parit di Jalan Datuok Tabano, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (23/3/2021).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Bocah berusia 3 tahun yang hanyut di parit di Jalan Datuok Tabano, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, ditemukan tewas.

Babinsa Korami 01/Bangkinang Sertu Wilian mengatakan, bocah tersebut ditemukan setelah tubuh korban terbawa debit air yang tinggi karena diguyur hujan deras.

"Korban ditemukan pada pencarian hari keempat, kemarin, Selasa (24/3/2021), sekitar pukul 12.30 WIB. Kondisi korban sudah meninggal dunia," kata Wilian kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Rabu (24/3/2021).

Baca juga: Hari Ketiga Pencarian Bocah Kembar Hanyut di Parit, Petugas Perluas Wilayah Pencarian hingga 500 Meter

Dia menjelaskan, sewaktu hujan deras mengguyur Bangkinang, warga melihat adanya jenazah tersangkut di lubang yang berada tepat di bawah akar pohon di pinggir parit yang berada di belakang pabrik tahu.

Warga kemudian melaporkan kepada tim gabungan dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang tengah mencari korban di tengah hujan.

"Kita langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi korban. Selanjutnya, jenazah dibawa dengan ambulans langsung ke rumah duka dan dimakamkan," sebut Wilian.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Awas, Pedagang Pasar di Palembang Jual Ikan Giling Bercampur Formalin

Diberitakan sebelumnya, seorang bocah berusia 3 tahun hanyut setelah terjatuh ke dalam parit di Jalan Datuok Tabano, Gang Ikhlas, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Riau.

Korban awalnya bermain di depan rumah bersama kembarannya.

Tak lama setelah itu, salah satu anak kembar menangis sambil menunjuk ke arah parit kepada orangtuanya.

Pihak desa kemudian berkoordinasi dengan Babinsa untuk mencari korban yang jatuh ke parit selebar 3 meter itu.

Korban hanyut terbawa arus, karena air parit sedang melimpah akibat hujan deras.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

28 Warga Kudus Terinfeksi Covid-19 Varian India

28 Warga Kudus Terinfeksi Covid-19 Varian India

Regional
Ahli Sejarah UGM: Suku Kalang Jawa Satu Ras dengan Dani dan Asmat di Papua

Ahli Sejarah UGM: Suku Kalang Jawa Satu Ras dengan Dani dan Asmat di Papua

Regional
Mayat Dibakar di Maros Diperkirakan Pria Berusia 16 hingga 25 Tahun

Mayat Dibakar di Maros Diperkirakan Pria Berusia 16 hingga 25 Tahun

Regional
86 Persen dari 72 Sampel Covid-19 di Kudus Terpapar Varian India

86 Persen dari 72 Sampel Covid-19 di Kudus Terpapar Varian India

Regional
Polisi Minta Pembunuh Sopir Taksi Online di Aceh Serahkan Diri: Kalau Tidak Kami Uber Sampai Ketemu

Polisi Minta Pembunuh Sopir Taksi Online di Aceh Serahkan Diri: Kalau Tidak Kami Uber Sampai Ketemu

Regional
Wali Kota Salatiga Sekeluarga Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Wali Kota Salatiga Sekeluarga Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Regional
Rumah Kontrakan Jadi Pabrik Narkoba, Petugas Temukan 700.000 Pil Trihexyphenidyl

Rumah Kontrakan Jadi Pabrik Narkoba, Petugas Temukan 700.000 Pil Trihexyphenidyl

Regional
Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus, Ganjar Minta Ada Gerakan 5 Hari di Rumah Saja

Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus, Ganjar Minta Ada Gerakan 5 Hari di Rumah Saja

Regional
Kaltara Catat Ratusan Ekor Babi Mati, Diduga Kena Virus ASF dari Malaysia

Kaltara Catat Ratusan Ekor Babi Mati, Diduga Kena Virus ASF dari Malaysia

Regional
Ganjar Sebut Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus

Ganjar Sebut Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus

Regional
Ada Instruksi dari Kapolri, Ratusan Terduga Preman di Semarang Ditangkap

Ada Instruksi dari Kapolri, Ratusan Terduga Preman di Semarang Ditangkap

Regional
Detik-detik Pohon Mahoni Roboh Timpa Avanza, Warga Berteriak, Sopir Kaget Injak Gas

Detik-detik Pohon Mahoni Roboh Timpa Avanza, Warga Berteriak, Sopir Kaget Injak Gas

Regional
Padang Pariaman Zona Merah Covid-19, Sekolah Kembali Ditutup

Padang Pariaman Zona Merah Covid-19, Sekolah Kembali Ditutup

Regional
Piring Keramik dari Era Kolonial Belanda Ditemukan Saat Warga Gali Liang Lahad

Piring Keramik dari Era Kolonial Belanda Ditemukan Saat Warga Gali Liang Lahad

Regional
Sebelum Tewas Dibunuh Anaknya, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Sebelum Tewas Dibunuh Anaknya, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X