Tilang Elektronik Resmi Diberlakukan di Makassar, Sudah Ada 2.002 Pelanggar

Kompas.com - 23/03/2021, 16:49 WIB
Ilustrasi kamera tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement). TRIBUNNEWS.com/JEPRIMAIlustrasi kamera tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Sistem tilang elektronik dengan nama Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) resmi diterapkan di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/3/2021).

Dalam penerapan sistem tilang elektronik ini, ada 16 kamera pengawas yang dipasang di sejumlah titik di beberapa jalan utama di Makassar.

Kepala Tim ETLE Satlantas Polrestabes Makassar Aiptu Murdadi menyebutkan, sejak diberlakukan pada pukul 00.00 Wita hingga sore ini, sudah ada 2.002 pelanggar lalu lintas yang terekam langsung oleh kamera pengawas (CCTV ETLE).

"Hari ini sudah ada 2.002 pelanggar," ujar Murdadi kepada wartawan di kantornya, Selasa sore.

Baca juga: Tilang Elektronik Diluncurkan di Jateng, Pelanggar Dikirimi Surat Tilang Sesuai Alamat STNK

Murdadi mengatakan, pelanggaran lalu lintas didominasi oleh pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara dan tidak mengenakan sabuk pengaman.

Polisi, kata Murdadi, saat ini sedang merampungkan data dan identitas pemilik kendaraan yang melanggar tersebut untuk ditindak.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Surat tilang akan dikirimkan langsung ke pelanggar melalui jasa pos," imbuh Murdadi.

Sementara itu, Kepala Subdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Sulsel AKBP Andiko mengatakan, untuk satu bulan pertama, para pelanggar tersebut akan diberikan surat teguran.

Hal ini merupakan bentuk sosialisasi polisi kepada masyarakat agar warga menaati aturan lalu lintas saat berkendara.

"Untuk satu bulan ke depan kita buatkan surat teguran dulu sebagai bagian dari sosialisasi. Artinya, prosedur tetap berjalan lalu ketika pelanggar melakukan konfirmasi maka akan diberikan surat teguran," kata Andiko melalui telepon.

Baca juga: 16 Titik Kamera Tilang Elektronik Terpasang di Makassar, Sementara Baru Deteksi 2 Pelanggaran

Andiko mengatakan, mekanisme penilangan dilakukan secara otomatis oleh kamera pengawas.

Setelah kendaraan terekam oleh kamera, maka data kendaraan akan diolah ke dalam aplikasi ETLE nasional untuk mengetahui siapa pemiliknya.

Setelah itu, polisi akan kembali memvalidasi data pemilik kendaraan dan setelah dipastikan data kepemilikan benar, maka surat pelanggaran akan dikirimkan ke pemilik kendaraan.

Namun, kata Andiko, warga yang dikirimi surat tilang tetap akan diberikan ruang untuk mengklarifikasi apakah benar dirinya melakukan pelanggaran atau tidak dengan menyertakan bukti-bukti yang kuat.

Konfirmasi itu bisa dilakukan masyarakat melalui situs web ETLE.

"Artinya, di situ dia bisa mengonfirmasi bahwasanya yang bersangkutan benar melakukan pelanggaran ataupun tidak melakukan pelanggaran tetapi dengan menginput data pengemudi kendaraan pada jam, hari, dan di lokasi jalan tersebut yang sesuai dengan capture kamera," kata Andiko.

Baca juga: 10 Pelanggaran Lalu Lintas yang Dideteksi Kamera Tilang Elektronik

Contoh lain, ujar Andiko, bila kendaraan tersebut sudah dijual ke pemilik baru belum dan si pemilik baru belum melakukan balik nama, maka si pemilik lama yang dikirimi surat tilang bisa mendatangi pos pelayanan untuk konfirmasi.

"Si pemilik kendaraan bisa konfirmasi langsung ke pos pelayanan bahwasanya kendaraan tersebut sudah dijual ataupun si pemilik kendaraan bisa mengonfirmasi di website dengan melampirkan bukti-bukti penjualan," tandas Andiko.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tragis, Bocah 11 Tahun Tewas Tertimpa Tembok 3 Meter Saat Main Hujan-hujanan

Tragis, Bocah 11 Tahun Tewas Tertimpa Tembok 3 Meter Saat Main Hujan-hujanan

Regional
Peserta Vaksinasi Massal Tak Gunakan Masker dengan Benar, Ini yang Dilakukan Bupati Semarang

Peserta Vaksinasi Massal Tak Gunakan Masker dengan Benar, Ini yang Dilakukan Bupati Semarang

Regional
Cerita di Balik Suksesnya Harsono Berjualan Cilok hingga Bisa Beli 13 Rumah dan 3 Apartemen

Cerita di Balik Suksesnya Harsono Berjualan Cilok hingga Bisa Beli 13 Rumah dan 3 Apartemen

Regional
Gara-gara Uang Obat Cacing, Cucu Aniaya Nenek, Ini Cerita Lengkapnya

Gara-gara Uang Obat Cacing, Cucu Aniaya Nenek, Ini Cerita Lengkapnya

Regional
Ini Jadwal, Lokasi, dan Syarat Pendaftaran Vaksin Covid-19 Gratis di Bandung

Ini Jadwal, Lokasi, dan Syarat Pendaftaran Vaksin Covid-19 Gratis di Bandung

Regional
Mantan Wakil Gubernur Papua Alex Hesegem Meninggal

Mantan Wakil Gubernur Papua Alex Hesegem Meninggal

Regional
Vaksinasi di Bali Bisa untuk Masyarakat Umum, Ini Jadwal dan Syaratnya

Vaksinasi di Bali Bisa untuk Masyarakat Umum, Ini Jadwal dan Syaratnya

Regional
Syarat dan Cara Daftar Vaksinasi Covid-19 Gratis untuk Usia 18 Tahun ke Atas di Kalbar

Syarat dan Cara Daftar Vaksinasi Covid-19 Gratis untuk Usia 18 Tahun ke Atas di Kalbar

Regional
Lonjakan 201 Kasus Positif Covid-19 di Kulon Progo, Gara-gara Jenguk Tetangga Sakit hingga Hajatan Pernikahan

Lonjakan 201 Kasus Positif Covid-19 di Kulon Progo, Gara-gara Jenguk Tetangga Sakit hingga Hajatan Pernikahan

Regional
Suami Tikam Istri hingga Tewas, Pelaku Terancam 20 Tahun Penjara

Suami Tikam Istri hingga Tewas, Pelaku Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
16 Warga Sebuah Kelurahan Positif Covid-19 Usai Wisata ke Pangandaran, Akses Jalan Ditutup

16 Warga Sebuah Kelurahan Positif Covid-19 Usai Wisata ke Pangandaran, Akses Jalan Ditutup

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Neneknya hingga Terluka Setelah Diberi Uang Rp 25.000

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Neneknya hingga Terluka Setelah Diberi Uang Rp 25.000

Regional
Pusat Perbelanjaan di Pangkalpinang Gelar Vaksinasi Massal Selama 40 Hari, Ini Ketentuannya...

Pusat Perbelanjaan di Pangkalpinang Gelar Vaksinasi Massal Selama 40 Hari, Ini Ketentuannya...

Regional
Pembunuhan Pemred di Sumut, AJI Medan Sebut Korban Dikenal Kritis Kawal Kasus Kriminal

Pembunuhan Pemred di Sumut, AJI Medan Sebut Korban Dikenal Kritis Kawal Kasus Kriminal

Regional
Penjaga Pintu Air Hilang Diterkam Buaya, Saksi Temukan Bekas Cakaran di Tanah

Penjaga Pintu Air Hilang Diterkam Buaya, Saksi Temukan Bekas Cakaran di Tanah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X