Kompas.com - 23/03/2021, 12:34 WIB
Andrew Ayer alias Andrei Kovalenko, warga negara Rusia kabur dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Kamis (11/2/2021) siang. Dok. Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bali.Andrew Ayer alias Andrei Kovalenko, warga negara Rusia kabur dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Kamis (11/2/2021) siang.

DENPASAR, KOMPAS.com - Buronan Interpol asal Rusia Andrey Kovalenko alias Andrew Ayer dideportasi ke negaranya, pada Selasa (23/3/2031).

Andrew akan diserahkan ke Kepolisian Rusia.

“Yang bersangkutan dilakukan pendeportasian disertai usulan penangkalan selama enam bulan dan dapat diperpanjang terhadap seorang subjek red notice Interpol warga negara Rusia," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Jamaruli Manihuruk dalam keterangan tertulis, Selasa (23/3/2021).

Andrew akan diberangkatkan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali menuju Bandara Internasional I Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Pukul 13.00 WITA.

Selanjutnya, warga negara Rusia itu diterbangkan ke negaranya dengan Singapore Airlines.

Baca juga: Polisi Ini Tersentuh Setelah Dengar Cerita Remaja yang Mencuri di Kafenya, Diberi Ponsel dan Makanan

Kabagjatinter Set NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Kombes Pol Tommy Aria Dwianto mengatakan, Andrew Ayer jadi buron Interpol sejak 2015.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia tersandung kasus narkotika jenis hasis pada 2011 di Rusia.

"Kami dengan NBC Moskow tentunya sudah berkoordinasi dengan baik untuk bisa membantu mencari subyek Interpol red notice," kata dia di Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bali, Selasa.

Dalam kasus tersebut, barang bukti yang disita polisi Rusia yakni 146 kilogram hasis yang dibagi dalam dua paket, 88 kilogram dan 58 kilogram.

 

Setelah itu Andrew kabur dan lari ke Indonesia. Sehingga Pemerintah Rusia menerbitkan Interpol red notice pada 2015.

"Dari tahun 2011 yang bersangkutan sudah dicari. Baru tahun 2015 diterbitkan red notice kemudian diketahui berada di Indonesia dan kami berkoordinasi kurang lebih satu tahun yang lalu di Bali," kata dia.

Sebelumnya, kekasih Andrew yang membantu pelariannya yakni Ekaterina Trubkina sudah lebih dulu dideportasi pada Jumat (19/3/2021).

Baca juga: Yusak-Yakobus Didiskualifikasi dari Pilkada Boven Digoel, Massa Sempat Bakar Ban di Jalan

Buronan Interpol asal Rusia Andrew Ayer alias Andrei Kovalenko kabur dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Kamis (11/2/2021) siang.

Selang 13 hari kemudian, dia ditangkap di salah satu vila di Seminyak, Bali bersama kekasihnya Ekaterina Trubkina. Tepatnya pada Rabu (24/2/2021) dini hari.

Andrew Ayer adalah buronan Interpol dan terlibat kasus narkoba dengan vonis 1,5 tahun penjara.

Ia sempat menjalani hukuman pidana di Lapas Kelas IIA Kerobokan, Bali. Andrew Ayer kabur setelah dijenguk kekasihnya Ekaterina Trubkina di Imigrasi Ngurah Rai Bali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prabowo Subianto Digugat Rp 501 Miliar oleh Anggota DPRD Blora

Prabowo Subianto Digugat Rp 501 Miliar oleh Anggota DPRD Blora

Regional
Malu Punya Anak Hasil Hubungan Gelap, Perempuan di Sukoharjo Nekat Buang Bayi ke Belakang Rumah

Malu Punya Anak Hasil Hubungan Gelap, Perempuan di Sukoharjo Nekat Buang Bayi ke Belakang Rumah

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 3 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 3 Desember 2021

Regional
KKB Kembali Berulah di Distrik Suru-Suru Yahukimo, 1 Prajurit TNI Gugur, 1 Alami Luka Tembak

KKB Kembali Berulah di Distrik Suru-Suru Yahukimo, 1 Prajurit TNI Gugur, 1 Alami Luka Tembak

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 3 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 3 Desember 2021

Regional
Penambang Tradisional di Mamasa Kakinya Hancur Tertimpa Bongkahan Batu Galian

Penambang Tradisional di Mamasa Kakinya Hancur Tertimpa Bongkahan Batu Galian

Regional
Kronologi Listiyani Kabur dari Rumah gara-gara Dilarang Keluarga Bisnis Jual Beli Tokek Seharga Rp 1 Triliun

Kronologi Listiyani Kabur dari Rumah gara-gara Dilarang Keluarga Bisnis Jual Beli Tokek Seharga Rp 1 Triliun

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Desember 2021

Regional
Penipuan Berlian hingga Video Porno Terjadi di Bandara YIA, Polisi: Perlu Ada Polsek

Penipuan Berlian hingga Video Porno Terjadi di Bandara YIA, Polisi: Perlu Ada Polsek

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 3 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 3 Desember 2021

Regional
Hanya karena Berkelahi Saat Pertandingan Sepak Bola Tarkam, 2 Pemuda Harus Ditahan

Hanya karena Berkelahi Saat Pertandingan Sepak Bola Tarkam, 2 Pemuda Harus Ditahan

Regional
Wanita di Polewali Mandar Terekam CCTV Curi Kotak Amal di Toko Kosmetik

Wanita di Polewali Mandar Terekam CCTV Curi Kotak Amal di Toko Kosmetik

Regional
Sekdes di Blitar Bayarkan Tunggakan Dana PBB Warga, Polisi Tetap Proses Hukum

Sekdes di Blitar Bayarkan Tunggakan Dana PBB Warga, Polisi Tetap Proses Hukum

Regional
Kronologi Joko Santoso Tidak Bisa Melihat Sehari Setelah Divaksin Covid-19

Kronologi Joko Santoso Tidak Bisa Melihat Sehari Setelah Divaksin Covid-19

Regional
Napi Lapas Jember Kendalikan Kurir Sabu, Pakai Modus Ranjau Saat Transaksi

Napi Lapas Jember Kendalikan Kurir Sabu, Pakai Modus Ranjau Saat Transaksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.