13 Tahun Tinggal di Ambon Tanpa Izin, WN Thailand Ditangkap Imigrasi

Kompas.com - 18/03/2021, 18:16 WIB
Jamrid (tengah), warga negara asal Thailand yang tinggal secara ilegal selama 13 tahun di Indonesia saat diamankan pihak Rudenim Makassar, Kamis (18/3/2021). Dok Rudenim MakassarJamrid (tengah), warga negara asal Thailand yang tinggal secara ilegal selama 13 tahun di Indonesia saat diamankan pihak Rudenim Makassar, Kamis (18/3/2021).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Seorang laki-laki warga negara Thailand bernama Jamrid Sungpen (47) ditahan pihak imigrasi setelah kedapatan tak memiliki dokumen resmi usai tinggal selama 13 tahun di Kabupaten Seram, Maluku.

Jamrid kini diamankan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar setelah sebelumnya sempat ditahan di Kantor Imigrasi Kelas I Ambon sejak 9 Februari 2021.

Kepala Rudenim Makassar Alimuddin mengatakan Jamrid dikawal 3 petugas dari kantor imigrasi Ambon saat dipindahkan ke Makassar melalui pesawat.

"Jamrid ditemukan dalam kondisi linglung dan tidak memiliki dokumen (keimigrasian) oleh petugas kepolisian," ujar Alimuddin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Covid-19 Makin Meluas, 111 Warga Thailand Dievakuasi dari Indonesia

Alimuddin mengatakan sebelumnya tak ada yang mengetahui Jamrid merupakan seorang warga negara Thailand lantaran memiliki perawakan kecil seperti warga Indonesia pada umumnya.

Namun Jamrid hingga saat ini diduga belum fasih berbahasa Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ditahan dan diperiksa oleh petugas, dia hanya menggunakan gestur dan bahasa isyarat sambil melontarkan senyum.

"Berdasarkan hasil telaah petugas Kanim Ambon, yang bersangkutan adalah eks kru kapal dan sudah berada di Ambon sejak tahun 2007," kata Alimuddin.

Baca juga: Kelabui Petugas, 2 Warga Thailand Nekat Telan Narkoba

Alimuddin mengungkapkan, pihaknya kini akan melaporkan secara berjenjang dan berkoordinasi, dengan Kedutaan Besar Thailand untuk proses pendeportasian Jamrid.

Dia pun berhadap Kedutaan Besar Thailand segera merespons laporannya.

"Mudah-mudahan kami cepat mendapat respon dari kedutaan, sehingga proses penerbitan dokumen yang bersangkutan untuk keperluan deportasi juga dapat cepat dilakukan," tandas Alimuddin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembebasan Lahan Seksi 1 Tol Probolinggo-Banyuwangi Baru 24,88 Persen

Pembebasan Lahan Seksi 1 Tol Probolinggo-Banyuwangi Baru 24,88 Persen

Regional
Bobby Nasution Tiba-tiba Datang Pakai Motor, Bagikan Sembako, Warga Medanamplas Kaget

Bobby Nasution Tiba-tiba Datang Pakai Motor, Bagikan Sembako, Warga Medanamplas Kaget

Regional
Anggota DPRD Penembok Pintu Rumah Tahfiz Al Quran di Makassar Ingin Jual Rumahnya

Anggota DPRD Penembok Pintu Rumah Tahfiz Al Quran di Makassar Ingin Jual Rumahnya

Regional
Minta Didampingi BPKP, Walkot Bobby: Kami Bukan Berlatar Belakang Birokrasi

Minta Didampingi BPKP, Walkot Bobby: Kami Bukan Berlatar Belakang Birokrasi

Regional
Insentif Nakes Nganjuk Mau Dialihkan untuk Bangun Puskesmas, DPRD Mengaku Tak Diajak Rapat

Insentif Nakes Nganjuk Mau Dialihkan untuk Bangun Puskesmas, DPRD Mengaku Tak Diajak Rapat

Regional
Kesal Tetangga Suka Numpang Listrik, tapi Cuek Saat Ditagih Bayar, Petani Ini Dendam lalu Bunuh Tetangganya

Kesal Tetangga Suka Numpang Listrik, tapi Cuek Saat Ditagih Bayar, Petani Ini Dendam lalu Bunuh Tetangganya

Regional
Kebakaran Hutan akibat Erupsi Gunung Ile Lewotolok Belum Bisa Dipadamkan, Ini Kendala yang Dihadapi

Kebakaran Hutan akibat Erupsi Gunung Ile Lewotolok Belum Bisa Dipadamkan, Ini Kendala yang Dihadapi

Regional
Penangguhan Penahanan Ditolak, Satpol PP Gowa Pemukul Ibu Hamil Terancam Penjara 2,8 Tahun

Penangguhan Penahanan Ditolak, Satpol PP Gowa Pemukul Ibu Hamil Terancam Penjara 2,8 Tahun

Regional
'Masih Ada Pasien Isoman yang Keberatan Masuk ke Penampungan Terpusat'

"Masih Ada Pasien Isoman yang Keberatan Masuk ke Penampungan Terpusat"

Regional
Puluhan Hektar Lahan Gambut di Rohul Riau Terbakar, TNI-Polri Turun Tangan

Puluhan Hektar Lahan Gambut di Rohul Riau Terbakar, TNI-Polri Turun Tangan

Regional
RS di Sulsel Diminta Antarkan Sendiri Jenazah Covid-19 ke TPU Macanda Gowa

RS di Sulsel Diminta Antarkan Sendiri Jenazah Covid-19 ke TPU Macanda Gowa

Regional
 Capaian Vaksinasi Covid-19 di Cianjur Masih Rendah, Ini Penyebabnya

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Cianjur Masih Rendah, Ini Penyebabnya

Regional
Beredar Unggahan Foto TKW Telapak Tangannya Melepuh, Diduga Korban Penganiayaan di Arab Saudi

Beredar Unggahan Foto TKW Telapak Tangannya Melepuh, Diduga Korban Penganiayaan di Arab Saudi

Regional
Emil Dardak: Warga yang Belum Divaksin Pencairan Bansosnya Tidak Ditahan

Emil Dardak: Warga yang Belum Divaksin Pencairan Bansosnya Tidak Ditahan

Regional
Rentan Terpapar Covid-19, 13.800 Napi di Jawa Tengah Jalani Vaksinasi

Rentan Terpapar Covid-19, 13.800 Napi di Jawa Tengah Jalani Vaksinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X