Polisi Bongkar Prostitusi Online di Gunungkidul, Terungkap dari Iklan Facebook

Kompas.com - 16/03/2021, 12:09 WIB
QR (kaos Orange) saat jumpa pers Terkait Portitusi online di Mapolres Gunungkidul Selasa (16/3/2021) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOQR (kaos Orange) saat jumpa pers Terkait Portitusi online di Mapolres Gunungkidul Selasa (16/3/2021)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gunungkidul menangkap seorang muncikari yang menawarkan jasanya lewat media sosial.

Temuan ini merupakan prostitusi online pertama di Gunungkidul yang dibongkar.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Riyan Permana Putra menyampaikan kasus bermula saat menemukan unggahan di forum jual beli dalam Facebook.

Baca juga: Fakta Penangkapan Muncikari Prostitusi Online di Solo, Diduga Incar Anak di Bawah Umur

Iklan tersebut ditemukan oleh Tim Patroli Cyber Polres Gunungkidul.

Polisi yang bergerak cepat, langsung menangkap pelaku berinisial QF (23), warga asal Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. QF ditangkap di Kapanewon Playen.

"Postingan iklan menawarkan jasa prostitusi," kata Riyan dalam jumpa pers di Mapolres Gunungkidul Selasa (16/3/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Riyan menyebut juga mengamankan beberapa wanita yang ditawarkan oleh QF.

Sejumlah barang bukti turut disita aparat, antara lain uang senilai Rp 320.000 hasil transaksi, dua unit ponsel, satu unit sepeda motor, serta Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dari motor tersebut.

Baca juga: Pemburu Burung di Gunungkidul Ditemukan Tewas Tertembak di Dada Kanan

Riyan menyebut QF dikenakan Pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor 21/2007 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 506 KUHP dengan ancaman pidananya minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara, serta denda minimal Rp 120 juta dan maksimal Rp 600 juta.

Kanit Pidsus Satreskrim Polres Gunungkidul Ipda Ibnu Ali Puji menambahkan ada empat wanita yang diamankan dari kasus tersebut. Keempatnya berstatus sebagai saksi.

"Kami tetapkan mereka sebagai saksi dan korban dari kasus ini," kata Ali.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kakek yang Kayuh Sepeda 15 Kilometer demi Vaksin Dapat Hadiah Motor

Kakek yang Kayuh Sepeda 15 Kilometer demi Vaksin Dapat Hadiah Motor

Regional
Oknum TNI Diduga Aniaya 2 Pelajar yang Langgar Prokes Covid-19 hingga Babak Belur

Oknum TNI Diduga Aniaya 2 Pelajar yang Langgar Prokes Covid-19 hingga Babak Belur

Regional
Jokowi Minta Porang Tak Lagi Diekspor Dalam Bentuk Umbi, Ini Alasannya

Jokowi Minta Porang Tak Lagi Diekspor Dalam Bentuk Umbi, Ini Alasannya

Regional
Titik Terang Kasus TKW Cianjur yang Diduga Dianiaya Majikan di Arab Saudi

Titik Terang Kasus TKW Cianjur yang Diduga Dianiaya Majikan di Arab Saudi

Regional
Gara-gara Tersinggung Ditegur, Pria Ini Aniaya 4 Orang, 1 Tewas, 3 Luka-luka

Gara-gara Tersinggung Ditegur, Pria Ini Aniaya 4 Orang, 1 Tewas, 3 Luka-luka

Regional
Jawab Tantangan Ganjar Pranowo, Mahasiswa Unsoed Ciptakan Yoghurt Jamu untuk Suplemen Peningkat Imun Pasien Covid-19

Jawab Tantangan Ganjar Pranowo, Mahasiswa Unsoed Ciptakan Yoghurt Jamu untuk Suplemen Peningkat Imun Pasien Covid-19

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemprov Banten Minta Masyarakat Mau Divaksin Jenis Apapun

Percepat Herd Immunity, Pemprov Banten Minta Masyarakat Mau Divaksin Jenis Apapun

Regional
Kisah Korik Akbar, Menikahi 2 Perempuan Sekaligus, Salah Satunya Mantan Pacar

Kisah Korik Akbar, Menikahi 2 Perempuan Sekaligus, Salah Satunya Mantan Pacar

Regional
Alasan Sopir Mobil Rescue Kabur Setelah Tabrak Pesepeda di Makassar

Alasan Sopir Mobil Rescue Kabur Setelah Tabrak Pesepeda di Makassar

Regional
Satgas Covid-19 Banten Sebut Masyarakat Mulai Jenuh Pakai Masker

Satgas Covid-19 Banten Sebut Masyarakat Mulai Jenuh Pakai Masker

Regional
Fakta Tewasnya Plt Kepala BPBD Merangin, Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi, Ada Linggis di Lokasi

Fakta Tewasnya Plt Kepala BPBD Merangin, Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi, Ada Linggis di Lokasi

Regional
Apindo Sebut Warga Batam Meninggal Disebabkan Covid-19, Bukan karena Disuntik 2 Dosis Vaksin Sekaligus

Apindo Sebut Warga Batam Meninggal Disebabkan Covid-19, Bukan karena Disuntik 2 Dosis Vaksin Sekaligus

Regional
5.610 Dosis Vaksin Sinovac Tiba, Warga Banten Siap-siap Vaksinasi Kedua

5.610 Dosis Vaksin Sinovac Tiba, Warga Banten Siap-siap Vaksinasi Kedua

Regional
Cerita 3 Anak di Purwakarta, Yatim Piatu Setelah Ayah Ibunya Meninggal, Kini Tinggal dengan Sang Paman

Cerita 3 Anak di Purwakarta, Yatim Piatu Setelah Ayah Ibunya Meninggal, Kini Tinggal dengan Sang Paman

Regional
Apa yang Akan Terjadi jika Terlambat Vaksin Kedua?

Apa yang Akan Terjadi jika Terlambat Vaksin Kedua?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X