Puluhan Pesilat Pukul Pemilik Toko dan Jarah Angkringan Usai Kopdar, Kapolres: Kami Selidiki

Kompas.com - 14/03/2021, 14:57 WIB

BLITAR, KOMPAS.com - Polres Blitar menegaskan pihaknya sedang memroses kasus pemukulan dan penjarahan makanan yang diduga dilakukan oleh sekelompok pemuda pesilat di wilayah Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Sabtu malam (13/3/2021).

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengatakan polisi tidak hanya memberikan sanksi atas pelanggaran protokol kesehatan dan pelanggaran lalu lintas kepada 13 pesilat yang telah ditahan.

"Kita juga tindak lanjuti kasus pemukulan terhadap seorang warga serta tindakan mengambil makanan (di warung angkringan) dan tidak bayar. Ini kita telusuri," ujar Leo, panggilan Leonard, Minggu (14/3/2021).

Baca juga: Aniaya Warga dan Jarah Angkringan, Belasan Anggota Perguruan Pencak Silat Ditangkap

Hal itu disampaikan Leo terkait insiden pemukulan dan penjarahan makanan yang diduga dilakukan oleh sekelompok pemuda dari perguruan silat Ikatan Kera Sakti (IKS).

Insiden terjadi saat puluhan pesilat tersebut tengah berkonvoi alam perjalanan pulang dari pertemuan (kopdar) di sebuah cafe di wilayah Kecamatan Kesamben, Blitar timur.

Leo mengaku polisi sudah mengidentifikasi kelompok mana saja yang terlibat dalam dua kasus tersebut.

"Karena acara kopdar (kopi darat) para pesilat itu dihadiri oleh kelompok-kelompok dari daerah di luar Blitar. Kalau undangan dari ranting Kesamben (wilayah Blitar timur). Ini sedang kami selidiki," ujarnya.

Baca juga: Tak Terima Divideo, Anggota Perguruan Pencak Silat Pukuli Pemilik Toko Baju

Polisi panggil pengurus perguruan silat Ikatan Kera Sakti cabang Blitar

Leo mengatakan polisi juga telah memanggil Ketua dan Pengurus IKS Cabang Blitar terkait insiden tersebut.

Pemanggilan itu, lanjut Leo, berkaitan dengan langkah hukum yang sedang dilakukan polisi terutama terkait insiden pemukulan dan penjarahan.

"Mereka (Ketua dan Pengurus IKS Blitar) kami panggil bahwa tindakan yang dilakukan oleh anggota organisasi mereka perlu diberi sanksi sesuai hukum yang ada," ujar Leo.

Polisi, ujarnya, juga meminta Ketua dan Pengurus IKS memberikan tindakan tegas kepada pelaku sebagai bentuk pengawasan organisasi kepada anggota.

Baca juga: 2 Mahasiswa Meninggal Saat Kegiatan Pencak Silat, Polisi: Sudah Kami Periksa 11 Orang

 

Dua pesilat perempuan dan satu pelatih turut ditahan

Menurut polisi, di antara 13 pesilat IKS yang ditahan termasuk satu orang pelatih dengan nama inisial MLS.

Selain itu, terdapat juga di antara mereka dua pesilat perempuan. Namun polisi belum menyebutkan identitas keduanya.

Leo mengatakan kegiatan pertemuan pesilat itu dilaksanakan tanpa ada izin yang diperlukan meskipun kegiatan menggunakan nama perguruan silat IKS.

Leo mengakui pendekatan hukum awal yang digunakan polisi dari sisi pelanggaran protokol kesehatan dan dalam konteks itu polisi menahan 13 pesilat yang semuanya berasal dari wilayah Blitar.

 

Aksi kopdar perguruna silat tak berizin, langgar prokes

Dari 13 pesilat itu, lanjut Leo, sebagian mendapatkan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) dan sebagian lainnya mendapatkan hukuman fisik.

"(Pesilat) yang sudah dewasa, memiliki KTP, 'ditipiringkan', yang masih dibawah umur diberikan tindakan fisik dan dipanggil keluarganya ke polsek," jelas Leo.

Polisi juga melakukan tes cepat antigen terhadap mereka dan memberikan sanksi tilang atas pelanggaran peraturan lalu lintas.

Diberitakan sebelumnya, polisi menerima laporan tindakan penganiayaan dan penjarahan di wilayah Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Sabtu malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Penganiayaan dan penjarahan itu diduga dilakukan oleh sekelompok pesilat yang sedang berkonvoi dari sebuah pertemuan di wilayah Kecamatan Kesamben yang dihadiri oleh anggota perguruan pencak silat IKS dari Trenggalek, Kediri, Jombang, dan Tulungagung.

Seorang warga Wingi dengan inisial nama H merekam konvoi sekitar 30 sepeda motor itu saat melintas di depan toko miliknya yang telah tutup.

Tiba-tiba, sebagian dari mereka menghentikan kendaraan, menghampiri dan melakukan pemukulan terhadap H.

Tidak hanya itu, sekelompok yang lain dari mereka menjarah makanan dan minuman dari sebuah warung angkringan yang ada di seberang jalan dari toko H.

Atas kejadian itu, polisi menangkap 13 pesilat IKS yang semuanya berasal dari Blitar.*

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak yang Diperkosa Ayah Kandung di Bengkulu, Diancam Berhentikan Sekolah hingga Tak Diberi Jajan

Anak yang Diperkosa Ayah Kandung di Bengkulu, Diancam Berhentikan Sekolah hingga Tak Diberi Jajan

Regional
Kepsek di Mamasa dan Istrinya Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Anaknya Kritis

Kepsek di Mamasa dan Istrinya Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Anaknya Kritis

Regional
Detik-detik Kereta Api Tabrak Mobil di Cirebon, 4 Tewas hingga Xpander Hangus Terbakar

Detik-detik Kereta Api Tabrak Mobil di Cirebon, 4 Tewas hingga Xpander Hangus Terbakar

Regional
Kasus Pembunuhan Pelajar SMP di Magelang, Satu Orang Ditetapkan Tersangka

Kasus Pembunuhan Pelajar SMP di Magelang, Satu Orang Ditetapkan Tersangka

Regional
Rute Penerbangan Internasional di Bandara SMB II Palembang Segera Dibuka Lagi

Rute Penerbangan Internasional di Bandara SMB II Palembang Segera Dibuka Lagi

Regional
'Pak RT Tolong, Saya Dipukul Suami,' Teriakan Terakhir Wanita di Riau Sebelum Meninggal di Rumah Ketua RT

"Pak RT Tolong, Saya Dipukul Suami," Teriakan Terakhir Wanita di Riau Sebelum Meninggal di Rumah Ketua RT

Regional
Komplotan Pencuri Solar Cell Lampu Jalan di Kupang Ditangkap, Mabuk Sebelum Beraksi

Komplotan Pencuri Solar Cell Lampu Jalan di Kupang Ditangkap, Mabuk Sebelum Beraksi

Regional
Hendak Pindahkan Sapi, Warga Lembata Temukan Mayat Pria di Pohon Asam

Hendak Pindahkan Sapi, Warga Lembata Temukan Mayat Pria di Pohon Asam

Regional
Jadi Korban Penipuan, Rekening Nasabah Bank BUMN Ludes Tak Bersisa

Jadi Korban Penipuan, Rekening Nasabah Bank BUMN Ludes Tak Bersisa

Regional
Profil Kota Ambon

Profil Kota Ambon

Regional
Tangkap Tersangka Kasus Curanmor, Polisi Temukan Ganja Ditanam Dalam Polybag

Tangkap Tersangka Kasus Curanmor, Polisi Temukan Ganja Ditanam Dalam Polybag

Regional
Dua Remaja di Balikpapan Nyaris Terseret Ombak, Waspada Gelombang Tinggi 3 Hari ke Depan

Dua Remaja di Balikpapan Nyaris Terseret Ombak, Waspada Gelombang Tinggi 3 Hari ke Depan

Regional
Terpeleset, Tubuh Siswi SMP di Tanjungpinang Ditemukan Tersangkut Kayu di Dasar Sungai Pulai

Terpeleset, Tubuh Siswi SMP di Tanjungpinang Ditemukan Tersangkut Kayu di Dasar Sungai Pulai

Regional
Coba Menyeberang ke Malaysia lewat Pelabuhan Tikus, 10 Calon TKI Ilegal Ditangkap

Coba Menyeberang ke Malaysia lewat Pelabuhan Tikus, 10 Calon TKI Ilegal Ditangkap

Regional
Kejuaraan Sepeda Perdana Pasca Pandemi di Tanjungpinang, Diikuti Atlet Nasional

Kejuaraan Sepeda Perdana Pasca Pandemi di Tanjungpinang, Diikuti Atlet Nasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.